Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Senyum yang Indah

Malam masih begitu cerah, ya, rembulan kembali hadir setelah berminggu-minggu halaman rumahku basah dihujani. Dua minggu hampir, libur sekolah akan segera usai. Sekarang aku sedang duduk di meja belajarku, ya inilah aku. Walaupun sekolah libur, aku masih harus belajar. Ini salah satu hukuman dari bapakku karena peringkatku turun. Bapak memang orang yang keras dan disiplin, maklum dia merupakan pensiunan TNI dan sempat menjalani taruna selama berbulan-bulan di sebrang pulau kecil yang jauh kemana-mana. Aku masih terjaga didepan meja belajar, buku-buku dari mulai yang kecil sampai yang besar semua terbuka. Namun bukan buku-buku yang menjadi objek mataku, melainkan benda persegi panjang yang tipis dilingkari ukiran kayu dipinggirnya, berdiri setengah bersandar pada tembok dinding kamarku. Ya, itu sebuah foto yang sengaja kupajang dengan apik dan kusimpan di meja belajarku, untuk sekali-kali kulirik wajah lembutmu. Malam ini senyummu begitu terlihat lebih indah, entah kenapa. M...

Untuk malaikat-malaikat kecil yang tak satu rahim denganku

Dik, kelak saat kaka tak bersama kalian lagi, kaka mau kalian berjaji akan menjadi manusia-manusia yang kuat, tangguh, dan berguna untuk semua. Tidak menjadi sampah masyarakat yang hanya menjadi beban negara dan orang tua. Tapi menjadi manusia yang cemerlang meringankan semua beban. Maafin kaka kalau kaka sering marah sama kalian. Maafin kaka kalau kaka suka ngomel-ngomel sama kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bentak-bentak kalian. Maafin kaka kalau kaka sering nyuruh-nyuruh kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bikin kalian kesel. Maafin kaka kalau kaka sering jail sama kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bicara yang kotor. Maafin kaka kalau kaka sering emosi. Maafin kaka kalau kaka nggak pernah ngertiin kalian. Maafin kaka kalau kaka nggak pernah denger omongan dan curhatan kalian. Maafin kaka kalau kaka nggak bisa bikin kalian selalu tersenyum. Maafin kaka kalau kaka nggak bisa bikin kalian bahagia. Maafin kaka karena kaka nggak bisa menjadi kaka ...

Puisi Pengungkapan Sayang

Aku sayang kamu, tanpa paksaan dari siapapun. Aku sayang kamu, hanya berdasarkan cinta dan ketulusan. Aku sayang kamu, sama seperti aku menyayangi diriku sendiri. Aku sayang kamu, walaupun kamu yak pernah tahu. Aku sayang kamu, tanpa alasan dan bukti apapun. Aku sayang kamu, sampai kapanpun. Aku sayang kamu, bagaimana denganmu? Ini rasa sayangku, tanpa harta, tanpa tahta. Hanya karena cinta. Sederhana bukan? Aku hanya sayang kamu.

Ulang Tahun Dikejauhan

Gambar
Hallo hallo!! Happy Birthday Komandan. Happy Birthday Teteh. Happy Birthday Kakak. Sekarang tanggal 20 Desember 2013, mungkin tahun 1995 teteh baru keluar dari rahim ibu bukan? Berlumurkan darah yang sangat penuh perjuangan, pengorbanan sampai titik penghabisan. Lampau sekali ya, tak ada ruginya Tuhan memberimu umur sampai 18 tahun ini. Karena kau telah memberi banyak kontribusi dan inspirasi untuk orang-orang sekitarmu, termasuk aku. Tak banyak yang akan aku sampaikan disini. Aku hanya berharap dan berdo'a agar dengan 18 tahunmu di dunia ini, menjadikannya semakin berguna untuk diri sendiri, keluarga, dan negara. Sukseslah segala mimpi yang sedang kau perjuangkan. Janganlah semangatmu sampai terputus. Andai semua kata menjadi arti semangat dan senyuman, aku akan persembahkan semuanya untukmu.

Cobalah...

Coba gambarkan teman tercinta... Sebuah hati yang meliputi segenap hati kalian. Suatu cinta yang mencakup seluruh cinta kalian. Satu jiwa yang merangkup segenap jiwa kalian. Suatu suara yang meliputi semua suara kalian. dan... Keheningan yang lebih dalam dari semua keheningan. Yang abadi...

