Happy Birthday Big Sister!

Garut, 22 Desember 2014
Pukul 00.23 WIB

Hallo..
Sepertinya aku bingung harus memulai kalimat dari mana, yang pasti ini untuk kedua kalinya aku bangun sepagi ini hanya untuk sekedar melakukan hal yang sama 2 hari yang lalu. Kau tahu apa maksudku? Ya.. ya… ya… kau pasti sudah bisa menebak apa yang kumaksud karena aku sudah menjelaskannya dalam judul postinganku kali ini. Bukan.. bukan maksudku hanya untuk sekedar memenuhi postingan di blogku karena memang untuk beberapa waktu ini jarang aku rawat. Tujuanku hanya satu, mendoakan.

Entah kapan kita dipertemukan, entah kapan kita berkenalan, dan entah kapan kita diberikan benang merang oleh Allah Swt untuk menjalin silaturahmi ini. Mungkin tiga tahun yang lalu, tepat malam itu saat adzan Asar bekumandang. Ada seorang perempuan berjilbab datang kerumahku bersama dua orang teman perempuannya yang lain, yang diperlalukan bak tamu istimewa oleh kakak lelaki keduaku. Entahlah apa itu istimewa atau tidak, namun yang pasti bagiku saat itu tak pernah sebelumnya kakakku membawa tamu perempuan berjilbab, terlebih saat itu dia meminjam mukenaku untuk kau gunakan. Dimana biasanya dia membawa konco-konco lelakinya yang hanya bisa membuat rumah penuh dengan kepulan asap rokok. Namun saat kau datang itu adalah hal yang tak lumrah. Sontak aku terkejut dan tak sedikit bertanya.

Tak terduga, ternyata pertemuan kita sore itu membawa kita sampai pada waktu ini, tiga tahun yang tak terasa. Kukira kau bukan perempuan yang sengaja Allah Swt kirimkan pada keluarga kami, karena saat kau datang aku sedang tak ingin sama sekali diganggu apalagi disuruh untuk menjamu tamu. Namun sekarang itu adalah hal yang sangat aku sesali dalam hidup, karena tepat saat liburan sekolahku tiba, Allah Swt memberikan benang merah lain untuk kurajut. Mimpiku memiliki kakak perempuan selama ini terpenuhi, walaupun tak satu rahim denganku namun aku sangat menikmati hubungan ini. Nyaman dan seru.

Oke kembali pada tujuan awalku, mendoakan orang yang kita sayangi bukan berarti kita harus memberitahunya secara langsung, bukan? Menurutku tak perlu aku terlalu eksplisit mengucapkan selamat padamu, tak perlu aku mengumbar bahwa aku mendoakanmu untuk pertambahan usiamu ini. Namun tujuanku menuliskan ini hanya satu, aku ingin belajar dan mencoba mengungkapkan apa yang tak bisa mulutku ucapkan, aku ingin mencoba mencurahkan rasa dan perasaan yang tak bisa aku jelasakan. Hanya satu, ini adalah media yang sangat aku andalkan dalam hal ini.

“Selamat Ulang Tahun Kakak Perempuanku, semoga kau tetap sehat dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Kau adalah perempuan yang aku sayangi selain ibuku, bagaimanapun dirimu, bagaimanapun keadaanmu, dan bagaimanapun keadaan kita, kau tetaplah menjadi kakak perempuanku. Hiduplah dalam dirimu sendiri, sehat selalu dalam jiwamu, dan tetap senanglah dalam hatimu. Cari yang terbaik untuk dirimu, pancarkan sinarmu pada kakakku, agar dia pun ikut bersinar denganmu. Hanya ini aku lakukan, maaf jika kau merasa kecewa padaku karena aku tak bisa memberimu hal yang istimewa, karena bagiku mengenalmu, menyayangimu itu adalah hal yang lebih istimewa dalam hidupku. Be happy, be strong, and be pretty, Big Sis.”

By the way, ini adalah fotoku bersama perempuan yang tadi kuceritakan.
Fury Indra Pratiwi, namanya. Foto ini diambil tepat pada ulang tahunnya waktu 2013.
 Kebetulan dia sedang ada di Garut dan kami menyempatkan untuk berjalan-jalan dan berfoto bersama.


Salam Hangat,


Trias Amalia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah