Postingan

Menampilkan postingan dengan label L(ov)etter

Surat Untuk Ibu?

Bandung, 22 Desember 2015 Teruntuk ibu yang selalu aku banggakan. Hidup di perantauan, jauh dari pengawasan ibu bukan lagi hal yang aneh untukku. Bahkan aku sudah pernah membayangkan bagaimana rasanya jika hidup jauh dari orang tua, tidak ada omelan, tidak ada perintah dan terlebih tidak ada “ceramah” yang sering kali membuat mulutku menggerutu dan  mengundang kantuk. Bebas dan aku bisa melakukan semua yang aku inginkan. Menjadi manusia seutuhnya, yang belajar dengan dirinya sendiri, mengatur semua hidupnya sesuai dengan apa yang akan aku tuju, kalau kata kakak masa ini adalah pendewasaan diri. Masa dimana aku bisa mencari jati diri, mengetahui apa yang belum aku ketahui, dan mencoba apa yang belum aku lakukan. Berbeda dengan sekarang, aku hidup sendiri, ya, sendiri— hanya Allah Swt yang menemani. Kondisi seperti ini bukanlah yang aku harapkan. Semua kulakukan sendiri, sepi dan hampa sekali rasanya. Tak ada yang memperhatikan setiap kegiatanku. Aku tak lagi mencium wangi ...

Happy Bornday dear BigBro

Gambar
Ini adalah aku dan kakak ke-dua-ku. Foto ini diambil bapak saat hari pertama aku masuk SD. Saat itu kakakku sudah kelas VI, dia seorang atlet Tenis meja, makanya dia tinggi. Hallo.. Assalamu'alaikum, Ong.. Bagaimana kabarmu? Apa sudah seminggu kita tidak berjumpa? Aku lupa kapan terakhir kita bertemu, tapi belum lama sepertinya. Ah ya, aku dengar dari ibu kalau kamu sedang menjalani ujian ya? Makanya kamu tidak pernah terlihat lagi di rumah, dimana sering kali kamu menyuruhku untuk membelikanmu makanan keluar. Kamu pergi belajar tanpa sepengetahuanku rupanya. Tapi semoga ujianmu dan perjalanmu dilancarkan oleh Allah Swt ya.. Oh ya Ong, apa kamu masih ingat kapan terakhir kamu mengajakku pergi bermain? Sudah lama pastinya, karena sepertinya aku bukan teman main yang asyik dibandingkan teman-temanmu itu. Tapi walaupun aku tidak se-asyik teman-temanmu itu, aku berjanji deh kalau nanti diajak lagi main mau belajar jadi teman mainmu yang asyik, biar kamu enggak kapok m...

Dear BigBro

Gambar
Assalamu'alaikum, Kak. Entah tulisan keberapa yang kutujukan khusus untukmu. Aku tak peduli apakah kau pernah membacanya, atau tidak peduli sama sekali, yang terpenting bagiku, aku bisa menceritakan semua keluh-kesah, harapan serta doa untukmu disini. Aku tidak peduli apakah mereka, teman-temanku, para pembaca blogku, atau bahkan mereka yang tak mengenalku sama sekali, aku sungguh tak peduli. Yang kupedulikan sekarang hanyalah dirimu. Kakak keduaku,   pangais bungsu atau panengah,   begitu kata ibu . Memang sedikit aneh rasanya, memanggilmu Kakak, tapi jika aku memanggilmu disini Aa, lebih aneh menurutku, jadi jangan marah atau merasa anak kota ya, kalau kupanggil Kakak. Just be your self, dare to be yourself. Tapi jangan keseringan selfie juga,   enek lihatnya brooo.  Oke aku akan meneruskan cerita, saat ini aku ingin membahas mengenai dirimu lagi. Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 1 Mei 2015, aku mendengar kabar yang entah baik atau buruk dari ibu, kalau...

