Postingan

Menampilkan postingan dengan label LearnLife

BUNGA PENUTUP ABAD

Pementasan teater "Bungan Penutup Abad' yang sukses digelar bulan Agustus 2016 ini kembali dipentaskan di kota Bandung sebagai acara pembuka dalam rangkaian kegiatan peringatan Bandung Lautan Api pada tanggal 10 dan 11 Maret 2017 di Teater Taman Budaya Jawa Barat. Bunga Penutup Abad ini merupakan adaptasi dari dua buku Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, yang terdiri atas Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Berkisah tentang kehidupan Minke dan Nyai Ontosoroh setelah kepergian Annelies ke Belanda, serta tentang surat-surat yang dikirimkan Panji Darman-- seorang pegawai yang diutus Nyai Ontosoroh untuk menemani Annelies dalam semua perjalanannya-- yang mengabarkan kehidupan Annelies sejak berangkat dari Pelabuhan Surabaya sampai kabar meninggalnya Annelies yang membuat Minke memutuskan pergi ke Batavia untuk meneruskan sekolah. Kang Wawan sebagai sutradara sekaligus penulis naskah sangat cerdas mengemas cerita dari dua buku menjadi satu kesatuan yang utuh. Toko...

Cerita Bapak Dalam Film

“Walaupun telah tiada,  bapak akan selalu ada” – kalimat pembuka  dalam undangan Gala Premier  film Sabtu Bersama Bapak tanggal 2 Juli 2016 kemarin di CGVblitz Mall Bandung (BEC). Untuk kesekian kalinya cerita dalam novel diangkat menjadi sebuah film. Dari salah satu novel bestseller karya Aditya Mulya, Sabtu Bersama Bapak. Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa dan Aditya Mulya sebagai penulis skenario, serta para casting dalam film ini – Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin C. Putra, Acha Septriasa, Deva Mahenra, Sheila Dara Aisha, Ernest Prakarsa, Jennifer Karnelita, Rendy Kjaernet, Tutti Kembang Mentari, Farras Fatik dan Tri Yudiman. Penasaran dengan acting para casting? Nonton filmnya! Pengangkatan tema cerita yang sederhana namun dapat mengemas cerita menjadi luar biasa, dimana cerita dibuka dengan persoalan klasik sebuah keluarga. Sang Bapak yang diperankan oleh Abimana Arya Satya, divonis kanker dengan ancaman kematian (lagi-lagi, penyakit yang menjadi tr...

[Review Buku] Sabtu Bersama Bapak Karya Adhitya Mulya

Ketika malam dua tahun yang lalu, saya sedang asyik membaca lini masa di twitter, ada beberapa penerbit yang sedang membahas buku terbitan terbarunya. Judulnya yang cukup menarik membuat saya ingin mengikuti setiap tweet yang sedang membahas beberapa inti cerita dalam bukunya. Sabtu Bersama Bapak, merupakan novel kelima karya Adithya Mulya. Recommended. Langsung saya tulis di list buku-buku yang ingin saya beli. Kalau sedang beruntung dapat hadiah dari kuis, saya tidak perlu mengeluarkan tabungan untuk membeli. Tapi jarang sekali, belum pernah bahkan. But, ya bawa senang saja. Nambah-nambahin tweet, hehe. Well, ceritanya setelah satu tahun berlalu dari malam itu, saya pergi ke toko buku di Bandung—kebetulan saat itu saya sudah kuliah di Bandung, berniat membeli beberapa buku untuk kuliah dan salah satu novel Kang Abik yang sudah saya cari dari kapan tahun. Saat menuju tempat kasir, tidak sengaja ada cover novel yang lucu namun sederhana, warnanya yang mencolok membuat langkah ka...

Happy Bornday dear BigBro

Gambar
Ini adalah aku dan kakak ke-dua-ku. Foto ini diambil bapak saat hari pertama aku masuk SD. Saat itu kakakku sudah kelas VI, dia seorang atlet Tenis meja, makanya dia tinggi. Hallo.. Assalamu'alaikum, Ong.. Bagaimana kabarmu? Apa sudah seminggu kita tidak berjumpa? Aku lupa kapan terakhir kita bertemu, tapi belum lama sepertinya. Ah ya, aku dengar dari ibu kalau kamu sedang menjalani ujian ya? Makanya kamu tidak pernah terlihat lagi di rumah, dimana sering kali kamu menyuruhku untuk membelikanmu makanan keluar. Kamu pergi belajar tanpa sepengetahuanku rupanya. Tapi semoga ujianmu dan perjalanmu dilancarkan oleh Allah Swt ya.. Oh ya Ong, apa kamu masih ingat kapan terakhir kamu mengajakku pergi bermain? Sudah lama pastinya, karena sepertinya aku bukan teman main yang asyik dibandingkan teman-temanmu itu. Tapi walaupun aku tidak se-asyik teman-temanmu itu, aku berjanji deh kalau nanti diajak lagi main mau belajar jadi teman mainmu yang asyik, biar kamu enggak kapok m...

