Choice and Change
Hallo!!!
Happy New Year 2015..
Alhamdulillah akhirnya sampai juga di penghujung tahun dan kembali mengawali tahun yang baru. Mari kita ucapkan alhamdulillahirabbil a'lamin dan bismillahhirrahmannirrahim untuk mengawali tahun ini. Semoga berkah dan nikmat tahun kemarin bisa kita rasakan kembali di tahun sekarang. Amiin..
Oke untuk postingan pertamaku di tahun ini aku ingin me-review resolusiku di tahun 2014 dan membuat resolusi baru untuk 2015 mendatang. Sengaja aku mengambil judul Choice and Change karena bagaimana pun ini adalah sebuah pilihan, dan saat kita memilih dan memutuskan saat itulah adanya sebuah perubahan. Perubahan menjadi lebih baik tentunya. Tidak semua resolusiku akan kubahas, hanya beberapa saja yang menurutku memberikan perubahan besar dalam hidupku.
Bisa membukukan salah satu karyaku merupakan resolusi besarku di tahun 2014. Berawal dari timeline di twitterku, aku mendapatkan informasi lomba menulis cerpen yang diadakan oleh Kak Petty Fathia. Dengan niat mencoba dan berusaha, aku mengikuti lomba itu. Ada beberapa kategori yang bisa kupilih sebagai tema untuk cerpenku, dan aku memilih kategori Fall In Love, dan cerpen itu harus berdasarkan pengalaman sendiri atau kerabat lain. Tak perlu waktu lama, akhirnya cerpenku selesai. Dengan segenap semangat dan optimisme aku kirim cerpenku.
Sebenarnya aku tidak terlalu berharap besar karyaku bisa terpilih, namun itu bukanlah kepribadianku. Dreams, action, try, try, and try. Itulah prinsipku. Tepat tanggal 23 Maret 2014, saat aku masih ada kegiatan di sekolah, aku mendapatkan SMS dari nomor yang tidak aku ketahui, dan apa kalian tahu? KARYAKU TERPILIH!!! *horeeeeeeeey*
Walaupun bukunya belum rampung dan sampai ketanganku, tapi aku akan tetap menunggu sampai karyaku ada dalam genggaman. Membuktikan pada semua orang yang mengejekku jika aku menulis yang katanya menghabiskan waktu percuma, lebih baik fokus belajar dan have fun bersama teman-teman. But, I don't care about that! And yipiiiiiieee ini dia cover buku Antologi All About Love. Dan satu lagi, aku ingin berterima kasih sekali kepada Kak Petty Fathia karena sudah mengadakan lomba ini. Ahhh thank you so much, Kak!^^
![]() |
| Buku Antologi All About Love |
Pemimpin, sifat ini sudah pasti ada dalam diri setiap manusia. Karena bagaimana pun kita harus bisa menjadi pemimpin untuk diri kita sendiri. Minimal kita bisa membawa diri kepada hal yang lebih baik dan memilih jalan hidup kita sendiri. Begitu pula denganku, sekarang usiaku sudah mencapai 17 tahun. Menurutku usia ini adalah waktu yang seharusnya aku bisa mematangkan pribadi sendiri. Begitu pula pemimpin untuk adik-adikku di organisasi, memang tidak hanya satu organisasi yang aku ikuti. Namun tak mungkin jika aku harus memimpin keduanya, karena menurutku pemimpin tidak selalu harus menjadi 'ketua' namun pemimpin adalah dia yang bisa memimpin dirinya sendiri dan saudara-saudaranya.
Alhamdulillah setelah dua tahun lebih aku mengikuti organisasi di sekolah, sekarang waktunya aku menggantikan kakak-kakakku yang sebentar lagi akan meninggalkan sekolah. Diperlukan regenerasi untuk kepengurusan organisasi selanjutnya, dengan tujuan mempertahankan persatuan sampai masa depan. Tepat tanggal 25 Januari 2014, aku diamanahkan menjadi ketua di salah satu organisasi yang aku ikuti. Sebenarnya aku tidak terlalu berharap untuk hal ini, karena akan berat sekali tanggung jawab yang diemban. Namun semoga dengan dipilihnya aku organisasi ini bisa menjadi lebih baik dan begitu pula padaku, semoga aku bisa tetap amanah untuk menjaga kepercayaan kakak-kakakku. Amiin.
Tak terasa, sudah satu tahun lebih aku mengabdi sebagai ketua, sekarang saatnya aku memberikan kepercayaan ini kepada adik-adikku. Alhamdulillah pula, sebagian program kerja yang aku rencanakan terlaksana dengan baik. Dan tak kusangka juga kami bisa merasakan kembali euforia menjadi pemenang. Untuk adik-adikku, kakak percayakan keluarga kecil ini kepada kalian. Kakak yakin kalian bisa membuat keluarga ini lebih baik dari kakak. Amiin. Salam rindu, salam sayang, salam semangat, dan Salam Pramuka!
3. Mengajar
Belajar dan mengajar. Tak akan ada habisnya sampai dunia ini berakhir, karena itulah tugas seorang manusia di dunia selain beribadah kepada Allah Swt. Memang resolusi ini terdengar ringan, namun aku sangat mengapresiasi orang yang bisa sukses mengajar anak-anak. Inilah salah satu mimpi terbesarku juga, mencerdaskan anak-anak Indonesia untuk masa depan negara ini yang lebih baik. Dan alhamdulillah setelah bertahun-tahun aku ingin bisa mengajar, setidaknya aku bisa memberikan pengetahuan dan kemampuan yang kumiliki, aku sekarang mengajar di sebuah madrasah di dekat rumah. Ya, walaupun hanya seminggu satu sampai tiga kali aku mengajar, namun aku sangat merasakan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri saat berada di sekeliling mereka.

Komentar
Posting Komentar