Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Untuk kalian, adik terkasih

Gambar
Duh adikku terkasih, sungguh jika suatu saat kakakmu mendapat sebuah kesalahan, tergurlah dengan kata yang baik dan pelan. Duh adikku terkasih, sungguh jika ada salah kata dari kakakmu ini, berilah tahu dia bahwa kau tak enak dan tak berharap kata-kata itu muncul dan terdengar di telingamu. Duh adikku terkasih, jika saat kakakmu berbicara lantang dan mengoceh padamu, sungguh itu bukanlah sebuah kebencian. Namun itu adalah sebuah kasih sayang yang tak dapat dibendung lagi. Duh adikku terkasih, sungguh kakakmu ini bukanlah guru bahkan seorang dewa yang harus selalu kau puja dan hormati. Satu yang kakak mau, jadilah seorang pemimpin untuk dirimu sendiri. Kakak percaya, suatu saat nanti kau bisa memimpin negara yang haus akan sebuah keadilan ini. Duh adikku terkasih, semoga kau paham dan mengerti akan semua yang kakak utarakan. Kakak bukanlah apa-apa tanpa kalian. Duh adikku terkasih, dengan senyummu dunia kakak sangatlah berwarna, dengan tawamu udara ini begitu m...

Tak Sekedar Seorang Teman

Gambar
Dear Yhora, Wanita perkasa yang (masih) memiliki hati. Duh yhor, sungguh aku tak pernah terpikir akan menjadi temanmu. Bahkan sampai dekat dan menjadi teman curahan hati. Aku masih ingat ketika pertama kali mendengar namamu dari teman. Kalau tidak salah saat itu ada pertandingan olahraga se-kabupaten di kota kita. Tak kusangka, saat aku mengunjungi salah satu pertandingan bela diri lebih tepatnya beladiri  Tarung Derajat AA Boxer  aku mendapatkan berita tentang sosokmu. Ternyata kau seorang atlit dan saat itu juga terbesit dalam pikiranku bahwa usiamu lebih atas dariku. Terbayang dengan jelas sekali badanmu yang gagah, karena kau seorang petarung. Dan yang mungkin akan membuatmu tertawa adalah aku pikir kamu adalah sosok wanita yang perkasa dan tak mau tahu tentang seorang laki-laki. Tak lama dari pertandinganmu usai, organisasi yang aku ikuti mengadakan sebuah pelantikan untuk anggota baru. Termasuk aku. Benar ternyata, dunia memang selebar daun kelor. Saat aku da...

Buat yang katanya punya tugas

Nilai Makna : Gagasan atau patokan dalam diri setiap manusia mengenai hal-hal atau suatu yang baik dan buruk. Sesuatu itu dapat berupa benda, orang, tindakan, pengalaman, dan sebagainya. Ciri-ciri : Terbentuk melalui proses belajar dan pengalaman, Memiliki pengaruh yang berbeda disetiap orang, mempengaruhi diri dalam sosial, berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan dalam bersosialisasi. Sifat :  Normatif (mengandung harapan),  realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia,  berfungsi sebagai daya dorong/motivator. Karakteristik : Kualitas abstrak, melekat pada objek, sepihak, ada dalam diri setiap orang. Norma Makna :  Aturan yang memiliki sanksi bertujuan untuk mendorong setiap masyarakat agar taat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama serta mencapai nilai-nilai sosial yang ada. Ciri-ciri  : Tidak tertulis (lisan), Hasil kesepakatan masyarakat, Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya, Apabila norma dilanggar, bagi pelang...

Akhir Sebuah Cerita Cinta

Kita tidak pernah tau bagaimana cinta memulai. Bahkan untuk mengartikannya pun kita masih tak kuasa. Yang pasti kekuatan sebuah cinta selalu menggetarkan seantero tubuh, membekukan sebuah rasa, mematungkan segenap jiwa. Tapi terkadang kita sering terjerat dalam sebuah kepekatan cinta. Saat kita tafsir bahwa cinta bisa membahagiakan, namun yang sering terjadi tak seperti yang diharapkan. Aku sering tertawa jika melihat seorang yang sedang dirundung cinta. Sungguh terlihat konyol dan lucu sekali dimataku. Terlebih melihat teman yang sama sedang dirundung masalah cinta, bagiku bagaikan melihat stand up comedy love secara langsung. Tingkah laku mereka seperti salting , senyum-senyum sendiri, sering nglamun sendiri, waktu habis sama ng-stalk TL gebetan daaan banyak lagi. Hahaha geli sendiri rasanya. Tetapi aku terkadang bingung juga. Banyak teman yang bercerita tentang cinta, namun sepertinya mereka belum mengetahui secara pasti apa itu memang sebuah cinta atau hanya kagum semata....

Bolehkan Aku Mengoceh?

Untuk si tukang ngatur yang selalu sukses membuatku kesal tak tertahan. Sudah dua tahun kita bersama, usiamu yang terpaut sangat jauh denganku dan kedudukanmu sebagai seorang pembina sering kali membuatku kesal karena sifatmu yang terlalu mengatur. Memang, semua ide-idemu sering kali membuatku terkagum-kagum dan strategi-strategi yang kau buat selalu  goal. Tapi jujur, aku sangar risih akan semua itu. Kau selalu membuatku merasa minder dan  ciut.  Pribadimu sudah sangat dewasa, pengetahuanmu pun jauh lebih luas dibandingkan denganku. Aku sungguh ingin mengoceh tentang dirimu sekarang juga. Sulit memang untuk menceritakan ini semua, tapi ini adalah sebuah keharusan. Duh sayang, semoga kau tak keberatan dengan ocehanku ini. Kau memang pandai, kau jenius, kau memiliki karisma yang selalu membuat semua orang segan untuk memperhatikan dan mengikuti semua perintahmu. Aku sangat cemburu dengan semua yang kau miliki. Tapi sungguh! Kau tak pernah mengerti akan inginku,...