Ketika Aku Beranjak Dewasa

Gambar
Tidak ada definisi khusus untukku, yang pasti ketika aku tumbuh besar saat itulah aku akan menjadi dewasa. Menjadi manusia yang lebih dari sebelumnya. Tubuhku semakin tinggi, berat badanku bertambah, begitu pula dengan pemikiran dan pengetahuanku yang harus menjadi lebih luas. Aku tidak mengatakan bahwa diriku telah dewasa, namun aku percaya segala proses yang aku lewati, segala pilihan yang aku jalani, kelak akan membawaku pada hal yang lebih baik, pada waktu dimana aku akan menjadi lebih paham dan belajar. Untuk menjadi dewasa, mengetahui itu tidak cukup, namun harus pula dengan memahami dan menjalani. Ketika aku beranjak dewasa, Ibu selalu menganggap aku ini tetap bayinya, yang masih harus selalu dia timang, dia tetap mengurus aku walaupun sebenarnya aku sudah bisa makan sendiri tanpa diberitahu, dan dia selalu ingin tahu kemana aku pergi. Dia akan  selalu menanyakan keadaanku jika pukul 3 sore  aku masih ada di sekolah, dan dia akan selalu ingin tahu masalah ...

Am I Fall in Love?

Gambar
Hallo, Assalamu'alaikum. Setelah enam hari saya tidak menulis disini, alhamdulillah akhirnya diberikan kesempatan kembali untuk bercerita kembali. Sekarang tepat pukul 00:43 WIB. Iya, saya belum terlelap. Memang terlihat egois, tidak memberikan waktu istirahat pada tubuh. Tapi tidak sebenarnya, sudah lumayan lama saya beristirahat selepas dari perkemahan kemarin.   Perkemahan?   Oh ya, saya lupa belum menceritakannya. Mungkin waktu lain akan saya paparkan. So, sekarang apa yang akan saya bahas?   Love, again?   Yups! Memang klasik sih dan mungkin sudah bosan ya membaca tentang cinta, atau mungkin tak ada bosannya? Tak masalah, itu tergantung selera kalian, sekarang yang pasti saya ingin membahasnya lagi. So, why I choose that? Mungkin, kemarin lusa tepatnya. I'm feeling different. Tapi saya tak begitu terlarut dalam rasa itu, insyaAllah saya ingin tetap teguh pada apa yang saya pegang. But for now, I want to tell about it, just little bit.

Kakakku Sayang

Pukul 21:55 WIB. Sudah larut malam rupanya, baru saja seorang perempuan mengingatkan saya untuk segera istirahat, namun saya tak menurut, masih asik dengan kegiatan saya, menulis. Oh ya, malam ini saya ingin menceritakan menganai kakak saya, yang paling tua, tertua diantara kami berdua. Panggil saja dia Kak D. Kalau di rumah sih saya memanggilnya Aa, panggilan kakak laki-laki dalam bahasa Sunda. Dia bukan lelaki istimewa, dia termasuk yang paling beruntung diantara kami karena hidungnya termasuk dalam kriterian   "mancung".   Saya tidak tahu usianya berapa, yang pasti November kemarin menginjak 29 tahun. Perawakannya jangkung, ya sekitar 173 centimeter. Sayang, ototnya tak begitu berisi dan membentuk tubuh yang maskulin, semenjak dia tidak rutin lagi berolahraga. Dia masih kuliah, disalah satu universitas di Jawa Barat, mengambil jurusan olahraga, seperti apa yang diinginkannya.   Apa tidak salah usia 29 belum lulus kuliah?   Ya, jelas tidak. Sebelumnya dia s...

Happily ever after!

Gambar
“Happily ever after!” Itulah hal pertama yang akan kami ucapkan saat Tuhan memberikan kesempatan kami untuk bertemu kembal. Tiba-tiba saja aku teringat adik sekaligus teman terhebat yang pernah aku mliki, kurang lebih sudah 5  tahun kami tidak bertemu. Semenjak keputusannya pergi meninggalkanku untuk hidup bersama nenek di Makassar. Jarak dan waktu menjadi penghalang diantara kami. Aku tidak tahu apa yang membuat dia memutuskan untuk tinggal bersama nenek, karena sebelumnya kami sudah berjanji tidak akan meninggalkan satu sama lain.

Para Laksana Negeri Indonesia

Gambar
Hallo! Salam Pramuka! Yups, kali ini aku akan menceritakan kembali tentang keluarga keduaku ini. Sudah lama rupanya aku tak merawat blogku ini. Dua puluh tiga November lalu, tepat pukul 09.34 Waktu Indonesia bagian Barat. Kami melaksanakan kegiatan yang merupakan program kerja terakhir masa bhakti kami, lebih tepatnya masa pengabdianku selama satu tahun ini mendapatkan amanah besar yang harus aku emban. Ya, walaupun hanya aku sendirian yang mengatur dan melaksanakannya, namun itu tak mengurungkan niatku untuk melantik adik-adikku menjadi seorang Laksana—tingkatan di Gerakan Pramuka Penegak setelah Bantara. Sebenarnya kegiatan ini tanpa ada sebuah persiapan, karena planning yang seharusnya dilaksanakan minggu depan. Namun berhubungan minggu depan aku ada keperluan yang tidak mungkin aku tinggalkan, terpaksa aku melaksanakannya hari itu juga. Tanpa mengeluarkan proposal untuk pembiayaan yang kami perlukan untuk kegiatan ini, dengan segenap niat, dan bantuan dari Kak Indra, Kak...

Untuk Kenya, Pinguin Kecilku.

Gambar
Aku yang memeluk erat Kenya *hiraukan pipi bakpaoku* Kenya pingun kecil teteh, bagaimana kabarmu? Hampir lima tahun kita tak bertemu dik. Aku merindukanmu dik. Aku rindu rambut keritingmu yang selalu sukses membuatku ingin menyisir rambutmu itu dik. Dik, apa kau merindukanku? Jujur, sampai sekarang aku tak berani masuk kamar yang pernah kau singgahi di rumah ini dik. Aku takut jika harus mencium aroma parfummu, aku takut jika harus teringat kembali saat kita tertawa. Dik, ingatkah malam itu kita hanya berdua di rumah. Ibu dan bapak pergi meninggalkan kita karena nenek sakit. Tiga hari kita tinggal berdua di rumah. Aku rindu membangunkanmu pagi-pagi untuk berangkat sekolah. Aku rindu bermain crayon setiap kali kita menggambar. Aku rindu bermain lilin bersamamu, walaupun ibu selalu menegur kita karena takut kita celaka. Dik, bagaimana hari-harimu disana?

Happy Birthday Big Sister!

Gambar
Garut, 22 Desember 2014 Pukul 00.23 WIB Hallo.. Sepertinya aku bingung harus memulai kalimat dari mana, yang pasti ini untuk kedua kalinya aku bangun sepagi ini hanya untuk sekedar melakukan hal yang sama 2 hari yang lalu. Kau tahu apa maksudku? Ya.. ya… ya… kau pasti sudah bisa menebak apa yang kumaksud karena aku sudah menjelaskannya dalam judul postinganku kali ini. Bukan.. bukan maksudku hanya untuk sekedar memenuhi postingan di blogku karena memang untuk beberapa waktu ini jarang aku rawat. Tujuanku hanya satu, mendoakan. Entah kapan kita dipertemukan, entah kapan kita berkenalan, dan entah kapan kita diberikan benang merang oleh Allah Swt untuk menjalin silaturahmi ini. Mungkin tiga tahun yang lalu, tepat malam itu saat adzan Asar bekumandang. Ada seorang perempuan berjilbab datang kerumahku bersama dua orang teman perempuannya yang lain, yang diperlalukan bak tamu istimewa oleh kakak lelaki keduaku. Entahlah apa itu istimewa atau tidak, namun yang pasti bagiku saat...

Komandan's Birthday

Gambar
Garut, 20 Desember 2014 Pukul 01.43 WIB. Hasil sedikit karyaku untuk Kak Komandan hehe Hallo apa kabar Ndan? Semoga tetap sehat dan dalam lindungan Allah Swt, amiin. Tepat hari ini, aku sengaja bangun dari tidurku, ingin sedikit ikut mendoakan untuk rasa bersyukur atas bertambahnya umurmu. Alhamdulillah tak kukira, ternyata pertemuan (kembali) secara tiba-tiba kita beberapa tahun yang lalu membawa kita pada ikatan ukhuwah islamiyah yang hakiki. Kau sebagai kakakku dan aku sebagai adikmu. Kau sebagai panutanmu dan aku sebagai pengikutmu. Komandan, begitulah kira-kira gurauanku jika menyapamu dalam pesan singkat, dan Prajurit adalah panggilanmu padaku. Haha sungguh bukan hal yang disengaja, mungkin hanya sebagai kiasan ‘sayang’, tapi aku yakin. Sudah beberapa bulan ini kita tak sempat berjumpa dan berkomunikasi, mungkin karena jarak yang mengahadang diantara kita, yaa walaupun sebenarnya bisa saja aku menguhubungimu setiap waktu, namun aku pikir itu tidak terlalu penting,...

17y.o isn't for comfort zone [Edisi Ramadhan]

Gambar
Hallo, Jelek!! Ahhhhh.. libur sekolah yang kepanjangan rupanya membuatku cukup tersiksa juga ya.. Ihh kangen booo..!! Oke sebenarnya aku enggak mau bilang gitu ya, tapi ya.. gimana lagi, hati enggak bisa bohong keleus. Sebenarnya berapa hari sih kita enggak ketemu? Sumpaah deh aku kangen!  Bukan kangen kamu, tapi kangen ngejailin, apalagi kalo kamu ngedumel.. wkwk bikin keseleo perut >.< Oke sekarang tanggal berapa sih? Kamu tahu enggak, Lek? Ah jelek.. memangnya apa sih yang kamu tahu, secara kamu pasti selalu ketinggalan. Iya sekarang, eh bukan sekarang, tapi tadi tuh Belandan ngalahin Mexico tahuuu!!! Aku seneng.. Oke itu tak ada kaitannya dengan tanggal sekarang. Memang sekarang tanggal berapa? Oh 30 ya? Ada apa ya? Kamu tahu jelek? Jujur sih, aku enggak tahu. Ah bete.. kamu nyebelin ah. Oke aku kebanyakan ngomong dan dari pada terus ngelantur kemana-mana enggak jelas, mending to the point aja ya..

Masa Depan Indonesiaku

Garut, 20 Juni 2014 Kepada yang terhormat, Bapak Joko Widodo. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar bapak? Saya Trias Amalia Sugiharti, dari kota kecil, Garut. Sudah dari jauh hari saya mendengar kabar mengenai majunya bapak menjadi calon presiden Indonesia untuk periode 2014-2019, padahal baru beberapa bulan yang lalu saya melihat bapak mengucap sumpah janji menjadi Gubernur DKI Jakarta. Walaupun sedikit bertanya-tanya, namun saya sangat senang mendengarnya.                                                            Pribadi bapak yang sederhana, jujur, dan merakyat, menurut saya memang patut dan pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Semua yang bapak lakukan untuk Indonesia pun sang...

My Brother In Love

Gambar
"When love come to our life, it's like a stars. Where in a fact, they are already here with us. Although a sudden, they disappear from our gaze. But we must trust, that they are still with us. You just have to believe with they, if their love always stay in our heart, mind, and eyes."

Untuk Ibu, di hari ibu yang sudah terlewat

Seberntar lagi hari ibu. Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut hari ibu? Atau mungkin kalian tak mengingatnya sama sekali? Oh sungguh malang sekali. Mungkin untukku, tak akan ada yang spesial. Namun sangat sederhana dan cukup membuatku bahagia. Aku mencintai ibu, walau sering kali ibu menjengkelkanku, lebih tepatnya aku yang menjengkelkan ibu. Aku mencintai ibu, walau tak banyak sifat atau selera yang sama. Aku mencintai ibu, walau sering kali kami cekcok setiap malam karena berebut channel TV. Aku masih mencintai ibu, walaupun rambutnya sudah memutih, giginya kuning-kuning, tete nya kempes, bahkan tak punya apa-apa. Aku tetap mencintai ibu. Namun sayang, ibu tak pernah mengetahui seberapa besar aku mencintainya. Aku tak berani untuk mengungkapkannya. Semoga kau tak seperti aku, pengecut yang tak punya nyali. Bahkan untuk menyatakan kasih sayang dan cinta. Selamat Hari ibu. Aku sayang ibu. Bagaimana menurutmu? :)

Untuk malaikat-malaikat kecil yang tak satu rahim denganku

Dik, kelak saat kaka tak bersama kalian lagi, kaka mau kalian berjaji akan menjadi manusia-manusia yang kuat, tangguh, dan berguna untuk semua. Tidak menjadi sampah masyarakat yang hanya menjadi beban negara dan orang tua. Tapi menjadi manusia yang cemerlang meringankan semua beban. Maafin kaka kalau kaka sering marah sama kalian. Maafin kaka kalau kaka suka ngomel-ngomel sama kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bentak-bentak kalian. Maafin kaka kalau kaka sering nyuruh-nyuruh kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bikin kalian kesel. Maafin kaka kalau kaka sering jail sama kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bicara yang kotor. Maafin kaka kalau kaka sering emosi. Maafin kaka kalau kaka nggak pernah ngertiin kalian. Maafin kaka kalau kaka nggak pernah denger omongan dan curhatan kalian. Maafin kaka kalau kaka nggak bisa bikin kalian selalu tersenyum. Maafin kaka kalau kaka nggak bisa bikin kalian bahagia. Maafin kaka karena kaka nggak bisa menjadi kaka ...

Ulang Tahun Dikejauhan

Gambar
Hallo hallo!! Happy Birthday Komandan. Happy Birthday Teteh. Happy Birthday Kakak. Sekarang tanggal 20 Desember 2013, mungkin tahun 1995 teteh baru keluar dari rahim ibu bukan? Berlumurkan darah yang sangat penuh perjuangan, pengorbanan sampai titik penghabisan. Lampau sekali ya, tak ada ruginya Tuhan memberimu umur sampai 18 tahun ini. Karena kau telah memberi banyak kontribusi dan inspirasi untuk orang-orang sekitarmu, termasuk aku. Tak banyak yang akan aku sampaikan disini. Aku hanya berharap dan berdo'a agar dengan 18 tahunmu di dunia ini, menjadikannya semakin berguna untuk diri sendiri, keluarga, dan negara. Sukseslah segala mimpi yang sedang kau perjuangkan. Janganlah semangatmu sampai terputus. Andai semua kata menjadi arti semangat dan senyuman, aku akan persembahkan semuanya untukmu.

Untuk Si Tukang Tidur

Dear adik kecilku yang selalu kecil, Apa kabar? Apa kau masih menjadi si tukang tidur? Haha sepertinya tidak ya, kau sudah punya kekasih bukan? Aku turut bahagia ya. Malam ini begitu dingin ya. Aku sedang merindukanmu. Apa kau pun merindukanku? Mungkinkah jawabannya masih  ya? Semoga.. Malam ini tak ada bulan, begitupun dengan si bintang. Semua terlihat lebih gelap. Tapi untungnya tak ada si kilat dan petir yang seakan membelah langit malam. Bagaimana malammu disana? Aku rindu saat kita duduk berdua diatas genting rumah nenek. Dingin yang menusuk kalah dengan lilin yang kita nyalakan. Susu jahe hangat dan seperti biasa, kacang rebus Bang Toing.

Tak Sekedar Seorang Teman

Gambar
Dear Yhora, Wanita perkasa yang (masih) memiliki hati. Duh yhor, sungguh aku tak pernah terpikir akan menjadi temanmu. Bahkan sampai dekat dan menjadi teman curahan hati. Aku masih ingat ketika pertama kali mendengar namamu dari teman. Kalau tidak salah saat itu ada pertandingan olahraga se-kabupaten di kota kita. Tak kusangka, saat aku mengunjungi salah satu pertandingan bela diri lebih tepatnya beladiri  Tarung Derajat AA Boxer  aku mendapatkan berita tentang sosokmu. Ternyata kau seorang atlit dan saat itu juga terbesit dalam pikiranku bahwa usiamu lebih atas dariku. Terbayang dengan jelas sekali badanmu yang gagah, karena kau seorang petarung. Dan yang mungkin akan membuatmu tertawa adalah aku pikir kamu adalah sosok wanita yang perkasa dan tak mau tahu tentang seorang laki-laki. Tak lama dari pertandinganmu usai, organisasi yang aku ikuti mengadakan sebuah pelantikan untuk anggota baru. Termasuk aku. Benar ternyata, dunia memang selebar daun kelor. Saat aku da...

Untuk Para Sahabat Mimpi

Semenjak garis Tuhan memisahkan kita, aku merasa banyak sekali perubahan dari kalian. Mulai dari sikap, pembicaraan, penampilan, senyum, bahkan tatapan mata kalian yang berubah setiap kali kita bersua. Tapi aku tak ingin menyebutnya sebuah perubahan, mungkin itu memang pilihan kalian, dan aku sadar jika aku tak memiliki hak untuk mengatur pilihan kalian. Sungguh aku sangat peduli akan kalian, dan rasa peduli dan sayangku lebih besar dari yang kalian tahu. Karena aku tak pernah mengungkapkannya, mungkin terkubur dalam karena lelucon, sakit hati, tawa, tangis, dan kenangan kita. Sungguh aku merindukan itu semua. Jika sering kali aku menjengkelkan kalian karena sikapku yang selalu komentar ini-itu, curhat yang entah bagaimana jalan ceritanya, dan sampai sering kali kita berdebat karena berbeda pendapat, mungkin itu semua sebagai bukti bahwa kita memang sangat berbeda. Tapi beda-nya kita itu saling melengkapi, jadi kita nggak pernah ngerasain yang namanya kekurangan. Apa kalian ...