Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Keluarga yang (dulu) Harmonis

Setiap ba'da subuh pria yang hampir setengah abad itu selalu mambuka pintu kamarku lalu mencium keningku dan membangunkanku agar segera beranjak dari ranjangku untuk segera menghadap Tuhanku. Tak lupa dia membangunkan kedua jagoannya yang selalu dibanggakan. Tapi itu dulu... Setiap pagi hari sebelum berangkat sekolah perempuan no satu dalam hidupku sudah sibuk dengan perkakas dapur untuk membuatkanku makanan untuk disajikan sebelum berangkat sekolah. Tak lupa menyiapkanku segelas air putih yang sudah diberi do'a-do'a indah setiap menjelang subuh. Tapi itu dulu... Setiap pulang sekolah, memang tak begitu banyak orang dirumah. Hanya ada sosok yang biasa membantu pekerjaan di rumah. Tapi tak perlu menunggu waktu lama, perempuan dan pria no satu yang sudah kutunggu-tunggu kehadiarannya muncul. Dan kami segera makan siang bersama. Memang makanan dan lauk pauk yang kami santap tidak begitu mewah, tapi sungguh kebersamaan kami lebih dari makanan dan lauk pauk yang me...

Cinta, Siapa yang Tahu?

Perkara jatuh cinta memang sangat sukar untuk ditentukan. Apa kita sedang jatuh cinta, atau hanya sekedar kagum. Tapi jika kita sebut itu jatuh cinta, sungguh aneh rasanya. Karena dia tak kita kenal sama sekali, bagaimana bisa jatuh cinta? Tapi jika kita sebut itu sekedar kagum, sungguh jantung ini berdebar ketika mendapatkan sosoknya. Apalagi untuk seorang perempuan. Senyum yang sangat manis atau obrolan yang sangat lugas membuat hati meleleh-leleh. Jika kita mengatakan sebuah cinta, sungguh sangat malu, apalagi menyatakannya. Tapi jika kita pendam dan hanya hati ini yang tahu, rasanya sangat penasaran untuk segera tahu. Tapi jika kita tanyakan, sungguh akan memalukan dan terlihat lebay. Apalagi pada teman. Cinta, siapa yang tahu? Euforia yang terasa saat pandangan pertama memang sangat istimewa. Tapi apa itu bisa menentukan bahwa kita sedang jatuh cinta? Atau hanya sebuah kecocokan yang tak disengaja? Perkara cinta?

Mabuk Rumus

Hmm.. rasanya sudah satu minggu aku tak memposting di blogku ini. Sungguh tak ada ide dan mood untuk menulis, karena aku sedang mabuk (bukan mabuk minuman apalagi cinta). Kurang lebih satu minggu aku tak menulis, apapun itu. Dan untuk kali ini, moodku kembali membaik. Yaa mungkin karena keisengangku mengajak adik kelasku untuk battle (bukan tetris), yang akhirnya keterusan. Dia meminta lagi untuk battle denganku dengan tema yang sudah ditentukan. Yaitu 'Mabuk Pelajaran'. Aku sengaja memilih tema seperti itu karena memang aku sedang dimabuk dengan pelajaran yang semakin hari, semakin membosankan. sungguh! Apalagi dengan rumus. Jujur, dari TK sampai (mungkin) sekarang aku sangar menyukai hitungan. Pernah saat SMP dulu, aku mampu mengisi satu LKS matematika tanpa satu soal pun yang terlewatkan.  I Love Math. Itulah yang sering aku ucapkan pada guru matematikaku. Dan kalimat itu sangat mujarab untuk mendapatkan hati para guru. Karena menurutku, para guru akan berpendapat jik...

Cinta, yang tidak (pernah) terungkapkan

Dua tahun yang lalu, SMP Tunas Harapan, tepat saat kita pertama bertemu. Tubuhmu masih terlihat lebih besar dan kumismu belum begitu tumbuh. Pagi itu sekolah masih begitu sepi, mungkin aku terlalu cepat berangkat dari biasanya dan kau yang sedang duduk asyik mendengarkan musik dengan headsetmu menjadi pusat perhatianku. Tak ada seorang pun yang terlihat selain kamu dan aku, penjaga sekolah pun tak terlihat batang hidungnya. Sinar mentari pagi menyoroti wajahmu, jika kupandang dari samping terlihat begitu indah siluet wajahmu. Sungguh manis. Lekukan-lekukan dahi, mata, hidung dan dagumu begitu terlihat jelas. Tanpa aku sadari begitu lama aku memandangimu sampai kau mendapatkanku sedang memperhatikanmu. Sungguh aku malu sekali. Kau tersenyum padaku. Oh sungguh, apa kau malaikat yang baru Tuhan turunkan ke bumi? Senyummu begitu menenangkan mata mendegupkan jiwa. Selama dua tahun, rasa ini masih ada, sama persis dengan yang kurasakan pagi itu. Aku sempat berpikir jika ini hanya e...

Hanya Perlu Dipahami

Tak lebih hanya sebuah tulisan yang mungkin untuk melihatnya pun enggan, apalagi untuk membacanya. Tapi untukmu, kukhususkan persembahan terimakasihku. Terimakasih telah sudi membaca tulisanku, walapun (mungkin) hanya sampai disini. Dan selanjutnya, untuk kamu yang merasa hidup di dunia nyata, buka maya ataupun khayal kuharap sudi kembali membaca tulisan ini sampai selesai.  Aku bukan benci, tidak suka atau bahkan melarang kamu untuk berada dalam ruang yang bernama maya atau khayal, karena aku pun sangat menikmati kesenangan dalam dunia maya ataupun khayal. Aku selalu merasa senang jika berada dalam dunia maya, sepeti twitter, facebook, path daaan banyak lagi. Dan aku sangat suka dengan cara spogebob dan patrick berkhayal yang terkadang aku tiru bersama teman-temanku sepulang sekolah dikoridor sekolah atau perpustakaan. Yang kumaksud disini adalah untuk tidak terlalu berkutat dan menyibukkan diri dalam kemayaan atau khayalan. Jika kau memilih untuk berada dalam sebuah ma...

Untuk Para Sahabat Mimpi

Semenjak garis Tuhan memisahkan kita, aku merasa banyak sekali perubahan dari kalian. Mulai dari sikap, pembicaraan, penampilan, senyum, bahkan tatapan mata kalian yang berubah setiap kali kita bersua. Tapi aku tak ingin menyebutnya sebuah perubahan, mungkin itu memang pilihan kalian, dan aku sadar jika aku tak memiliki hak untuk mengatur pilihan kalian. Sungguh aku sangat peduli akan kalian, dan rasa peduli dan sayangku lebih besar dari yang kalian tahu. Karena aku tak pernah mengungkapkannya, mungkin terkubur dalam karena lelucon, sakit hati, tawa, tangis, dan kenangan kita. Sungguh aku merindukan itu semua. Jika sering kali aku menjengkelkan kalian karena sikapku yang selalu komentar ini-itu, curhat yang entah bagaimana jalan ceritanya, dan sampai sering kali kita berdebat karena berbeda pendapat, mungkin itu semua sebagai bukti bahwa kita memang sangat berbeda. Tapi beda-nya kita itu saling melengkapi, jadi kita nggak pernah ngerasain yang namanya kekurangan. Apa kalian ...