Pesan Ramadhan 9 [Edisi Ramadhan]

Gambar
Assalamu'alaikum. Wr. Wb. Bagaimana kabarnya ya ukhty.. ya akhi.. Alhamdulillah Sidang Isbat kemarin malam sudah memutuskan bahwa hari ini adalah tanggal 1 Ramadhan, kita mulai berpuasa. Bagaimana puasa hari pertamanya? Semoga lancar ya. Btw, pasti perdana tawarih mesjid penuh ya? Ah pasti begitu, Alhamdulillah, rupanya Ramadhan masih menjadi bulan yang ditunggu-tunggu ummat muslim di dunia, begitu pula dengan saya, walaupun harus tarawih di teras mesjid, tapi InsyaAllah kekhusyukan masih terjamin. Postingan saya hari ini ingin membasah hal yang sama seperti  tahun kemarin . Ya! Kegiatan yang sudah rutin saya lakukan setiap Ramadhan tiba, pesantren kilat (read; selanjutnya "PasKil"). Alhamdulillah tahun ini PasKil yang saya ikuti sudah memasuki tahun ke 9. Memang sudah lama, dari mulai saya duduk di bangku SD dan ikut sebagai peserta didik, sampai sekarang, saya akan memasuki bangku kuliah dan menjadi pengajar serta panitia. Sama seperti tahun kemarin, saya k...

Marhaban Yaa Ramadhan [Edisi Ramadhan]

Gambar
The picture from google Assalamu'alaikum. Satu bulan kurang saya meninggalkan blog ini sepi tanpa ocehan ya. Semoga teman-teman tidak kesepian dan kapok ya untuk membaca semua curhatan dan ocehan saya hehe. Alhamdulillahirrabil A'lamin. Tak hentinya saya berucap syukur kepada Allah Swt, atas segala nikmat dan kebahagiaan yang saya dapatkan. Satu tahun lalu kita baru saja selesai menjalani ibadah puasa, alhamdulillah tahun ini kita kembali diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh rahmat dan ampunan ini. Alhamdulillah sungguh tak sabar ingin segera menangisi semua dosa yang sudah dilakukan. Ramadhan bulan penuh keberkahan, ah rindu sekali dengan bulan ini. Waktu saatnya memperbaiki diri dan meraih kebaikan dalam beribadah. Seperti yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab, beliau mengatakan, حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ "Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan ...

Dear BigBro

Gambar
Assalamu'alaikum, Kak. Entah tulisan keberapa yang kutujukan khusus untukmu. Aku tak peduli apakah kau pernah membacanya, atau tidak peduli sama sekali, yang terpenting bagiku, aku bisa menceritakan semua keluh-kesah, harapan serta doa untukmu disini. Aku tidak peduli apakah mereka, teman-temanku, para pembaca blogku, atau bahkan mereka yang tak mengenalku sama sekali, aku sungguh tak peduli. Yang kupedulikan sekarang hanyalah dirimu. Kakak keduaku,   pangais bungsu atau panengah,   begitu kata ibu . Memang sedikit aneh rasanya, memanggilmu Kakak, tapi jika aku memanggilmu disini Aa, lebih aneh menurutku, jadi jangan marah atau merasa anak kota ya, kalau kupanggil Kakak. Just be your self, dare to be yourself. Tapi jangan keseringan selfie juga,   enek lihatnya brooo.  Oke aku akan meneruskan cerita, saat ini aku ingin membahas mengenai dirimu lagi. Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 1 Mei 2015, aku mendengar kabar yang entah baik atau buruk dari ibu, kalau...

