Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Sayang yang Tak Terucap

Aku tidak tahu harus memulai dari mana dan bagaimana. Biarkan saja penaku ini yang akan memulai dan mengungkapkannya. Mungkin tulisan ini tidak penting untuk sahabat pena yang membaca, tapi bagiku tulisan ini sangatlah berarti. Aku harap tulisan ini bisa dibaca ibu, mungkin ini bukan tulisan, tapi ini hanya sekedar surat kecil yang tak bisa aku sampaikan kepada ibu. Aku khususkan tulisan (mungkin surat) ini semata-mata untuk menjawab pertanyaan yang selalu ibu lontarkan kepadaku. Dan jika ini ibu yang membaca, baca dengan baik-baik ya bu. Ibu, mungkin aku gagal menjadi anak yang ibu inginkan. Setiap semua keinginan ibu, selalu aku bantah dan tidak pernah ku lakukan. Bukan karena aku tidak lagi menyayangimu bu, tapi aku tak ingin membohongi diriku sendiri, dan aku ingin menjadi diriku yang sebenarnya. Bukan juga karena aku tidak ingin lagi mendengar ataupun menuruti perkataanmu lagi, tapi aku hanya ingin mencoba menjelaskan apa yang aku inginkan sesungguhnya. Bu, sering kal...

Untukmu negeri

Gambar
Aku anak Indonesia ! Kalimat itu yang selalu aku ucapkan setiap hari pada saat bangun pagi. Kenapa ? Jangan tanya kenapa. Karena itu adalah hal yang lumrah bukan ? Sebagai warga negara yang baik, aku patut bangga pada negaraku ini. Walaupun masih banyak sekali tindakan yang tak patut hidup diatas tanah pertiwi ini. Hanya sedikit yang akan aku tuliskan. Hanya sekedar ungkapan yang mungkin bisa mewakili sahabat pena yang membaca. Dari mana memulai ? Entahlah, biarkan pena ini yang menunjukkan. Sahabat pena tahu penyanyi senior Iwan Fals ? Pasti kalian juga tahu lagu Untukmu negeri miliknya. Lagu yang sangat menyentuh hati. Lagu yang memiliki kritik-kritik sosial yang sangat mendalam. Coba sahabat pena baca dengan seksama lirik-lirik lagu yang ada di dalamnya.

Apa kau mencintaiku ?

Apa kau merasakan keindahan yang sama denganku ? Saat aku menatap matamu di setiap perbincangan kita di pagi dan sore hari. Apa kau merasakan ketenangan yang sama denganku ? Saat aku berjalan dan kau ada bersama disampingku. Apa kau merasakan getaran yang sama denganku ? Saat aku menarik tanganmu agar kau ikut pergi bersamaku. Apa kau merasakan kebahagiaan yang sama denganku ? Saat aku tertawa bersama denganmu. Apa kau merasakan ketulusan yang sama denganku ? Saat kau membantu meringankan pekerjaanku. Apa kau merasakan rasa yang sama denganku ? Saat kita bersama, tertawa, dan bahagia. Apa kau merasakan yang sama denganku ? Saat aku tahu bahwa aku mencintaimu. Apa kau pun mencintaiku ? Ungkapkanlah padaku. Aku akan meng iya kan semuanya untukmu. Aku mencitaimu.

Diantara Satuan Nada-nada #Ke-1

Pengkhianatanlah yang melahirkan ketidakpercayaan. Aku sangat mengenal rasa itu. Tepat tiga bulan yang lalu, laki-laki bergitar itu meninggalkanku demi seorang wanita berkantong tebal dan berjubah gaun emas. Pengkhianatan yang Galih lakukan padaku memberikan luka yang sangat dalam. Dan karena dia diriku menjadi orang yang sulit membuka diri dan sulit untuk berteman dengan orang baru.  Hanya gitar tua ini yang menemani hari-hariku yang hampa ini, dan hanya gitar ini yang dapat mengungkapkan semua curahan isi hatiku. Ku ungkapkan semua curahanku dengan nada dan simfoni indah yang menenangkan hati. Diawali karena nada dan karena nada semua diakhiri. Dengan gitar ini pula ku tutup rapat-rapat hatiku agar tak terluka lagi. Tapi aku lupa, untuk menyembuhkan luka ini, aku harus menyentuh bagian yang sakit terlebih dahulu dan aku harus menemukan nada yang bisa mengobati dan menenangkan hatiku kembali.  ***** MALAM MINGGU Cafe Solaria, Bandung 18 : 00 WIB Malam mingg...