Menangislah
Ah
hai, sudah lama sekali aku tak menulis lagi di blogku ini. Setelah sekian
banyak tugas sekolah aku kerjakan dan sederet jadwal kegiatan yang
alhamdulillah dapat kulaksanakan. Tak sabar sebenarnya aku ingin banyak
bercerita. Menuliskan apa yang tidak bisa aku ceritakan melalui mulut. Menulis,
menulis, dan menulis. Itulah hal inti dan pamungkas jika aku tak tahu bagaimana
lagi cara mengungkapkan perasaan dan pemikiranku. Entah hal apa yang membuatku
memilih kata "menangislah" sebagai judul postingan pertamaku (lagi)
ini. Mungkin karena aku terlalu rindu; rindu menulis, rindu pada hal yang tak
bisa kugapai, atau mungkin karena jiwaku sudah mulai lelah untuk berpura-pura
kuat dihadapan semua orang yang kusayangi. Bisa saja bukan? Menangis, semua
orang bisa melalukannya. Seorang jagoan saja pasti pernah menangis, begitu pula
denganku.
Satu
pertanyaan yang ingin sekali aku tahu, "mengapa menangis?". Pertanyaan
itu sangat jelas maksudnya, jangankan karena melihat orang lain menangis, saat
aku menangis pun terkadang aku tak tahu apa alasanku menangis. Ajaib memang,
jika memang karena lelah dengan semua permasalahan sebenarnya aku masih bisa
tanpa harus menangis, namun entah alasan mendasar apa yang harus membuatku
menangis. Dimana aku bukanlah orang yang mudah menangis dan menyerah begitu
saja. Akhir-akhir ini aku mudah sekali menangis, sekali merasa capek dengan
keadaan rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya. Lelah, mungkin itulah alasan
yang paling bisa menjawab semua pertanyaanku.
Hidup memang tak akan berhenti selama kita masih bisa bernafas, selama kita masih berpikir, dan selama waktu masih dapat terhitung. Lelah itu hal yang lumrah, karena itu mengartikan bahwa kita masih hidup. Sebenarnya hidup pun tak rumit, hanya kita saja yang merumitkannya dengan rencana yang tak terlaksana, dengan janji yang tak ditepati, dan dengan tidak bersyukur akan semua yang Tuhan berikan. Namun begitulah adanya, kembali pada hakikat manusia yang sebenarnya. Tak hanya diberi nafsu, namun diberi pula akan, tak hanya diberi kesempurnaan, namun diberu pula kekurangan. Sesempurna apapun kita, sesuci apapun kita, tetaplah manusia adalah tempatnya kesalahan.
Lelah
saja memang tak masalah, namun akan menjadi masalah jika lelah itu membuat kita
menjadi manusia yang putus asa atas segala yang terjadi. Lelah memang selalu
membuat kita tak bersemangat untuk kembali melanjutkan perjalan hidup. Namun
satu hal yang bisa membuatku bisa melepaskan lelah yang menjadi beban jiwa ini
yaitu, menangis. Ya.. menangislah. Menangis sampai kamu merasa tak ada lagi
beban dalam dirimu, habiskan semua air mata agar tak ada lagi alasan untuk
merasa lelah dan menyerah begitu saja. Menangislah, nikmatilah tangisanmu,
buang semua kekesalah dan rasa lelah, jika memang menangis adalah hal yang bisa
membuatmu lebih baik.
Menangislah...
kata yang sederhana namun bisa memberi rasa kenyamanan.
Menangislah...
satu kata namun memberikan banyak kesempatan.
Menangislah...
lemah, namun itu adalah adalah dasar kekuatan untuk tetap tegar dan semangat.
Menangislah...
Menangislah...
Menangislah...
saat kamu tak dapat lagi berkata.
Menangis,
saat hati tak dapat lagi membendung perih, saat jiwa merasa kecewa, saat raga
lelah dengan semua keadaan, saat pikiran risau, saat mulut tak lagi
didengarkan, saat tangan tak bisa lagi menulis, saat kaki tak dapat berlari
sekencang mungkin, dan saat semua tak bisa diungkapkan. Percayalah, saat itu
Tuhan mendengarkan semua keluhanmu, ceritakan semua kesulitanmu, mintalah
pertolongan terbaik dari-Nya, mintalah kembali jiwa raga yang lebih sehat, hati
yang selalu senang dan menjadi hamba yang selalu bersyukur atas semua yang
dimiliki. Mintalah hati yang lebih kuat, hati yang tetap lapang saat masalah
datang, dan hati yang tetap rendah hati saat mendapat kemenangan.
Menangis
saja memang tak menyelesaikan masalah, namun setidaknya dengan menangis jiwa
menjadi lebih tenang. Karena menangis mencuci kekotoran hati dan kesalahan
diri. Karena Tuhan menciptakan air mata agar resahmu usai, because some time tears
can express feeling easier than word and tears are words the heart can't say.
Menangislah…

Komentar
Posting Komentar