Ketika Aku Beranjak Dewasa

Gambar
Tidak ada definisi khusus untukku, yang pasti ketika aku tumbuh besar saat itulah aku akan menjadi dewasa. Menjadi manusia yang lebih dari sebelumnya. Tubuhku semakin tinggi, berat badanku bertambah, begitu pula dengan pemikiran dan pengetahuanku yang harus menjadi lebih luas. Aku tidak mengatakan bahwa diriku telah dewasa, namun aku percaya segala proses yang aku lewati, segala pilihan yang aku jalani, kelak akan membawaku pada hal yang lebih baik, pada waktu dimana aku akan menjadi lebih paham dan belajar. Untuk menjadi dewasa, mengetahui itu tidak cukup, namun harus pula dengan memahami dan menjalani. Ketika aku beranjak dewasa, Ibu selalu menganggap aku ini tetap bayinya, yang masih harus selalu dia timang, dia tetap mengurus aku walaupun sebenarnya aku sudah bisa makan sendiri tanpa diberitahu, dan dia selalu ingin tahu kemana aku pergi. Dia akan  selalu menanyakan keadaanku jika pukul 3 sore  aku masih ada di sekolah, dan dia akan selalu ingin tahu masalah ...

Earth Day Camp #GreenerationForum

Gambar
Assalamu'alaikum. Ah ya, saya ingin membayar janji saya kemarin di   postingan sebelumnya . Ya perkemahan yang belum sempat saya ceritakan bagaimana rencana dan kegiatannya. Oke, berawal dari perjalanan saya bisa bergabung dalam perkemahan untuk memperingati hari Bumi kemarin yang ke-45 kemarin. Sebenarnya dari pertengahan bulan Januari lalu, saya diajak oleh salah seorang teman saya untuk berpartisipasi dalam acara perayaan Hari Bumi. Jujur sebelumnya saya tidak pernah merayakan Hari Bumi secara khusus, kalau pun merayakan, mungkin sekedar untuk mengurangi penggunaan barang yang bisa merusak bumi kita ini. Berawal dari ajakan teman itu saya sebenarnya tidak terlalu tertarik, karena bagi saya mungkin itu hanya akan membuang waktu dan tenaga saya, maka dari itu saya tidak terlalu mencari tahu mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan nanti. Karena saat itu saat masih duduk di bangku kelas 3, dimana sebentar lagi saya akan menghadapi ujian, walhasil komunikasi kami teputus dan...

Kakakku Sayang

Pukul 21:55 WIB. Sudah larut malam rupanya, baru saja seorang perempuan mengingatkan saya untuk segera istirahat, namun saya tak menurut, masih asik dengan kegiatan saya, menulis. Oh ya, malam ini saya ingin menceritakan menganai kakak saya, yang paling tua, tertua diantara kami berdua. Panggil saja dia Kak D. Kalau di rumah sih saya memanggilnya Aa, panggilan kakak laki-laki dalam bahasa Sunda. Dia bukan lelaki istimewa, dia termasuk yang paling beruntung diantara kami karena hidungnya termasuk dalam kriterian   "mancung".   Saya tidak tahu usianya berapa, yang pasti November kemarin menginjak 29 tahun. Perawakannya jangkung, ya sekitar 173 centimeter. Sayang, ototnya tak begitu berisi dan membentuk tubuh yang maskulin, semenjak dia tidak rutin lagi berolahraga. Dia masih kuliah, disalah satu universitas di Jawa Barat, mengambil jurusan olahraga, seperti apa yang diinginkannya.   Apa tidak salah usia 29 belum lulus kuliah?   Ya, jelas tidak. Sebelumnya dia s...

Izinkan saya bercerita

Gambar
Khusus untuk malam ini, akan saya persempahkan kepada jiwa yang tak tahu diri ini. Maka, izinkan saya bercerita mengenai apa yang belum sempat saya ceritakan. Ketika semua kebohongan harus terpaksa dilakukan, yang katanya demi kebaikan, padahal sebenarnya karena sudah terlanjur salah. Ketika keadaan memaksa untuk melakukan, padahal jiwa tak ridha untuk hal yang tidak diinginkannya. Ketika perasaan harus dikubur dalam-dalam, padahal hati teriris sakit dan kalbu tak tahan untuk mengatakan. Ketika semua harus bisu, padahal ingin sekali mengutarakan semua kejahatan. Ketika semua harus pura-pura buta, padahal mata jelas melihat dan memberontak. Izinkan saya bercerita mengenai apa yang ingin saya ceritakan. Bahwa saya ingin sekali berkata jujur tanpa ada paksaan bahkan tekanan dari sudut manapun. Ingin menyetarakan karena sesungguhnya tak ada yang benar dan salah, melainkan diri kita masing-masing yang membuat kesalahan itu menjadi hal mendasar untuk dijadikan sebuah yan...

