Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poem

Puisi Pengungkapan Sayang

Aku sayang kamu, tanpa paksaan dari siapapun. Aku sayang kamu, hanya berdasarkan cinta dan ketulusan. Aku sayang kamu, sama seperti aku menyayangi diriku sendiri. Aku sayang kamu, walaupun kamu yak pernah tahu. Aku sayang kamu, tanpa alasan dan bukti apapun. Aku sayang kamu, sampai kapanpun. Aku sayang kamu, bagaimana denganmu? Ini rasa sayangku, tanpa harta, tanpa tahta. Hanya karena cinta. Sederhana bukan? Aku hanya sayang kamu.

Cobalah...

Coba gambarkan teman tercinta... Sebuah hati yang meliputi segenap hati kalian. Suatu cinta yang mencakup seluruh cinta kalian. Satu jiwa yang merangkup segenap jiwa kalian. Suatu suara yang meliputi semua suara kalian. dan... Keheningan yang lebih dalam dari semua keheningan. Yang abadi...

Wanita Cantik

Pertama mendengar namamu yang keluar dari mulut kakakku, aku sungguh penasaran dengan sosokmu. Mari kuceritakan tentangmu. Namamu sangat cantik, aku suka, dan sepertinya wajahmu memang secantik namamu. Saat pertama bertemu, kau memberiku senyum, oh manis sekali. Matamu begitu indah, sayang sekali jika aku tak menatapnya. Parfummu begitu wangi, menusuk hidungku, menarungi sel-sel labirinku. Warna jilbab yang kau pakai begitu kontras dengan warna kulitmu. Kau wanita shalehah ternyata. Larik katamu, sungguh rapi.

Mungkinkah ini Sebuah Cinta?

Tak pernah terpikirkan, bahkan diharapkan. Tapi kau datang dan memberikan rasa nyaman. Mungkinkah ini sebuah cinta? Selalu hadir disaat tak diinginkan. Tapi selalu aku butuhkan. Mungkinkah ini sebuah cinta? Tak terlihat dan tak tersentuh. Tapi kau selalu terasa dalam keadaan apapun. Mungkinkah ini sebuah cinta? Memberikan rasa nyaman, selalu dibutuhkan walaupun tak diinginkan, dan terasa walaupun tak terlihat. Mungkinkan ini sebuah cinta? Mungkin. Kau yang akan merasakannya.

Untuk kalian, adik terkasih

Gambar
Duh adikku terkasih, sungguh jika suatu saat kakakmu mendapat sebuah kesalahan, tergurlah dengan kata yang baik dan pelan. Duh adikku terkasih, sungguh jika ada salah kata dari kakakmu ini, berilah tahu dia bahwa kau tak enak dan tak berharap kata-kata itu muncul dan terdengar di telingamu. Duh adikku terkasih, jika saat kakakmu berbicara lantang dan mengoceh padamu, sungguh itu bukanlah sebuah kebencian. Namun itu adalah sebuah kasih sayang yang tak dapat dibendung lagi. Duh adikku terkasih, sungguh kakakmu ini bukanlah guru bahkan seorang dewa yang harus selalu kau puja dan hormati. Satu yang kakak mau, jadilah seorang pemimpin untuk dirimu sendiri. Kakak percaya, suatu saat nanti kau bisa memimpin negara yang haus akan sebuah keadilan ini. Duh adikku terkasih, semoga kau paham dan mengerti akan semua yang kakak utarakan. Kakak bukanlah apa-apa tanpa kalian. Duh adikku terkasih, dengan senyummu dunia kakak sangatlah berwarna, dengan tawamu udara ini begitu m...

Kamu dan Kopi

Kamu itu seperti kopi. Selalu menghangatkan tubuhku dari dingin disetiap malam. Kamu itu seperti Kopi. Selalu aku candui setiap aku merindukan ketenangan. Kamu itu seperti kopi. Memiliki arti rasa di setiap aku mencicipimu. Kamu itu seperti kopi. Selalu menemaniku dalam pekatnya masa lalu. Kamu itu seperti kopi. Kalau aku tidak tahu cara mencicipinya, maka tak akan terasa nikmatnya bahkan pahit sampai ke uluh hati. Kamu itu seperti kopi. Kopi ternikmat yang Tuhan buatkan khusus untukku agar menemaniku dalam dinginnya sang malam. Ya kamu itu seperti kopi yang selalu membuatku tenang dan hangat. Kamu itu kopi, kopi ternikmat dan selalu membuat rasa ini bahagia.

Mencandui Rindu

Aku mencandui rindu saat malam menjelang. Aku mencandui rindu saat angin yang mengundang gigil. Aku mencandui rindu saat kopi habis tak tersisa. Aku mencandui rindu saat malam lupa akan bintangnya. Aku mencandui rindu saat menulis dan tak ada aksara tentangmu. Aku mencandui rindu, karena rindu adalah kamu. Kamu yang selalu aku rindu. Rindu yang lebih besar dari yang kamu tau. Karena kamu tak pernah merasakan kerinduanku. Saat kita berdua, meluangkan waktu untuk bersua. Tapi kamu tak akan pernah tau. Karena kamu tak pernah ingin mengetahui bagaimana perasaanku. Aku mencadui rindu karena kamu.

The One and Only

Gambar
Mungkin kamu satu dari seribu pria dalam hidupku yang selalu ada untukku. Tanpa aku sadari, kau selalu ada untukku. Ya, selalu ada untukku. Menemaniku. Tak kenal waktu dan keadaan. Dan apakah kau tahu? Saat aku gundah dengan semua permaslaahan hidup, siapa yang ada disampingku? Kamu Saat aku kesulitan dengan keadaan, siapa yang menenangkanku? Kamu Saat aku merasa bosan ketika guru menerangkan, siapa yang membuatku tertawa? Kamu Saat aku dihukum gara-gara tidak mengerjakan tugas, siapa yang menemaniku menjalankan hukuman? Kamu Saat aku tidak sekolah karena sakit, siapa yang menanyakan keadaanku? Kamu Saat aku tak paham materi pelajaran, siapa yang mengajarkanku? Kamu Saat aku ingin bercerita tapi tak ada yang ingin mendengar, siapa yang menjadi pendengar baik untukku? Kamu Bahkan saat aku menangis karena teman dekatku menyakiti perasaanku, siapa yang sedia memberikan pundaknya untukku? Kamu

Menunggu

Apa kau tahu rasanya euforia ? Saat aku tahu bahwa kau diam-diam melihatku ketika aku menulis dengan bibir yang tiba-tiba seperti tweety. Apa kau tahu rasanya sakit hati ? Saat aku mendengar kau bilang 'gue cuma bercanda ko, ga pake hati' Apa kau tahu rasanya rindu ? Saat aku menoleh ke belakang kau tak sekolah karena sakitmu kambuh. Dan apa kau tahu aku menunggu ? Menunggumu mengatakan  rasa itu ? Aku tahu kau pun menyimpan rasa yang sama denganku. Aku melihatnya dari sorotan matamu. Matamu yang teduh. Ya ! Kamu

Aku Benci Kamu

Aku benci ketika kamu tidur dan memeluk gulingmu sangat erat. Padahal aku disini ada untuk kamu peluk. Aku benci ketika kamu menyalakan satu batang Marlboro-mu untuk menghangatkan tubuhmu dari dinginnya air hujan padahal aku sudah ada disampingmu untuk menghangatkan tubuhmu. Aku benci ketika kamu lebih memilih naik mobil denganku dibandingkan berjalan kaki dibawah derasnya air hujan bersamaku. Aku benci ketika kamu lebih memilih berbincang - bincang dengan temanmu di bandingkan berbicara tentang kita denganku. Aku benci ketika kamu asik dengan handphonemu, padahal aku sedang ada bersamamu. Aku benci ketika kamu lupa dengan tanggal - tanggal penting tentang  kita. Aku benci ketika kamu selalu membuatku merasakan benci karena saat aku membencimu, aku selalu mengingat semua yang kamu lakukan. Aku benci kamu. Ya, KAMU !

