Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Albert "Trias" Einstein

Gambar
Albert Einstein. Tentu kalian tidak akan asing lagi dengan si jenius yang satu ini bukan ? Apa yang pertama kalian ingat ketika mendengar nama Albert Einstein ? Si Jenius ? Si Idiot yang tidak bisa membedakan huruf-huruf ? Atau teori relativitasnya yang sangat terkenal ? Atau mungkin kalian tidak tahu sama sekali tentang dia ? Kalau kata Bang Haji sih, "Sungguh teerlaaluuu..."  :D Aku sangat mengagumi Bung Einstein ini. Sampai sekarang pun aku masih tetap mengaguminya. Walaupun sebenarnya aku sangat kecewa karena dia seorang Atheis (Tidak memiliki kepercayaan). Tapi aku sangat suka dengan kejeniusannya. Dia merupakan salah satu tokoh yang paling berpengaruh di dunia. Apa kalian tahu bahwa otak Bung Einstein ini diteliti oleh para ahli di Amerika dan Jepang ? Itu pun aku hanya membaca di situs-situs dan mendengar pembicaraan kakek ku dulu. Tapi entahlah apa itu benar atau tidak. Kalian tahu kenapa aku mengagumi Bung Einstein ini ? Selain kejeniusannya, aku sangat ...

Cinta (?)

Pasti kalian sudah bosan mendengar kata ini bukan ? Ya, aku pun begitu. Tapi entahlah, dia selalu saja ada dan teringat. Semakin kita mencoba melupakannya, semakin menjadi di teringat. Tepat malam kemarin aku nge-tweet beberapa tweet yang menceritakan tentang sesuatu yang bernama cinta. Ini adalah tweet-tweet-ku tentang cerita cinta. Cinta ? Percayalah, pada akhirnya dia hanya akan memberikan sesuatu yang menyakitkan. Cinta ? Belum datang juga ? Mungkin dia sedang mencari jalan yang tepat. Cinta ? Mungkin itu kata yang lebih tepat untuk menyatakan rasa sayang. Menurutku... Cinta ? Sudahlah jangan kau pikirkan. Percayalah dia akan selalu ada dalam ingatanmu. Cinta ? Belum sampai juga ? Mungkin dia masih ingin berkelana. Biarlah, dia pasti kembali padamu. Cinta ? Gombal ? Romantis ? Ya memang, Tuhan sengaja menciptakannya seperti itu. Untukmu. Ya, kamu. Kamu yang sedang menunggu. Cinta ? Sudahlah jangan kau ingat-ingat lagi. Selalu terus teringat ? Ya, apa kataku. Dia ada, dia t...

Percakapan Suatu Malam

"Malam apa kau tidak mengantuk ?" "Ya, tentu saja aku mengantuk." "Lantas kenapa kau tak beranjak tidur ?" "Aku masih ingin menerangi mereka yang sedang bermimpi." "Kalau begitu, aku akan segera tidur." "Mengapa kau beranjak tidur ? Apa kau tak ingin menemaniku ?" "Aku juga ingin diterangi olehmu saat bermimpi. Tapi, aku juga ingin menemanimu" "Lantas kenapa kau tidur ? Apa kau tak ingin melihat apa yang dimimpikan Dia ?" "Tentu saja aku ingin. Tapi sepertinya mimpiku akan lebih menarik dan menyenangkan." "Kalau begitu kau tak akan bisa tahu mimpi yang dimimpikannya apa itu kamu atau orang lain." "Tapi aku juga ingin tahu apa yang akan aku impikan. Bagaimana kalau besok pagi kau menceritakan semua yang dia impikan padaku ?" "Ah kau ini." kuhabiskan botol berwarna hijau dengan gambar pohon cemara itu.