UN, No worry!

Gambar
UN, No worry! Munkin seharusnya saya mempostingkan tulisan saya ini sebelum melaksanakan UN, tapi dikarenakan waktuku saat itu padat oleh berbagai jam belajar, so bolehkan kalau saya baru menuliskannya sekarang? Boleh saja ya, biar cepet hehe. Alhamdulillah 3 hari kemarin saya dapat melewati dan menyelesaikan Ujian Nasional, yang minggu-minggu ini menjadi perbincangan diberbagai media. Awalnya saya sangat takut dan tak percaya diri, karena bagaimana pun ujian kali ini akan sangat menentukan nasib saya dimasa yang akan mendatang. Walaupun pemerintah sudah merubah keputusannya namun tetap saja, lulus dari sekolah namun tidak lulus UN? Oh sungguh itu bukan hal yang sangat diharapkan, apalagi untuk mengulangnya tahun depan.

Happily ever after!

Gambar
“Happily ever after!” Itulah hal pertama yang akan kami ucapkan saat Tuhan memberikan kesempatan kami untuk bertemu kembal. Tiba-tiba saja aku teringat adik sekaligus teman terhebat yang pernah aku mliki, kurang lebih sudah 5  tahun kami tidak bertemu. Semenjak keputusannya pergi meninggalkanku untuk hidup bersama nenek di Makassar. Jarak dan waktu menjadi penghalang diantara kami. Aku tidak tahu apa yang membuat dia memutuskan untuk tinggal bersama nenek, karena sebelumnya kami sudah berjanji tidak akan meninggalkan satu sama lain.

Para Laksana Negeri Indonesia

Gambar
Hallo! Salam Pramuka! Yups, kali ini aku akan menceritakan kembali tentang keluarga keduaku ini. Sudah lama rupanya aku tak merawat blogku ini. Dua puluh tiga November lalu, tepat pukul 09.34 Waktu Indonesia bagian Barat. Kami melaksanakan kegiatan yang merupakan program kerja terakhir masa bhakti kami, lebih tepatnya masa pengabdianku selama satu tahun ini mendapatkan amanah besar yang harus aku emban. Ya, walaupun hanya aku sendirian yang mengatur dan melaksanakannya, namun itu tak mengurungkan niatku untuk melantik adik-adikku menjadi seorang Laksana—tingkatan di Gerakan Pramuka Penegak setelah Bantara. Sebenarnya kegiatan ini tanpa ada sebuah persiapan, karena planning yang seharusnya dilaksanakan minggu depan. Namun berhubungan minggu depan aku ada keperluan yang tidak mungkin aku tinggalkan, terpaksa aku melaksanakannya hari itu juga. Tanpa mengeluarkan proposal untuk pembiayaan yang kami perlukan untuk kegiatan ini, dengan segenap niat, dan bantuan dari Kak Indra, Kak...

Pilih yang mana?

Gambar
Ada yang mundur lalu gugur, dan kembali mencari jalan yang lain. Ada yang berhenti lalu diam tak beraksi, dan terus memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Ada yang maju lalu melangkah dan terus melangkah, dan pada akhirnya mendapatkan apa yang menjadi tujuan. Menyakinkan diri sendiri untuk suatu keputusan jalan hidup bukanlah perkara yang mudah, namun percaya atau pun tidak, saat kita mundur, waktu akan terus bertambah dan kesempatan untuk mencapai hasil semakin lama. Saat kita diam tidak melakukan hal apapun hanya memikirkan apa yang akan terjadi nanti, sadarilah itu hanya akan membuang waktu dan kesempatan saja, tak akan ada yang berubah. Dan ketika kita terus maju, melangkah dan terus melangkah semakin besar, saat itu pula kita sudah menjadi pemenang, setidaknya untuk diri sendiri.