Untuk Si Tukang Tidur

Dear adik kecilku yang selalu kecil, Apa kabar? Apa kau masih menjadi si tukang tidur? Haha sepertinya tidak ya, kau sudah punya kekasih bukan? Aku turut bahagia ya. Malam ini begitu dingin ya. Aku sedang merindukanmu. Apa kau pun merindukanku? Mungkinkah jawabannya masih  ya? Semoga.. Malam ini tak ada bulan, begitupun dengan si bintang. Semua terlihat lebih gelap. Tapi untungnya tak ada si kilat dan petir yang seakan membelah langit malam. Bagaimana malammu disana? Aku rindu saat kita duduk berdua diatas genting rumah nenek. Dingin yang menusuk kalah dengan lilin yang kita nyalakan. Susu jahe hangat dan seperti biasa, kacang rebus Bang Toing.

Wanita Cantik

Pertama mendengar namamu yang keluar dari mulut kakakku, aku sungguh penasaran dengan sosokmu. Mari kuceritakan tentangmu. Namamu sangat cantik, aku suka, dan sepertinya wajahmu memang secantik namamu. Saat pertama bertemu, kau memberiku senyum, oh manis sekali. Matamu begitu indah, sayang sekali jika aku tak menatapnya. Parfummu begitu wangi, menusuk hidungku, menarungi sel-sel labirinku. Warna jilbab yang kau pakai begitu kontras dengan warna kulitmu. Kau wanita shalehah ternyata. Larik katamu, sungguh rapi.

Berakhirnya Sebuah Kenangan

Sanggar Pramuka, 16 Desember 2013 Kau tahu apa yang kupikirikan ketika hujan ragu-ragu untuk turun membasahi rumput halaman rumahku? Aku yakin kau tak tahu dan mungkin tak ingin tahu. Untuk menikmati itu semua cukup dengan ditemani kopi hitam dan menikmati kacang rebus, sudah lebih bisa menghangatkan suhu dalam tubuhku. Walaupun tak sehangat senyummu saat main bersama. Sekarang aku merasa berada didalam sebuah labirin, lebih tepatnya labirin kenangan kita. Ya, kita; untukku, tapi (mungkin) tidak untukmu. Kenangan ini begitu manis, teramat manis. Seandainya kamu mau mengingatnya; kenangan disaat kita bersama, walaupun selalu tak disadari. Semua yang kau lakukan menurutku sangat indah untuk dikenang. Semua yang kau berikan cukup membuatku puas, selalu saja menjadi alasan aku untuk tersenyum dikala mengingatnya. Suara, senyuman dan mata itu sungguh menggambarkan sosokmu yang easy going. Caramu berkata, membuatku tertarik untuk terus berbincang seputar ... yaaa kau pasti ...

Kau yang Menjadi Sebuah Alasan

Ruang Kosong, 10 Desember 2013       23 : 42 WIB Entahlah apa yang akan terjadi jika aku tak bertemu denganmu dua bulan yang lalu, tepatnya November yang sebelumnya bukanlah bulan yang selalu aku tunggu-tunggu. Tapi, yang mungkin adalah ada dan tidaknya rasa yang selama dua bulan ini tumbuh. Rasa yang selama ini hanya menjadi bunga-bunga dalam hati dan pikiranku. Rasa yang selama ini hanya menjadi euforia untuk diriku, dan rasa yang mungkin tak pernah kau pikirkan. Serta rasa yang menjadi alasan kesakitanku saat ini. Dimana aku mendapat kabar gembira untukmu, tapi tidak untukku. Rasanya seperti dunia indah yang selama ini kujalani menjadi dunia hitam yang penuh kesakitan. Sebelumnya aku berpikir bertemu denganmu adalah dasar dari semua alasan kebahagiaanku untuk selamanya. walaupun hanya dapat mengagumi; dari jauh. Ya, jauh. Tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain dengan pemikiranku. Menyakitkan; yang sekarang kurasakan. Aku bersyukur dengan semua in, setidaknya ...

Mungkinkah ini Sebuah Cinta?

Tak pernah terpikirkan, bahkan diharapkan. Tapi kau datang dan memberikan rasa nyaman. Mungkinkah ini sebuah cinta? Selalu hadir disaat tak diinginkan. Tapi selalu aku butuhkan. Mungkinkah ini sebuah cinta? Tak terlihat dan tak tersentuh. Tapi kau selalu terasa dalam keadaan apapun. Mungkinkah ini sebuah cinta? Memberikan rasa nyaman, selalu dibutuhkan walaupun tak diinginkan, dan terasa walaupun tak terlihat. Mungkinkan ini sebuah cinta? Mungkin. Kau yang akan merasakannya.