Menangislah
Ah hai, sudah lama sekali aku tak menulis lagi di blogku ini. Setelah sekian banyak tugas sekolah aku kerjakan dan sederet jadwal kegiatan yang alhamdulillah dapat kulaksanakan. Tak sabar sebenarnya aku ingin banyak bercerita. Menuliskan apa yang tidak bisa aku ceritakan melalui mulut. Menulis, menulis, dan menulis. Itulah hal inti dan pamungkas jika aku tak tahu bagaimana lagi cara mengungkapkan perasaan dan pemikiranku. Entah hal apa yang membuatku memilih kata "menangislah" sebagai judul postingan pertamaku (lagi) ini. Mungkin karena aku terlalu rindu; rindu menulis, rindu pada hal yang tak bisa kugapai, atau mungkin karena jiwaku sudah mulai lelah untuk berpura-pura kuat dihadapan semua orang yang kusayangi. Bisa saja bukan? Menangis, semua orang bisa melalukannya. Seorang jagoan saja pasti pernah menangis, begitu pula denganku. Satu pertanyaan yang ingin sekali aku tahu, "mengapa menangis?". Pertanyaan itu sangat jelas maksudnya, jangankan karena ...