SOLERAM

Gambar
What you think at first time, if you hear 'Soleram'? Yups! Indonesia traditional's song. This song from Riau, the little island in Indonesia. Do you know what the purpose in that song? Let's find out! Soleram.. soleram. Soleram anak yang manis. Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium merahlah pipinya. That is one of lyrics, when have a messege to child for keep her respect, keep her self,  and maintain 'shy' for her culture. Sebagaimana firman Allah Swt  قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ Artinya : "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (An-Nur : 30)

Choice and Change

Gambar
Hallo!!! Happy New Year 2015.. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di penghujung tahun dan kembali mengawali tahun yang baru. Mari kita ucapkan alhamdulillahirabbil a'lamin dan bismillahhirrahmannirrahim untuk mengawali tahun ini. Semoga berkah dan nikmat tahun kemarin bisa kita rasakan kembali di tahun sekarang. Amiin.. Oke untuk postingan pertamaku di tahun ini aku ingin me-review resolusiku di tahun 2014 dan membuat resolusi baru untuk 2015 mendatang. Sengaja aku mengambil judul Choice and Change karena bagaimana pun ini adalah sebuah pilihan, dan saat kita memilih dan memutuskan saat itulah adanya sebuah perubahan. Perubahan menjadi lebih baik tentunya. Tidak semua resolusiku akan kubahas, hanya beberapa saja yang menurutku memberikan perubahan besar dalam hidupku.

Menangislah

Gambar
Ah hai, sudah lama sekali aku tak menulis lagi di blogku ini. Setelah sekian banyak tugas sekolah aku kerjakan dan sederet jadwal kegiatan yang alhamdulillah dapat kulaksanakan. Tak sabar sebenarnya aku ingin banyak bercerita. Menuliskan apa yang tidak bisa aku ceritakan melalui mulut. Menulis, menulis, dan menulis. Itulah hal inti dan pamungkas jika aku tak tahu bagaimana lagi cara mengungkapkan perasaan dan pemikiranku. Entah hal apa yang membuatku memilih kata "menangislah" sebagai judul postingan pertamaku (lagi) ini. Mungkin karena aku terlalu rindu; rindu menulis, rindu pada hal yang tak bisa kugapai, atau mungkin karena jiwaku sudah mulai lelah untuk berpura-pura kuat dihadapan semua orang yang kusayangi. Bisa saja bukan? Menangis, semua orang bisa melalukannya. Seorang jagoan saja pasti pernah menangis, begitu pula denganku. Satu pertanyaan yang ingin sekali aku tahu, "mengapa menangis?". Pertanyaan itu sangat jelas maksudnya, jangankan karena ...

Apapun itu

Hanya ikan mati yang akan mengikuti aliran sungai. Karena dia sudah kehilangan segalanya, jiwa serta ruhnya sudah tidak berada lagi dalam jasadnya. Hal itu bukanlah sebuah priadi diriku. Bukan sama sekali. Namun, aku pun haris seperti daun yang tak pernah marah pada angin. Menerima pada semua keadaan, memahami dengan pemahaman yang benar, dan bersyukur dengan semua yang diberikan, dimiliki. Tapi untuk sekarang, dimana aku selalu menjadi ikan yang tak mengikuti arus air, bahkan menentang arus sungai, sepertinya harus mencoba menjadi sebuah daun yang selalu menerima semua keadaan dan itu sama dengan aku harus menjadi ikan mati tak berguna (mungkin). Kakakku pernah bilang.. "Jika Tuhan memberikan kesempatan hidup pada seluruh manusia selama 100 hari, maka aku akan meminta pada Tuhanku agar aku hidup selama 99 hari. Bukan karena aku bosan hidup di dunia, atau aku lelah dengan semua persoalan dunia, namun karena aku tidak mau meraskan sebuah kehilangan, satu detik pun. Du...

Ketika Sang Pemimpi Menuliskan Mimpi

Kau pernah bca novel 'Sang Pemimpi' milik Andrea Hirata? Ini adalah kisah seorang pemimpi sejati. Tak ada waktu yang terlewatkan sedetik pun, sampai mimpi-mimpinya inilah yang menjadi alasannya berhenti sekolah. Dia seorang gadis, periang, banyak teman, dan pastinya dia sangat hobi berkhayal. Banyak orang yang menghujaninya dengan berbagai cacian, namun dia tak pernah peduli. Orang tuanya pun sudah tak tahu lagi harus bagaimana mengadapi anak gadinya itu. Jika kau berpikir siapa sia? Mengapa sampai begitu? Memangnya mimpi apa yang dia perjuangkan? Sebuah cinta 'kah? Ya, bisa jadi. Semenjak dia berhenti sekolah, jelas teman-temannya begitu kehilangan soso sepertinya. Selalu menghibur, selalu terlihat tenang dan santai. Banyak orang yang menyukainya, tapi tak sedikit pula orang yang tak menyukainya. Tapi dia selalu bersikap tenang, tak pernah menghujat kembali hanya untuk memuaskan emosinya, dia bahkan tak pernah marah sama sekali. Banyak orang bertanya apa itu ...