Ranah Politik

Berdiri tanpa tahta Meminta dengan paksa Berkata dengan dusta Mengambil dana-dana Dalam metropolitan Beserta kekerasan Melakukan dengan paksaan Muncullah demonstran Hancurlah negara ini Lautan demonstrasi Kepada para mentri Yang melakukan korupsi Negara ini butuh keadilan Bukan janji belaka

Penantian

Sebiru langit kerinduan Segumpal awan putih merona Rentang - rentang sayap bidadari putih Mendatangi gerangan yang terhempas Goretan - goretan putih Terlihat jelas disudut matanya Terpujur kaku di atas besi berbusa Menanti obat - obat bereaksi Terbangunlah...

(Kosong)

Aku sedang tenggelam, tenggelam sangat dalam. Ke dalam, semakin dalam dan gelap. Sangat gelap, sendirian, kesepian. Tapi.... Jangan selamatkan aku saat aku tenggelam. Biarkan. Biarkan aku sendiri. Ya ! SENDIRI Gelap, sepi, hanya terdengar hembusan nafasku. Mungkin seperti ini lebih baik bagiku.

Apa kau mencintaiku ?

Apa kau merasakan keindahan yang sama denganku ? Saat aku menatap matamu di setiap perbincangan kita di pagi dan sore hari. Apa kau merasakan ketenangan yang sama denganku ? Saat aku berjalan dan kau ada bersama disampingku. Apa kau merasakan getaran yang sama denganku ? Saat aku menarik tanganmu agar kau ikut pergi bersamaku. Apa kau merasakan kebahagiaan yang sama denganku ? Saat aku tertawa bersama denganmu. Apa kau merasakan ketulusan yang sama denganku ? Saat kau membantu meringankan pekerjaanku. Apa kau merasakan rasa yang sama denganku ? Saat kita bersama, tertawa, dan bahagia. Apa kau merasakan yang sama denganku ? Saat aku tahu bahwa aku mencintaimu. Apa kau pun mencintaiku ? Ungkapkanlah padaku. Aku akan meng iya kan semuanya untukmu. Aku mencitaimu.

Aku Merindukanmu

Gambar
Saat malah telah tiba. Bintang dan bulan telah mulai menari. Melihat kebahagiaan mereka saat itu. Bersamamu disampingku. Berbekal jaket dan kaos kaki yang menempel di tubuh. Seraya ikut memeriahkan kebehagiaan ini. Ku lihat kau disampingku. Memberi senyuman dan memelukku erat. Membuat tubuhku ini semakin hangat. Rasanya ingin selamanya seperti ini. Tapi itu semua tak mungkin lagi. karena saat ini kau jauh dari ku. Dari seberang gunung ini, aku titipkan salam rindu hangat ku pada bulan dan bintang. AKU MERINDUKANMU

Kita Selamanya

Gambar
Malam sudah datang Sang fajar kembali pulang Hanya ada bulan dan bintang Menemani kesendirianku Dengan bayanganmu disampingku Memberikan senyuman terindahmu Memberi tawa termerdumu Memberikan pelukan terhangatmu Memberikan petuah kata yang membangunku Tapi itu semua hanya bayangan Karena sekarang kau jauh dariku Dengan berbekal segumpal semangat darimu Ku pergi menuju mimpi dan citaku Tapi percayalah... Walaupun arah kita berbeda Aku tetap disampingmu Setia mendampingimu Berjuang bersama demi menggapai impian. Kita Selamanya ! (: