Postingan

Menampilkan postingan dengan label Choice&Change

Marhaban Yaa Ramadhan [Edisi Ramadhan]

Gambar
The picture from google Assalamu'alaikum. Satu bulan kurang saya meninggalkan blog ini sepi tanpa ocehan ya. Semoga teman-teman tidak kesepian dan kapok ya untuk membaca semua curhatan dan ocehan saya hehe. Alhamdulillahirrabil A'lamin. Tak hentinya saya berucap syukur kepada Allah Swt, atas segala nikmat dan kebahagiaan yang saya dapatkan. Satu tahun lalu kita baru saja selesai menjalani ibadah puasa, alhamdulillah tahun ini kita kembali diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh rahmat dan ampunan ini. Alhamdulillah sungguh tak sabar ingin segera menangisi semua dosa yang sudah dilakukan. Ramadhan bulan penuh keberkahan, ah rindu sekali dengan bulan ini. Waktu saatnya memperbaiki diri dan meraih kebaikan dalam beribadah. Seperti yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab, beliau mengatakan, حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ "Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan ...

I Choose You

Gambar
Hallo! Ah ya, karena malam ini aku belum mendapatkan pencerahan apa yang akan aku tulis, sudah lama juga tak membahas tentang L-A-G-U. And than, untuk kali ini aku akan membahas tentang satu lagu yang mungkin kurang booming di Indonesia, tapi lagu ini bagiku sangat sangat sangat menarik dan asyik untuk terus didengar. FYI, sebenarnya lagu ini bukanlah lagu baru, hampir satu tahun kurang lima jam lebih tepatnya. Lagu ini ditulis oleh penyanyinya sendiri yaitu Sara Bareilles, dimana dalam lagunya kali ini, dia menceritakan tentang cinta, lebih tepatnya menyatakan cinta kepada pasangan kita. Sama seperti judulnya, I Choose You (Aku memilihmu). Oke untuk lebih lanjutnya kalian bisa baca dulu semua liriknya. The words it's really simple, but the mean it's so deeply.

Dear BigBro

Gambar
Assalamu'alaikum, Kak. Entah tulisan keberapa yang kutujukan khusus untukmu. Aku tak peduli apakah kau pernah membacanya, atau tidak peduli sama sekali, yang terpenting bagiku, aku bisa menceritakan semua keluh-kesah, harapan serta doa untukmu disini. Aku tidak peduli apakah mereka, teman-temanku, para pembaca blogku, atau bahkan mereka yang tak mengenalku sama sekali, aku sungguh tak peduli. Yang kupedulikan sekarang hanyalah dirimu. Kakak keduaku,   pangais bungsu atau panengah,   begitu kata ibu . Memang sedikit aneh rasanya, memanggilmu Kakak, tapi jika aku memanggilmu disini Aa, lebih aneh menurutku, jadi jangan marah atau merasa anak kota ya, kalau kupanggil Kakak. Just be your self, dare to be yourself. Tapi jangan keseringan selfie juga,   enek lihatnya brooo.  Oke aku akan meneruskan cerita, saat ini aku ingin membahas mengenai dirimu lagi. Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 1 Mei 2015, aku mendengar kabar yang entah baik atau buruk dari ibu, kalau...

Ketika Aku Beranjak Dewasa

Gambar
Tidak ada definisi khusus untukku, yang pasti ketika aku tumbuh besar saat itulah aku akan menjadi dewasa. Menjadi manusia yang lebih dari sebelumnya. Tubuhku semakin tinggi, berat badanku bertambah, begitu pula dengan pemikiran dan pengetahuanku yang harus menjadi lebih luas. Aku tidak mengatakan bahwa diriku telah dewasa, namun aku percaya segala proses yang aku lewati, segala pilihan yang aku jalani, kelak akan membawaku pada hal yang lebih baik, pada waktu dimana aku akan menjadi lebih paham dan belajar. Untuk menjadi dewasa, mengetahui itu tidak cukup, namun harus pula dengan memahami dan menjalani. Ketika aku beranjak dewasa, Ibu selalu menganggap aku ini tetap bayinya, yang masih harus selalu dia timang, dia tetap mengurus aku walaupun sebenarnya aku sudah bisa makan sendiri tanpa diberitahu, dan dia selalu ingin tahu kemana aku pergi. Dia akan  selalu menanyakan keadaanku jika pukul 3 sore  aku masih ada di sekolah, dan dia akan selalu ingin tahu masalah ...

Izinkan saya bercerita

Gambar
Khusus untuk malam ini, akan saya persempahkan kepada jiwa yang tak tahu diri ini. Maka, izinkan saya bercerita mengenai apa yang belum sempat saya ceritakan. Ketika semua kebohongan harus terpaksa dilakukan, yang katanya demi kebaikan, padahal sebenarnya karena sudah terlanjur salah. Ketika keadaan memaksa untuk melakukan, padahal jiwa tak ridha untuk hal yang tidak diinginkannya. Ketika perasaan harus dikubur dalam-dalam, padahal hati teriris sakit dan kalbu tak tahan untuk mengatakan. Ketika semua harus bisu, padahal ingin sekali mengutarakan semua kejahatan. Ketika semua harus pura-pura buta, padahal mata jelas melihat dan memberontak. Izinkan saya bercerita mengenai apa yang ingin saya ceritakan. Bahwa saya ingin sekali berkata jujur tanpa ada paksaan bahkan tekanan dari sudut manapun. Ingin menyetarakan karena sesungguhnya tak ada yang benar dan salah, melainkan diri kita masing-masing yang membuat kesalahan itu menjadi hal mendasar untuk dijadikan sebuah yan...

UN, No worry!

Gambar
UN, No worry! Munkin seharusnya saya mempostingkan tulisan saya ini sebelum melaksanakan UN, tapi dikarenakan waktuku saat itu padat oleh berbagai jam belajar, so bolehkan kalau saya baru menuliskannya sekarang? Boleh saja ya, biar cepet hehe. Alhamdulillah 3 hari kemarin saya dapat melewati dan menyelesaikan Ujian Nasional, yang minggu-minggu ini menjadi perbincangan diberbagai media. Awalnya saya sangat takut dan tak percaya diri, karena bagaimana pun ujian kali ini akan sangat menentukan nasib saya dimasa yang akan mendatang. Walaupun pemerintah sudah merubah keputusannya namun tetap saja, lulus dari sekolah namun tidak lulus UN? Oh sungguh itu bukan hal yang sangat diharapkan, apalagi untuk mengulangnya tahun depan.

Mau Jadi Apa? #2

Gambar
Assalamu'alaikum. Bagaimana kabar kalian? Semoga tetap sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Lumayan lama rupanya saya tidak meneruskan tulisan saya  kemarin , semoga kalian bersedia untuk melanjutkannya. Oke setelah perjuangan selama 3 hari kemarin, Ujian Nasional sekarang tak begitu menakutkan bagi saya karena Alhamdulillah Kemendikbud membuat keputusan baru untuk kelulusan, namun tetap saja saya merasa awas, jangan sampai harus mengulang tahun depan,   naudzubillahimindzalik. Cerita saya kemarin mengenai IPDN ya? FYI, setelah surfing and search saya jatuh cinta pada institut yang satu ini. Besar sekali harapan saya untuk dapat menjadi bagian dari mereka. Namun sayang walaupun sudah banyak informasi yang sudah saya dapatkan mengenai penerimaan Calon Praja dan teknis seleksinya, saya belum begitu puas, karena ada beberapa pertanyaan yang sangat ingin saya ketahui. Sampai akhirnya saya mencari para Praja yang sedang study disana. Alhamdulillah kakak-kakak IPDN itu...

Mau jadi apa? #1

Gambar
Kalau sudah besar mau jadi apa? Pertanyaan yang satu itu pasti sering kita dapatkan saat kecil. Bagitu pula dengan saya, ketika saya ikut ibu ke sekolah tempatnya mengajar, banyak guru-guru yang bertanya kepada saya. Dan semangat saya menjawab ingin jadi Dokter dan Pendongeng. Karena menurut saya saat itu menjadi dokter itu tidak akan pernah sakit dan menjadi pendongeng itu akan selalu diperhatikan.   Keren bukan? Kemarin saya sudah bercerita tentang mempersiapkan diri.   Memangnya apa yang sedang saya persiapkan dan untuk apa?   Mempersiapkan masa depan, masa yang tak pernah saya tahu apa yang akan terjadi, masa yang akan terjadi, masa pencerminanku di masa yang sebelumnya. Maka untuk itu saya harus mempersipakan diri mulai dari sekarang, lebih tepatnya memantapkan hati dan tujuan.   Mau jadi apa?   Kalau tahu mau jadi apa, maka saya akan tahu apa tujuan dan apa yang akan serta harus saya lakukan nanti.

Mempersiapkan Masa Depan

Gambar
Hallo, Assalamu'alaikum.. Sudah lama rasanya saya nggak ngeblog disini, beginilah kalau punya empat blog, kalau lagi 'anteng' di satu blog terus aja nongkrong disana. Alhamdulillah pagi ini saya dapat hidayah buat nulis di blog sulungku ini. Oh ya, sekarang saya sedang melaksanakan Ujian Sekolah, alhamdulillah saya sudah menginjak kelas tiga tingkat akhir *yipieeee* dan sebentar lagi insyaAllah segera lulus dan menjadi mahasiswa, amiin. Oke, kebiasaan tidak fokus. Merancang masa depan, itulah tujuan saya sekarang. Menginjak kelas tiga SMA, usaha saya harus semakin besar. Belajar, belajar, dan belajar. Namun ada saja rasa malas yang bergelantungan, kesal rasanya melihat diri sendiri yang sering kali malas. Saya sadar ketika saya malas, dimana seharusnya saya belajar lebih ekstra, justru malah sebaliknya--bermalas-malasan tak mau mengerjakan apapun. Tapi bagaimana pun itu, saya harus tetap bersyukur, karena masih diberikan perhatian orang tua, walaupun terkadang s...

Pilih yang mana?

Gambar
Ada yang mundur lalu gugur, dan kembali mencari jalan yang lain. Ada yang berhenti lalu diam tak beraksi, dan terus memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Ada yang maju lalu melangkah dan terus melangkah, dan pada akhirnya mendapatkan apa yang menjadi tujuan. Menyakinkan diri sendiri untuk suatu keputusan jalan hidup bukanlah perkara yang mudah, namun percaya atau pun tidak, saat kita mundur, waktu akan terus bertambah dan kesempatan untuk mencapai hasil semakin lama. Saat kita diam tidak melakukan hal apapun hanya memikirkan apa yang akan terjadi nanti, sadarilah itu hanya akan membuang waktu dan kesempatan saja, tak akan ada yang berubah. Dan ketika kita terus maju, melangkah dan terus melangkah semakin besar, saat itu pula kita sudah menjadi pemenang, setidaknya untuk diri sendiri.

Choice and Change

Gambar
Hallo!!! Happy New Year 2015.. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di penghujung tahun dan kembali mengawali tahun yang baru. Mari kita ucapkan alhamdulillahirabbil a'lamin dan bismillahhirrahmannirrahim untuk mengawali tahun ini. Semoga berkah dan nikmat tahun kemarin bisa kita rasakan kembali di tahun sekarang. Amiin.. Oke untuk postingan pertamaku di tahun ini aku ingin me-review resolusiku di tahun 2014 dan membuat resolusi baru untuk 2015 mendatang. Sengaja aku mengambil judul Choice and Change karena bagaimana pun ini adalah sebuah pilihan, dan saat kita memilih dan memutuskan saat itulah adanya sebuah perubahan. Perubahan menjadi lebih baik tentunya. Tidak semua resolusiku akan kubahas, hanya beberapa saja yang menurutku memberikan perubahan besar dalam hidupku.

Jual mahal, katanya...

Seketika aku tertawa melihat mereka memperdebatkan soal jual mahal. Ini bukan barang jualan ataupun sayembara. Ini masalah soal harga diri sepertinya. Antara gadis dan perjaka. Mereka menjalin cinta, yang mereka bilang pacaran. Tak asing dengan kata itu bukan Pasti kalian sudah paham apa maksud 'jual mahal' yang sedang kubahas. Jika masih tak mengerti, mari kujelaskan semuanya. Baca lanjutannya, tak akan menyesal. Seperti biasa, waktu luang saat istirahat atau bahkan saat jam belajar guru tak hadir maka mereka yang katanya menjalin rasa dalam sebuah ikatan cinta, yang mereka bilang pacara. Waktu seperti inilah yang sangat favorit bagi mereka, berbicara atau sekedar bersenda gurau dan bahkan golden time untuk memamerkan kemesraan pada teman-teman di dalam kelas, khususnya para mblo-mblo. Baiklah, aku sudah bercerita terlalu banyak, kembali ke pembahasan awal kita. Jual mahal. Beberapa bulan yang lalu, tepatnya salah satu temanku sedang berbincang dengan gadisnya di ...

Antara kekuasaan dan keputusan [Edisi Ramadhan]

Gambar
Koalisi dunia politik, pasti kalian tak asing lagi mendengar kalimat ini. Sama seperti halnya berorganisasi, selau ada kerjasama dengan pihak-pihak tertentu, salah satunya dengan pihak sekolah. Beberapa hari ini aku memiliki amanah dari teman-teman untuk memimpin melaksanakan sebuah kegiatan di sekolah, kegiatan yang cukup besar dan berpengaruh untuk kegiatan sekolah kedepannya. Salah satu kegiatan yang sangat ditunggu oleh semua anak SMP yang baru masuk sekolah. MOPD, Masa Orientasi Peserta Didik. Kalau istilah lumrahnya OSPEK. Dalam kegiatan berorganisasi tak akan lepas dari sebuah kedudukan dan kekuasaan. Dan untuk saat ini aku sedang diuji kejujuran dan dedikasiku untuk sekolah ini dengan memberiku amanah menjadi seorang pemimpin. Namun dengan kedudukanku saat ini bukan berarti aku bisa semena-mena menggunakan kekuasaanku sebagai pemimpin. Itu sudah jelas dilarang oleh Allah Swt dalam kitabNya.

Yang terbaik [Edisi Ramadhan]

Gambar
Sering kali kita menyerah saat menjalani sebuah proses, dimana saat itu pula kesuksesan ada didepan mata. Penyesalan, lelah, dan bosan adalah perasaan yang sering timbul saat menjalaninya. Tak jarang, rasa malas sangat mendera saat hal itu terjadi. Disinilah seharusnya kita bisa melihat dan menguji diri kita. Apakah sudah menjadi dan memberikan yang terbaik, setidaknya untuk kepentingan kita sendiri, atau bahkan kita ini tak ada apa-apanya. Entah apa yang aku rasakan sekarang, mungkin kalimat Mbak Taylor yang satu ini memang mewakilkan perasaanku saat ini : (Sad), Happy, free, confused, and lonely at the same time. Sengaja kutambah Sad, karena memang sering kali rasa itu melandaku akhir-akhir ini. Tapi sedih, tak selalu buruk, bukan? :) Saat kesedihan itu melanda, saat itu pula kebahagiaan akan hadir. Sebelumnya aku tak percaya dengan kalimat itu, tapi sekarang, setelah hal itu terjadi aku mengakui, perasaan seperti itu memang ada. Dimana saat kita merasa sedih, saat itu...

Pesan Ramadhan 8 [Edisi Ramadhan]

Gambar
Assalamu'alaikum.. Bagaimana puasa hari ini akhi.. ukhty.. semoga lancar dan berkah ya.. Oke kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai kegiatan yang biasa saya laksanakan setiap tahun saat menjelang bulan Ramdhan. Mungkin sudah tidak asing 'kan dengan kalimat 'Pesantren Kilat' ? Ya, mungkin ada sebagian teman yang tak tahu. Tapi inilah kebiasaan orang muslim saat melaksanakan bulan Ramadhan. Tak hanya beribadah, tadarus, terawih, dan beramal, tapi ada kegiatan lain yang bisa diisi dalam bulan yang penuh berkah ini, khususnya Pesantren Kilat ini. Sengaja dinamai Pesantren Kilat, karena pelaksanaannya yang cukup singkat, hanya satu bulan penuh saat Ramdhan, ya.. itu sih tadinya hitung-hitung mengisi waktu luang, apalagi untuk anak-anak yang masih belajar berpuasa.  Karena Rasulullah memang mewajibkan semua umatnya untuk menjalankan puasa, namun untuk anak-anak yang masih belajar masih ada toleransi. Dan dari sanalah awalnya dilaksanakannya Pesantre...

Welcome July; my wish, my plan, and my goals [Edisi Ramadhan]

Gambar
Welcome July! Sebenarnya sih sudah lewat dua hari ya, tapi tak masalah yang penting ini masih awal July, and I will start all my wish, my plan in this month. Semoga lancar dan berkah. Amiin Yaa Rabbal A'lamin.. Di bulan ini banyak banget kegiatan, dan didalam semuanya aku pegang bagian yang cukup penting, ya.. bisa dikatakan sangat penting sekali. Pertama, menjadi seorang ketua pelaksana kegiatan MOS di sekolah itu pusing, BANGEEEEET! Tapi mau enggak mau yang harus dijalani, apalagi ini lagi bulan puasa, duh pokoknya sangat butuh kesabaran yang super duper ekstra deh! Awalnya aku tak pegang bagian itu, karena di organisasi aku hanya menjadi seorang sekertaris, otomatis cuma ngurus surat menyurat pokoknya, khususnya proposal kegiatan. Tapi.. tapi.. karena temanku yang seharusnya pegang bagian itu, tidak datang disetiap rapat yang diadakan, dan secara berturut-turut aku yang membuka rapat. Alhasil, karena semua peserta rapat kesal, akulah yang dijadikan tumbal (...

