Wanita Cantik
Pertama mendengar namamu yang keluar dari mulut kakakku,
aku sungguh penasaran dengan sosokmu.
Mari kuceritakan tentangmu.
Namamu sangat cantik,
aku suka, dan sepertinya wajahmu memang secantik namamu.
Saat pertama bertemu,
kau memberiku senyum, oh manis sekali.
Matamu begitu indah,
sayang sekali jika aku tak menatapnya.
Parfummu begitu wangi,
menusuk hidungku, menarungi sel-sel labirinku.
Warna jilbab yang kau pakai begitu kontras dengan warna kulitmu.
Kau wanita shalehah ternyata.
Larik katamu, sungguh rapi.
Mataku tak henti melihat sosokmu,
bergantian. Antara mata dan mulut.
Oh sungguh, mulutmu sangat menggoda imanku.
Kau tahu?
Sepertinya aku jatuh cinta padamu.
Tapi tak mungkin.
Kau kekasih dari kakak priaku,
dan kita sama; Perempuan
aku sungguh penasaran dengan sosokmu.
Mari kuceritakan tentangmu.
Namamu sangat cantik,
aku suka, dan sepertinya wajahmu memang secantik namamu.
Saat pertama bertemu,
kau memberiku senyum, oh manis sekali.
Matamu begitu indah,
sayang sekali jika aku tak menatapnya.
Parfummu begitu wangi,
menusuk hidungku, menarungi sel-sel labirinku.
Warna jilbab yang kau pakai begitu kontras dengan warna kulitmu.
Kau wanita shalehah ternyata.
Larik katamu, sungguh rapi.
Mataku tak henti melihat sosokmu,
bergantian. Antara mata dan mulut.
Oh sungguh, mulutmu sangat menggoda imanku.
Kau tahu?
Sepertinya aku jatuh cinta padamu.
Tapi tak mungkin.
Kau kekasih dari kakak priaku,
dan kita sama; Perempuan
Komentar
Posting Komentar