Aku Benci Kamu

Aku benci ketika kamu tidur dan memeluk gulingmu sangat erat. Padahal aku disini ada untuk kamu peluk. Aku benci ketika kamu menyalakan satu batang Marlboro-mu untuk menghangatkan tubuhmu dari dinginnya air hujan padahal aku sudah ada disampingmu untuk menghangatkan tubuhmu. Aku benci ketika kamu lebih memilih naik mobil denganku dibandingkan berjalan kaki dibawah derasnya air hujan bersamaku. Aku benci ketika kamu lebih memilih berbincang - bincang dengan temanmu di bandingkan berbicara tentang kita denganku. Aku benci ketika kamu asik dengan handphonemu, padahal aku sedang ada bersamamu. Aku benci ketika kamu lupa dengan tanggal - tanggal penting tentang  kita. Aku benci ketika kamu selalu membuatku merasakan benci karena saat aku membencimu, aku selalu mengingat semua yang kamu lakukan. Aku benci kamu. Ya, KAMU !

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah

Gambar
Saat ku tenggelam dalam sendu Waktupun enggan untuk berlalu Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku Entah untuk siapapun itu Semakin ku lihat masa lalu Semakin hatiku tak menentu Tetapi satu sinar terangi jiwaku Saat ku melihat senyummu Reff: Dan kau hadir merubah segalanya Menjadi lebih indah Kau bawa cintaku setinggi angkasa Membuatku merasa sempurna Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup Berdua denganmu selama-lamanya Kaulah yang terbaik untukku Kini ku ingin hentikan waktu Bila kau berada di dekatku Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku Kan ku petik satu untukmu Kaulah yang terbaik untukku Ku percayakan seluruh hatiku padamu Kasihku satu janjiku kaulah yang terakhir bagiku

Ranah Politik

Berdiri tanpa tahta Meminta dengan paksa Berkata dengan dusta Mengambil dana-dana Dalam metropolitan Beserta kekerasan Melakukan dengan paksaan Muncullah demonstran Hancurlah negara ini Lautan demonstrasi Kepada para mentri Yang melakukan korupsi Negara ini butuh keadilan Bukan janji belaka

Penantian

Sebiru langit kerinduan Segumpal awan putih merona Rentang - rentang sayap bidadari putih Mendatangi gerangan yang terhempas Goretan - goretan putih Terlihat jelas disudut matanya Terpujur kaku di atas besi berbusa Menanti obat - obat bereaksi Terbangunlah...

(Kosong)

Aku sedang tenggelam, tenggelam sangat dalam. Ke dalam, semakin dalam dan gelap. Sangat gelap, sendirian, kesepian. Tapi.... Jangan selamatkan aku saat aku tenggelam. Biarkan. Biarkan aku sendiri. Ya ! SENDIRI Gelap, sepi, hanya terdengar hembusan nafasku. Mungkin seperti ini lebih baik bagiku.

Ini (bukan) aku

Sesaat aku berbincang dengan si cermin. Orang bilang dia tak pernah berbohong. Tapi untukku ? Aku tak tahu, aku tak pernah berbincang dengannya. Tapi untuk kali ini, mungkin (bukan) YA. "Hai cermin, bagaimana kabarmu hari ini ? Semoga harimu baik seperti hariku." Dia hanya menyunggingkan kedua sisi mulut tipisnya. Membentuk bulan sabit. Mulutnya terlihat pucat, sepertinya dia sedang sakit. "Kenapa kamu tidak menjawab ? Kamu sakit ya ? Ah, padahal aku ingin sekali berbincang denganmu." Mulutnya masih membentuk bulan sabit, tapi sekarang matanya terlihat mendung. Sudah kuduga pasti dia sedang sakit. "Cermin bicaralah, sekata.. saja. Aku hanya ingin membuktikan pernyataan semua orang tentangmu yang tak pernah berbohong." Sekarang dia menundukkan wajahnya. Entah apa yang sudah aku katakan, apa ada yang salah ? "Ah sudahlah, sekarang terbukti. Kamu memang tidak ingin berbicara denganku. Aku kira kamu bisa jadi teman ngobrolku m...