Yang penting niatnya dulu [Edisi Ramadhan]

Gambar
Assalamu'alaikum... Bagaimana puasa ke-tiganya? Semoga tetap lancar dan berkah ya. Oke, untuk kali ini saya ingin membahas mengenai niat. So, apa itu niat? Niat itu sendiri adalah maksud atau tujuan. Nah karena ini adalah bulan Ramadhan, tak ada salahnya 'kan saya membahas mengenai niat. Saya ada sedikit cerita lucu dan menarik untuk dibahas mengenai niat. Mungkin hal ini jarang sekali dibahas, dan terkadang tanpa disadari kita mempelajarinya. Sebut aja anak ini Nurul. Dia anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Kedua kakaknya laki-laki. Sejak dini, Nurul sudah diajarkan mengaji oleh orang tuanya, terlebih ibu. Dia mulai belajar dari Iqra, lalu Juz'Amma, dan selanjutnya Al-Qur'an. Alhamdulillah selama itu dia lancar dan bisa menghafal beberapa surat-surat dalam Al-Qur'an, begitu pun dengan do'a-do'a yang dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Dia mengikuti beberapa sekolah khusus belajar Al-Qur'an dan perkumpulan-perkumpulan di me...

17y.o isn't for comfort zone [Edisi Ramadhan]

Gambar
Hallo, Jelek!! Ahhhhh.. libur sekolah yang kepanjangan rupanya membuatku cukup tersiksa juga ya.. Ihh kangen booo..!! Oke sebenarnya aku enggak mau bilang gitu ya, tapi ya.. gimana lagi, hati enggak bisa bohong keleus. Sebenarnya berapa hari sih kita enggak ketemu? Sumpaah deh aku kangen!  Bukan kangen kamu, tapi kangen ngejailin, apalagi kalo kamu ngedumel.. wkwk bikin keseleo perut >.< Oke sekarang tanggal berapa sih? Kamu tahu enggak, Lek? Ah jelek.. memangnya apa sih yang kamu tahu, secara kamu pasti selalu ketinggalan. Iya sekarang, eh bukan sekarang, tapi tadi tuh Belandan ngalahin Mexico tahuuu!!! Aku seneng.. Oke itu tak ada kaitannya dengan tanggal sekarang. Memang sekarang tanggal berapa? Oh 30 ya? Ada apa ya? Kamu tahu jelek? Jujur sih, aku enggak tahu. Ah bete.. kamu nyebelin ah. Oke aku kebanyakan ngomong dan dari pada terus ngelantur kemana-mana enggak jelas, mending to the point aja ya..

Masa Depan Indonesiaku

Garut, 20 Juni 2014 Kepada yang terhormat, Bapak Joko Widodo. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar bapak? Saya Trias Amalia Sugiharti, dari kota kecil, Garut. Sudah dari jauh hari saya mendengar kabar mengenai majunya bapak menjadi calon presiden Indonesia untuk periode 2014-2019, padahal baru beberapa bulan yang lalu saya melihat bapak mengucap sumpah janji menjadi Gubernur DKI Jakarta. Walaupun sedikit bertanya-tanya, namun saya sangat senang mendengarnya.                                                            Pribadi bapak yang sederhana, jujur, dan merakyat, menurut saya memang patut dan pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Semua yang bapak lakukan untuk Indonesia pun sang...

Bahagialah dengan caramu sendiri

Gambar
Kebahagiaan tak selalu bisa kita dapatkan dengan uang, walaupun segalanya membutuhkan uang. But, trust me. Ketika kita percaya pada diri kita sendiri, percaya pada kemampuan kita sendiri, and the most important kita percaya pada Allah Swt. Senantiasa kita akan terus bersyukur kepadanya. Menikmati segala yang kita miliki tanpa membandingkan dengan apa yang mereka (orang lain) miliki. Dan ini salah satu yang sudah kubuktikan dalam hidupku. Aku tak bergantung pada kemewahan zaman globalisasi, cukup kumengetahui, mencoba segalanya, dan tidak terus bergantung pada yang seharusnya tidak semestinya. Aku tak munafik, jika aku memang membutuhkan handphone untuk berkomunikasi, cukup, hanya untuk berkomunikasi, bukan untuk hal yang lain, dimana menurutku itu bukan sebenar-benarnya kebutuhkan kita. Aku membutuhkan komputer dan internet, hanya untuk bersilaturahmi dengan saudara jauh, dan menimba ilmu atau bahkan berbagi ilmu dengan misalnya memiliki situs pribadi. Dan menurutku it...