Postingan

Cerita Bapak Dalam Film

“Walaupun telah tiada,  bapak akan selalu ada” – kalimat pembuka  dalam undangan Gala Premier  film Sabtu Bersama Bapak tanggal 2 Juli 2016 kemarin di CGVblitz Mall Bandung (BEC). Untuk kesekian kalinya cerita dalam novel diangkat menjadi sebuah film. Dari salah satu novel bestseller karya Aditya Mulya, Sabtu Bersama Bapak. Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa dan Aditya Mulya sebagai penulis skenario, serta para casting dalam film ini – Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin C. Putra, Acha Septriasa, Deva Mahenra, Sheila Dara Aisha, Ernest Prakarsa, Jennifer Karnelita, Rendy Kjaernet, Tutti Kembang Mentari, Farras Fatik dan Tri Yudiman. Penasaran dengan acting para casting? Nonton filmnya! Pengangkatan tema cerita yang sederhana namun dapat mengemas cerita menjadi luar biasa, dimana cerita dibuka dengan persoalan klasik sebuah keluarga. Sang Bapak yang diperankan oleh Abimana Arya Satya, divonis kanker dengan ancaman kematian (lagi-lagi, penyakit yang menjadi tr...

[Review Buku] Sabtu Bersama Bapak Karya Adhitya Mulya

Ketika malam dua tahun yang lalu, saya sedang asyik membaca lini masa di twitter, ada beberapa penerbit yang sedang membahas buku terbitan terbarunya. Judulnya yang cukup menarik membuat saya ingin mengikuti setiap tweet yang sedang membahas beberapa inti cerita dalam bukunya. Sabtu Bersama Bapak, merupakan novel kelima karya Adithya Mulya. Recommended. Langsung saya tulis di list buku-buku yang ingin saya beli. Kalau sedang beruntung dapat hadiah dari kuis, saya tidak perlu mengeluarkan tabungan untuk membeli. Tapi jarang sekali, belum pernah bahkan. But, ya bawa senang saja. Nambah-nambahin tweet, hehe. Well, ceritanya setelah satu tahun berlalu dari malam itu, saya pergi ke toko buku di Bandung—kebetulan saat itu saya sudah kuliah di Bandung, berniat membeli beberapa buku untuk kuliah dan salah satu novel Kang Abik yang sudah saya cari dari kapan tahun. Saat menuju tempat kasir, tidak sengaja ada cover novel yang lucu namun sederhana, warnanya yang mencolok membuat langkah ka...

Surat Untuk Ibu?

Bandung, 22 Desember 2015 Teruntuk ibu yang selalu aku banggakan. Hidup di perantauan, jauh dari pengawasan ibu bukan lagi hal yang aneh untukku. Bahkan aku sudah pernah membayangkan bagaimana rasanya jika hidup jauh dari orang tua, tidak ada omelan, tidak ada perintah dan terlebih tidak ada “ceramah” yang sering kali membuat mulutku menggerutu dan  mengundang kantuk. Bebas dan aku bisa melakukan semua yang aku inginkan. Menjadi manusia seutuhnya, yang belajar dengan dirinya sendiri, mengatur semua hidupnya sesuai dengan apa yang akan aku tuju, kalau kata kakak masa ini adalah pendewasaan diri. Masa dimana aku bisa mencari jati diri, mengetahui apa yang belum aku ketahui, dan mencoba apa yang belum aku lakukan. Berbeda dengan sekarang, aku hidup sendiri, ya, sendiri— hanya Allah Swt yang menemani. Kondisi seperti ini bukanlah yang aku harapkan. Semua kulakukan sendiri, sepi dan hampa sekali rasanya. Tak ada yang memperhatikan setiap kegiatanku. Aku tak lagi mencium wangi ...

