Tuhan, Aku Jatuh Cinta
Mungkin aku tidak mendapatkan
satu temanpun disini, melainkan sebuah keluarga...
Seperti ada euforia saat pertama kali mendapat ajakan seorang kakak kelas untuk mengikuti sebuah organisasi di sekolah. Tapi, tak ada sedikitpun rasa untuk masuk dalam organisasi yang mereka sebut Pramuka. Hal pertama yang terpikir adalah baris berbaris, panas-panasan, nyanyi-nyanyi ala anak TK, teriakan kakak-kakak yang membuat gendang telinga terganggu... Ah sudah, aku tak ingin membayangkannya lebih dalam.
Panggil saja kakak untuk perempuan yang satu ini. Aku tak akan menyebutkan namanya disini, yang pasti dia membuatku berani mencoba dunia baru ini. Dan melalui karya sederhana ini kupersembahkan salam hormat besarku padanya, semoga beliau sudi membaca tulisan ini. Entah kenapa aku menjadi tertarik untuk mencoba dunia yang sebenarnya sangat berbeda dengan passionku. Mungkin karena dia kaka kelasku dulu saat SD atau mungkin karena aku merasa terlalu dekat dengannya. Entahlah...
Sebenarnya enggan sekali aku masuk, tapi karena aku menghormatinya sebagai kakak dan salah satu ajaran Rasulullah untuk hadir saat mendapat undangan, aku hadir saat pertemuan yang entah membahas tentang apa. Aku hanya mengikuti dan menurut saja.
Singkat cerita, aku sudah banyak mengikuti kegiatan-kegiatan Pramuka yang sebenarnya aku tidak mengerti sama sekali. Memang saat aku duduk dibangku SD pernah mengikuti Pramuka, tapi sungguh ! Aku tak paham satupun materi tentang kepramukaan, karena di SD aku hanya diajarkan tentang baris berbaris dan bernyanyi-nyanyi diiringi tepuk tangan khas Pramuka.
Satu peristiwa yang aku ingat dan membuatku jatuh cinta. Ya, jatuh cinta ! Jatuh cinta pada Pramuka !Sinting kau !
Terserah ! terserah kau mau bilang apa. Aku takkan peduli. Yang pasti aku
sudah jatuh cinta. Peristiwa ini mereka sebut LatGab (Latihan Gabungan). Dan
hal yang membuatku jatuh cinta adalah :
Karya sederhana ini, kupersembahkan untuk keluarga kecilku yang sederhana tapi penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Selamat Ulang Tahun Ambalan Diponegoro Nyi Ageng Serang yang ke-29. Tak banyak yang aku harapkan dari keluarga kecil ini, dengan utuhnya kebersamaan dan persatuan kita, rasa syukur yang terus sesurat dalam tawa dan tangis kita, serta dzikir dan do’a yang selalu kita panjatkan kepada-NYA, sudah lebih dari cukup untuk melengkapi kekuranganku ini. Terimakasih untuk semua pelajaran dan pengalaman yang telah diberikan. Dan untuk negaraku tercinta, Indonesia. Patut bangga memiliki kita. Karena aku ataupun kamu bukan Indonesia, tapi KITA (PRAMUKA) INDONESIA ! MERDEKA 45’. Viva la untung #Salam Satu Semangat ! :D
Seperti ada euforia saat pertama kali mendapat ajakan seorang kakak kelas untuk mengikuti sebuah organisasi di sekolah. Tapi, tak ada sedikitpun rasa untuk masuk dalam organisasi yang mereka sebut Pramuka. Hal pertama yang terpikir adalah baris berbaris, panas-panasan, nyanyi-nyanyi ala anak TK, teriakan kakak-kakak yang membuat gendang telinga terganggu... Ah sudah, aku tak ingin membayangkannya lebih dalam.
Panggil saja kakak untuk perempuan yang satu ini. Aku tak akan menyebutkan namanya disini, yang pasti dia membuatku berani mencoba dunia baru ini. Dan melalui karya sederhana ini kupersembahkan salam hormat besarku padanya, semoga beliau sudi membaca tulisan ini. Entah kenapa aku menjadi tertarik untuk mencoba dunia yang sebenarnya sangat berbeda dengan passionku. Mungkin karena dia kaka kelasku dulu saat SD atau mungkin karena aku merasa terlalu dekat dengannya. Entahlah...
Sebenarnya enggan sekali aku masuk, tapi karena aku menghormatinya sebagai kakak dan salah satu ajaran Rasulullah untuk hadir saat mendapat undangan, aku hadir saat pertemuan yang entah membahas tentang apa. Aku hanya mengikuti dan menurut saja.
Singkat cerita, aku sudah banyak mengikuti kegiatan-kegiatan Pramuka yang sebenarnya aku tidak mengerti sama sekali. Memang saat aku duduk dibangku SD pernah mengikuti Pramuka, tapi sungguh ! Aku tak paham satupun materi tentang kepramukaan, karena di SD aku hanya diajarkan tentang baris berbaris dan bernyanyi-nyanyi diiringi tepuk tangan khas Pramuka.
Satu peristiwa yang aku ingat dan membuatku jatuh cinta. Ya, jatuh cinta ! Jatuh cinta pada Pramuka !
- Hanya aku yang ikut serta sebagai peserta, mewakili sekolah sendiri. Hal ini membuatku menjadi merasa tidak takut ! Aku keluar dari zona nyamanku selama ini.
- Aku berangka tanpa sepengetahuan orang tua, dan ini membuat ibukku datang mengunjungiku. Hal ini menyadarkanku bahwa orang tuaku ternyata masih peduli.
- Aku membacakan puisi didepan semua orang. Memang suaraku tak begitu terdengar dan aku membacakannya tanpa ekspresi serta gerakan. Tapi setidaknya aku bisa dan berani melalukannya.
- Banyak teman yang care padaku. Memiliki relasi dan kawan yang menyenangkan. Tak pernah sebelumnya aku merasakan euforia seperti ini.
*
Karya sederhana ini, kupersembahkan untuk keluarga kecilku yang sederhana tapi penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Selamat Ulang Tahun Ambalan Diponegoro Nyi Ageng Serang yang ke-29. Tak banyak yang aku harapkan dari keluarga kecil ini, dengan utuhnya kebersamaan dan persatuan kita, rasa syukur yang terus sesurat dalam tawa dan tangis kita, serta dzikir dan do’a yang selalu kita panjatkan kepada-NYA, sudah lebih dari cukup untuk melengkapi kekuranganku ini. Terimakasih untuk semua pelajaran dan pengalaman yang telah diberikan. Dan untuk negaraku tercinta, Indonesia. Patut bangga memiliki kita. Karena aku ataupun kamu bukan Indonesia, tapi KITA (PRAMUKA) INDONESIA ! MERDEKA 45’. Viva la untung #Salam Satu Semangat ! :D
Komentar
Posting Komentar