Mempertahankan, haruskah?
Dalam
setiap hubungan, pasti selalu bertemu dengan yang namanya persoalan. Jika kita
tak bisa menempatkan sifat dan pikiran kita dengan baik, sering kali berakhir
dengan keputusan yang sudah jelas itu adalah luapan emosi saja. Kesal sekali
jika kondisi ini sudah menimpa. Apalagi jika pasangan kita tak bisa mengerti
keadaan kita. Sudahi saja atuu dipertahankan? Itu yang selalu menjadi
pertimbangan.
Sebagai
contoh kecil, kita memiliki pasangan yang protektif. Jika tidak sering
bertindak seperti itu, mungkin tidak akan terlalu menggangu, tapi bagaimana
jika itu tidak hanya sekali atau dua kali, namun setiap detik. Kesana nggak
boleh, kesini nggak boleh, mau apa-apain harus izin dulu (emangnya kantor
polisi). Risih yang ada. Jadi siapa yang salah? Menurutku tak ada yang bisa
disalahkan, karena keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan. Coba kita
berpikir untuk tetap positif, tenangkan pikiran kita, jangan terbawa emosi.
Mungkin pasangan kita bukan protektif, tapi dia kelewat sayang, dia khawatir
jika terjadi apa-apa pada kita. Selama itu baik dan tidak melenceng dari
persepsi kita, tak masalah bukan? Sekarang, mempertahankan atau mengikuti
ego kita? Haruskah?
Sekarang,
untuk kita dulu deh yang lagi sadar, yang lagi ngerti. Coba biarkan pikiran
kita tenang dulu, setidaknya tarik nafas dengan teratur. Mengalah apa
susahnya sih? Tak salahkan? Gengsi? Sekarang tanya sama diri kita
sendiri, 'nggak sayang sama hubungan yang sudah dibangun berlama-lama? Nggak
inget apa proses saat mendapatkannya? Nggak sayang emang sama orang yang selama
ini memberikan sedikit perhatiannya pada kita? Apa salahnya sih mengerti? Apa
salahnya sih bersabar? Apa salahnya sih mengalah? Mudahkan? Kalo memang
bener-bener sayang dia, kita mau jadikan dia sebagai teman hidup kita
selamanya, masa mau dibairin begitu aja? Nggak sayang? Oke, senyum dulu ya biar
tenang :)
Mengalah,
tak selalu berarti kita salah, tapi mengalah menandakan bahwa kita peduli,
mengerti, dan kita sayang pada pasangan kita. Sejelek apapun sifatnya, kita
harus yakin, kalo dia terbaik buat kita, anggap ibadah sajalah, semuanya pasti
akan lebih ringan. So, mempertahankan, haruskah? HARUS! :)
Komentar
Posting Komentar