Saat Mulut ini Tak Dapat Berkata
Di malam yang dingin.
Dengan berselimut kesendirian.
Kuterbangun menatap langit-langit kamarku.
Terlintas di benakku, sosok dirimu.
Yang selalu menemaniku menjemput pagi.
Yang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahari.
Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang.
Dan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang.
Semua itu kini tak dapat lagi kurasakan.
Karena saat ini ku jauh darimu.
Aku rindu dengan senyummu.
Aku rindu dengan kasih sayangmu.
Aku rindu denga belai lembutmu.
Aku rindu akan pelukmu.
Ku ingin kau tahu itu.
Kau selalu ada.
Disetiap hembusan nafasku.
Disetiap langkah kakiku.
Disetiap yang ku gapai.
Karena kau begitu berarti dalam hidupku.
Dengan berselimut kesendirian.
Kuterbangun menatap langit-langit kamarku.
Terlintas di benakku, sosok dirimu.
Yang selalu menemaniku menjemput pagi.
Yang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahari.
Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang.
Dan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang.
Semua itu kini tak dapat lagi kurasakan.
Karena saat ini ku jauh darimu.
Aku rindu dengan senyummu.
Aku rindu dengan kasih sayangmu.
Aku rindu denga belai lembutmu.
Aku rindu akan pelukmu.
Ku ingin kau tahu itu.
Kau selalu ada.
Disetiap hembusan nafasku.
Disetiap langkah kakiku.
Disetiap yang ku gapai.
Karena kau begitu berarti dalam hidupku.
Komentar
Posting Komentar