Postingan

Air Mata Keberkahan

Setiap hamba Allah pasti pernah menangis, meneteskan air mata saat merasa sedih atau terharu. Buliran air yang melintasi kedua pipi ini juga sering menitik karena rasa syukur kita akan karunia Allah yang tak berbata s. Di setiap tetesnya mengandung rembesan hikmah bagi mereka yang meneteskan karena Allah, bahkan tetesannya dapat menjadi penyebab keberkahan hidup kita. Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa ada dua tetesan yang dibanggakan dan kelak akan menjadi saksi di hari pengadilan. Kedua tetesan itu adalah tetesan darah syuhada yang wafat karena menegakkan agama Allah dan tetesan air mata karena bertaubat kepada Allah. Di sisi lain, ternyata masih ada banyak air mata yang dapat mengundang keberkahan Allah bagi hidup kita. Dalam kesempatan ini, kita akan mengenali beberapa jenis air mata yang mengundang akan keberkahan tersebut. Pertama, air mata yang terjatuh karena rasa cinta, takut, dan rindu kepada Allah Swt. Tetesan air mata ini...

Sweet Seventeen

Gambar
Happy Birthday to me... Happy Bestday to me.. Happy Birthday.. Happy Bestday.. Happy Bigday to me.. Alhamdulillah... Terimakasih ya Allah... Akhirnya tiba juga saatnya usia yang (dulu) sangat aku tunggu-tunggu, mungkin tidak hanya aku, tapi hampir setiap orang. Genap 17 tahun usiaku. Nambah tua saja ya. Atas dasar alasan apa usia ke-17 selalu paling ditunggu-tunggu? Mungkin salah satunya bisa dapat izin pacaran dari orang tua (jadul banget). 12 Maret 1997 up to 12 Maret 2014.. Jika kuingat kembali, setelah beberapa dekade yang aku lewati sungguh benar-benar proses alam dan kuasa Tuhan yang sangat Maha Mengetahui apa yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan. Trias Amalia Sugiharti. Nama ini seakan langsung melekat pada pribadiku, begitu pun sifat yang aku miliki sekarang. Ya, begitulah mungkin seharusnya. Mau tak mau, suka tak suka, harus tetap kutelan. Hebatannya waktu selalu sukses memberi aku kejutan disetiap detik yang aku lewati. Dari kecil, entah keindahan ...

Hitungan ke-25

Lapangan sekolah masih terlihat basah akibat diguyur hujan siang tadi. Aku disini masih asik melihatmu bermain basket. Keringatmu tak begitu kulihat jelas membasahi rambut dan wajahmu. Namun siluet wajahmu yang tersorot matahari sore begitu indah untukku. Oh Josh. “Ini” kusodorkan botol minum yang sengaja kubawa untukmu. “Makasih” kau mengambilnya dan duduk disebelahku. “I love you Josh” kutatap pria disampingku ini. Kau tak menjawab, asik menikmati jus yang kubuatkan untukmu. Kau seakan menganggapku tak ada disampingmu. Aku geram, namun aku sayang. Jus yang dia minum hanya tinggal setengahnya. Sepertinya kau sangat menyukainya. “20... 21... 22... 23... 24...” tinggal setetes lagi. Tubuhmu terjatuh. “25” hitungan ke-25, tak lagi terdengar nafasmu. Maafkan aku Josh. Diikut sertakan dalam #FF111 oleh  @RedCarra |  FF dengan topik 25 via  @siputriwidi

Untuk Ibu, di hari ibu yang sudah terlewat

Seberntar lagi hari ibu. Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut hari ibu? Atau mungkin kalian tak mengingatnya sama sekali? Oh sungguh malang sekali. Mungkin untukku, tak akan ada yang spesial. Namun sangat sederhana dan cukup membuatku bahagia. Aku mencintai ibu, walau sering kali ibu menjengkelkanku, lebih tepatnya aku yang menjengkelkan ibu. Aku mencintai ibu, walau tak banyak sifat atau selera yang sama. Aku mencintai ibu, walau sering kali kami cekcok setiap malam karena berebut channel TV. Aku masih mencintai ibu, walaupun rambutnya sudah memutih, giginya kuning-kuning, tete nya kempes, bahkan tak punya apa-apa. Aku tetap mencintai ibu. Namun sayang, ibu tak pernah mengetahui seberapa besar aku mencintainya. Aku tak berani untuk mengungkapkannya. Semoga kau tak seperti aku, pengecut yang tak punya nyali. Bahkan untuk menyatakan kasih sayang dan cinta. Selamat Hari ibu. Aku sayang ibu. Bagaimana menurutmu? :)

Sajian diketinggian 2665mdpl

Gambar

Senyum yang Indah

Malam masih begitu cerah, ya, rembulan kembali hadir setelah berminggu-minggu halaman rumahku basah dihujani. Dua minggu hampir, libur sekolah akan segera usai. Sekarang aku sedang duduk di meja belajarku, ya inilah aku. Walaupun sekolah libur, aku masih harus belajar. Ini salah satu hukuman dari bapakku karena peringkatku turun. Bapak memang orang yang keras dan disiplin, maklum dia merupakan pensiunan TNI dan sempat menjalani taruna selama berbulan-bulan di sebrang pulau kecil yang jauh kemana-mana. Aku masih terjaga didepan meja belajar, buku-buku dari mulai yang kecil sampai yang besar semua terbuka. Namun bukan buku-buku yang menjadi objek mataku, melainkan benda persegi panjang yang tipis dilingkari ukiran kayu dipinggirnya, berdiri setengah bersandar pada tembok dinding kamarku. Ya, itu sebuah foto yang sengaja kupajang dengan apik dan kusimpan di meja belajarku, untuk sekali-kali kulirik wajah lembutmu. Malam ini senyummu begitu terlihat lebih indah, entah kenapa. M...

Untuk malaikat-malaikat kecil yang tak satu rahim denganku

Dik, kelak saat kaka tak bersama kalian lagi, kaka mau kalian berjaji akan menjadi manusia-manusia yang kuat, tangguh, dan berguna untuk semua. Tidak menjadi sampah masyarakat yang hanya menjadi beban negara dan orang tua. Tapi menjadi manusia yang cemerlang meringankan semua beban. Maafin kaka kalau kaka sering marah sama kalian. Maafin kaka kalau kaka suka ngomel-ngomel sama kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bentak-bentak kalian. Maafin kaka kalau kaka sering nyuruh-nyuruh kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bikin kalian kesel. Maafin kaka kalau kaka sering jail sama kalian. Maafin kaka kalau kaka sering bicara yang kotor. Maafin kaka kalau kaka sering emosi. Maafin kaka kalau kaka nggak pernah ngertiin kalian. Maafin kaka kalau kaka nggak pernah denger omongan dan curhatan kalian. Maafin kaka kalau kaka nggak bisa bikin kalian selalu tersenyum. Maafin kaka kalau kaka nggak bisa bikin kalian bahagia. Maafin kaka karena kaka nggak bisa menjadi kaka ...