Happy Bornday dear BigBro

Gambar
Ini adalah aku dan kakak ke-dua-ku. Foto ini diambil bapak saat hari pertama aku masuk SD. Saat itu kakakku sudah kelas VI, dia seorang atlet Tenis meja, makanya dia tinggi. Hallo.. Assalamu'alaikum, Ong.. Bagaimana kabarmu? Apa sudah seminggu kita tidak berjumpa? Aku lupa kapan terakhir kita bertemu, tapi belum lama sepertinya. Ah ya, aku dengar dari ibu kalau kamu sedang menjalani ujian ya? Makanya kamu tidak pernah terlihat lagi di rumah, dimana sering kali kamu menyuruhku untuk membelikanmu makanan keluar. Kamu pergi belajar tanpa sepengetahuanku rupanya. Tapi semoga ujianmu dan perjalanmu dilancarkan oleh Allah Swt ya.. Oh ya Ong, apa kamu masih ingat kapan terakhir kamu mengajakku pergi bermain? Sudah lama pastinya, karena sepertinya aku bukan teman main yang asyik dibandingkan teman-temanmu itu. Tapi walaupun aku tidak se-asyik teman-temanmu itu, aku berjanji deh kalau nanti diajak lagi main mau belajar jadi teman mainmu yang asyik, biar kamu enggak kapok m...

Headquarters of Engineers [Edisi Ramadhan]

Gambar
Ayoo mana cari nama saya :D Assalamu'alaikum. Wr. Wb. Bagaimana puasa hari ke-3 nya? Semoga tetap lancar dan diberkahi oleh Allah Swt. Oke postingan saya kali ini untuk membayar janji dari postingan kemarin. Yups! Good news. Of course, my good news. Semoga menjadi kabar bahagia juga untuk kalian. Sebelumnya masih ingatkan saya pernah menulis tentang kuliah? Kalau belum, lebih baik baca dulu  ini deh . Alhamdulillah setelah sekian kegagalan yang saya hadapi kemarin, Allah Swt memberikan jalan dan harapan kepada saya dan keluarga. Dimulai dari tidak diterimanya saya di PTN jalur SNMPTN, lalu jalur PMDK IPB sampai tidak lolosnya saya di tes tulis STIS kemarin. Terlebih nilai ujian saya yang kurang memuaskan hati saya, dan kepergian kakek. Ya, itu cukup menjadi beban berat untuk saya saat itu, jujur memang sedikit sulit saya jalani. Walaupun tidak ada tekanan dan tuntutan langsung dari orang tua atau keluarga, namun tetap ada tekanan dari diri sendiri. Karena bagaimana pun, be...

Pesan Ramadhan 9 [Edisi Ramadhan]

Gambar
Assalamu'alaikum. Wr. Wb. Bagaimana kabarnya ya ukhty.. ya akhi.. Alhamdulillah Sidang Isbat kemarin malam sudah memutuskan bahwa hari ini adalah tanggal 1 Ramadhan, kita mulai berpuasa. Bagaimana puasa hari pertamanya? Semoga lancar ya. Btw, pasti perdana tawarih mesjid penuh ya? Ah pasti begitu, Alhamdulillah, rupanya Ramadhan masih menjadi bulan yang ditunggu-tunggu ummat muslim di dunia, begitu pula dengan saya, walaupun harus tarawih di teras mesjid, tapi InsyaAllah kekhusyukan masih terjamin. Postingan saya hari ini ingin membasah hal yang sama seperti  tahun kemarin . Ya! Kegiatan yang sudah rutin saya lakukan setiap Ramadhan tiba, pesantren kilat (read; selanjutnya "PasKil"). Alhamdulillah tahun ini PasKil yang saya ikuti sudah memasuki tahun ke 9. Memang sudah lama, dari mulai saya duduk di bangku SD dan ikut sebagai peserta didik, sampai sekarang, saya akan memasuki bangku kuliah dan menjadi pengajar serta panitia. Sama seperti tahun kemarin, saya k...

Marhaban Yaa Ramadhan [Edisi Ramadhan]

Gambar
The picture from google Assalamu'alaikum. Satu bulan kurang saya meninggalkan blog ini sepi tanpa ocehan ya. Semoga teman-teman tidak kesepian dan kapok ya untuk membaca semua curhatan dan ocehan saya hehe. Alhamdulillahirrabil A'lamin. Tak hentinya saya berucap syukur kepada Allah Swt, atas segala nikmat dan kebahagiaan yang saya dapatkan. Satu tahun lalu kita baru saja selesai menjalani ibadah puasa, alhamdulillah tahun ini kita kembali diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan penuh rahmat dan ampunan ini. Alhamdulillah sungguh tak sabar ingin segera menangisi semua dosa yang sudah dilakukan. Ramadhan bulan penuh keberkahan, ah rindu sekali dengan bulan ini. Waktu saatnya memperbaiki diri dan meraih kebaikan dalam beribadah. Seperti yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab, beliau mengatakan, حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ "Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan ...