Untuk Ibu, di hari ibu yang sudah terlewat
Seberntar lagi hari ibu.
Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut hari ibu?
Atau mungkin kalian tak mengingatnya sama sekali?
Oh sungguh malang sekali.
Mungkin untukku, tak akan ada yang spesial.
Namun sangat sederhana dan cukup membuatku bahagia.
Aku mencintai ibu,
walau sering kali ibu menjengkelkanku, lebih tepatnya aku yang menjengkelkan ibu.
Aku mencintai ibu,
walau tak banyak sifat atau selera yang sama.
Aku mencintai ibu,
walau sering kali kami cekcok setiap malam karena berebut channel TV.
Aku masih mencintai ibu,
walaupun rambutnya sudah memutih, giginya kuning-kuning, tetenya kempes, bahkan tak punya apa-apa.
Aku tetap mencintai ibu.
Namun sayang, ibu tak pernah mengetahui seberapa besar aku mencintainya.
Aku tak berani untuk mengungkapkannya.
Semoga kau tak seperti aku, pengecut yang tak punya nyali.
Bahkan untuk menyatakan kasih sayang dan cinta.
Selamat Hari ibu.
Aku sayang ibu.
Bagaimana menurutmu? :)
Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut hari ibu?
Atau mungkin kalian tak mengingatnya sama sekali?
Oh sungguh malang sekali.
Mungkin untukku, tak akan ada yang spesial.
Namun sangat sederhana dan cukup membuatku bahagia.
Aku mencintai ibu,
walau sering kali ibu menjengkelkanku, lebih tepatnya aku yang menjengkelkan ibu.
Aku mencintai ibu,
walau tak banyak sifat atau selera yang sama.
Aku mencintai ibu,
walau sering kali kami cekcok setiap malam karena berebut channel TV.
Aku masih mencintai ibu,
walaupun rambutnya sudah memutih, giginya kuning-kuning, tetenya kempes, bahkan tak punya apa-apa.
Aku tetap mencintai ibu.
Namun sayang, ibu tak pernah mengetahui seberapa besar aku mencintainya.
Aku tak berani untuk mengungkapkannya.
Semoga kau tak seperti aku, pengecut yang tak punya nyali.
Bahkan untuk menyatakan kasih sayang dan cinta.
Selamat Hari ibu.
Aku sayang ibu.
Bagaimana menurutmu? :)
Komentar
Posting Komentar