Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Mempertahankan, haruskah?

Dalam setiap hubungan, pasti selalu bertemu dengan yang namanya persoalan. Jika kita tak bisa menempatkan sifat dan pikiran kita dengan baik, sering kali berakhir dengan keputusan yang sudah jelas itu adalah luapan emosi saja. Kesal sekali jika kondisi ini sudah menimpa. Apalagi jika pasangan kita tak bisa mengerti keadaan kita. Sudahi saja atuu dipertahankan? Itu yang selalu menjadi pertimbangan. Sebagai contoh kecil, kita memiliki pasangan yang protektif. Jika tidak sering bertindak seperti itu, mungkin tidak akan terlalu menggangu, tapi bagaimana jika itu tidak hanya sekali atau dua kali, namun setiap detik. Kesana nggak boleh, kesini nggak boleh, mau apa-apain harus izin dulu (emangnya kantor polisi). Risih yang ada. Jadi siapa yang salah? Menurutku tak ada yang bisa disalahkan, karena keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan. Coba kita berpikir untuk tetap positif, tenangkan pikiran kita, jangan terbawa emosi. Mungkin pasangan kita bukan protektif, tapi dia kelewat say...

Ketika cinta tak miliki status

Berawal dari teman, kita sering bersama. Pergi jalan, belajar, hujan-hujanan, bolos sekolah, sampai hal-hal kecil apapun kita lakukan berdua. Kau memperhatikanku, aku pun memperhatikanmu. Sungguh tak pernah tersadari jika kita telah menanam rasa yang sama. Selama ini kita merawatnya, menyiramnya diluar batas kesadaran. Selalu bersama membuat rasa yang baru tumbuh liar begitu saja. Kita saling melengkapi, terkadang bertengkar karena kita tak saling mendengarkan karena aku selalu menentang apa yang kamu katakan. Begitupun denganmu, tak pernah mendengarkan perkataanku. Tanpa kusadari itulah sebuah perhatian. Perhatian yang menurutku lebih dari sekedar kata 'teman'. Semenjak lepas SMA, kita berpisah. Kau memilih untuk mengikuti pendidikan militer di sebrang pulau sana, dan aku memilih untuk mencoba meneruskan sekolahku di kota yang selama ini aku bicarakan padamu. Kurang lebih dua tahun kita tak bertemu, sampai akhirnya kita bertemu dalam suasana yang tak pernah terpikirka...

LOMBA MENULIS FLASH TRUE STORY “WANITA INSPIRATIF INDONESIA”

Tak terasa, sebulan lagi, kita akan dipertemukan kembali dengan peringatan hari Kartini. Ya, sebuah peringatan hari nasional, untuk mengenang sosok pahlawan wanita inspiratif Indonesia, yang telah memperjuangkan emansipasi wanita atau dengan kata lain, beliau telah memperjuangkan kesetaraan kedudukan antara pria dan wanita di Indonesia. Setelah berabad-abad berselang—hingga kini—perjuangan beliau semakin terasa maknanya. Atas perjuangan tersebut, telah lahir Kartini-Kartini baru yang tentunya dapat menjadi inspirator bagi wanita-wanita generasi penerus bangsa. Berkiblat dari uraian di atas, kali ini, saya beserta segenap Tim Kreatif Penerbit Meta Kata, bermaksud menyelenggarakan sebuah lomba menulis flash true story (kisah nyata) tentang wanita inspiratif Indonesia, menurut pandangan Kawan-Kawan Penulis. Misalnya, wanita tersebut adalah sang bunda di rumah, ibu guru di sekolah, dan sahabat di lingkungan pergaulan sebaya. Yang terpenting, kisah yang Kawan-Kawan Penul...