Postingan

Mempertahankan, haruskah?

Dalam setiap hubungan, pasti selalu bertemu dengan yang namanya persoalan. Jika kita tak bisa menempatkan sifat dan pikiran kita dengan baik, sering kali berakhir dengan keputusan yang sudah jelas itu adalah luapan emosi saja. Kesal sekali jika kondisi ini sudah menimpa. Apalagi jika pasangan kita tak bisa mengerti keadaan kita. Sudahi saja atuu dipertahankan? Itu yang selalu menjadi pertimbangan. Sebagai contoh kecil, kita memiliki pasangan yang protektif. Jika tidak sering bertindak seperti itu, mungkin tidak akan terlalu menggangu, tapi bagaimana jika itu tidak hanya sekali atau dua kali, namun setiap detik. Kesana nggak boleh, kesini nggak boleh, mau apa-apain harus izin dulu (emangnya kantor polisi). Risih yang ada. Jadi siapa yang salah? Menurutku tak ada yang bisa disalahkan, karena keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan. Coba kita berpikir untuk tetap positif, tenangkan pikiran kita, jangan terbawa emosi. Mungkin pasangan kita bukan protektif, tapi dia kelewat say...

Ketika cinta tak miliki status

Berawal dari teman, kita sering bersama. Pergi jalan, belajar, hujan-hujanan, bolos sekolah, sampai hal-hal kecil apapun kita lakukan berdua. Kau memperhatikanku, aku pun memperhatikanmu. Sungguh tak pernah tersadari jika kita telah menanam rasa yang sama. Selama ini kita merawatnya, menyiramnya diluar batas kesadaran. Selalu bersama membuat rasa yang baru tumbuh liar begitu saja. Kita saling melengkapi, terkadang bertengkar karena kita tak saling mendengarkan karena aku selalu menentang apa yang kamu katakan. Begitupun denganmu, tak pernah mendengarkan perkataanku. Tanpa kusadari itulah sebuah perhatian. Perhatian yang menurutku lebih dari sekedar kata 'teman'. Semenjak lepas SMA, kita berpisah. Kau memilih untuk mengikuti pendidikan militer di sebrang pulau sana, dan aku memilih untuk mencoba meneruskan sekolahku di kota yang selama ini aku bicarakan padamu. Kurang lebih dua tahun kita tak bertemu, sampai akhirnya kita bertemu dalam suasana yang tak pernah terpikirka...

LOMBA MENULIS FLASH TRUE STORY “WANITA INSPIRATIF INDONESIA”

Tak terasa, sebulan lagi, kita akan dipertemukan kembali dengan peringatan hari Kartini. Ya, sebuah peringatan hari nasional, untuk mengenang sosok pahlawan wanita inspiratif Indonesia, yang telah memperjuangkan emansipasi wanita atau dengan kata lain, beliau telah memperjuangkan kesetaraan kedudukan antara pria dan wanita di Indonesia. Setelah berabad-abad berselang—hingga kini—perjuangan beliau semakin terasa maknanya. Atas perjuangan tersebut, telah lahir Kartini-Kartini baru yang tentunya dapat menjadi inspirator bagi wanita-wanita generasi penerus bangsa. Berkiblat dari uraian di atas, kali ini, saya beserta segenap Tim Kreatif Penerbit Meta Kata, bermaksud menyelenggarakan sebuah lomba menulis flash true story (kisah nyata) tentang wanita inspiratif Indonesia, menurut pandangan Kawan-Kawan Penulis. Misalnya, wanita tersebut adalah sang bunda di rumah, ibu guru di sekolah, dan sahabat di lingkungan pergaulan sebaya. Yang terpenting, kisah yang Kawan-Kawan Penul...

Air Mata Keberkahan

Setiap hamba Allah pasti pernah menangis, meneteskan air mata saat merasa sedih atau terharu. Buliran air yang melintasi kedua pipi ini juga sering menitik karena rasa syukur kita akan karunia Allah yang tak berbata s. Di setiap tetesnya mengandung rembesan hikmah bagi mereka yang meneteskan karena Allah, bahkan tetesannya dapat menjadi penyebab keberkahan hidup kita. Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa ada dua tetesan yang dibanggakan dan kelak akan menjadi saksi di hari pengadilan. Kedua tetesan itu adalah tetesan darah syuhada yang wafat karena menegakkan agama Allah dan tetesan air mata karena bertaubat kepada Allah. Di sisi lain, ternyata masih ada banyak air mata yang dapat mengundang keberkahan Allah bagi hidup kita. Dalam kesempatan ini, kita akan mengenali beberapa jenis air mata yang mengundang akan keberkahan tersebut. Pertama, air mata yang terjatuh karena rasa cinta, takut, dan rindu kepada Allah Swt. Tetesan air mata ini...

Sweet Seventeen

Gambar
Happy Birthday to me... Happy Bestday to me.. Happy Birthday.. Happy Bestday.. Happy Bigday to me.. Alhamdulillah... Terimakasih ya Allah... Akhirnya tiba juga saatnya usia yang (dulu) sangat aku tunggu-tunggu, mungkin tidak hanya aku, tapi hampir setiap orang. Genap 17 tahun usiaku. Nambah tua saja ya. Atas dasar alasan apa usia ke-17 selalu paling ditunggu-tunggu? Mungkin salah satunya bisa dapat izin pacaran dari orang tua (jadul banget). 12 Maret 1997 up to 12 Maret 2014.. Jika kuingat kembali, setelah beberapa dekade yang aku lewati sungguh benar-benar proses alam dan kuasa Tuhan yang sangat Maha Mengetahui apa yang aku butuhkan, bukan yang aku inginkan. Trias Amalia Sugiharti. Nama ini seakan langsung melekat pada pribadiku, begitu pun sifat yang aku miliki sekarang. Ya, begitulah mungkin seharusnya. Mau tak mau, suka tak suka, harus tetap kutelan. Hebatannya waktu selalu sukses memberi aku kejutan disetiap detik yang aku lewati. Dari kecil, entah keindahan ...

Hitungan ke-25

Lapangan sekolah masih terlihat basah akibat diguyur hujan siang tadi. Aku disini masih asik melihatmu bermain basket. Keringatmu tak begitu kulihat jelas membasahi rambut dan wajahmu. Namun siluet wajahmu yang tersorot matahari sore begitu indah untukku. Oh Josh. “Ini” kusodorkan botol minum yang sengaja kubawa untukmu. “Makasih” kau mengambilnya dan duduk disebelahku. “I love you Josh” kutatap pria disampingku ini. Kau tak menjawab, asik menikmati jus yang kubuatkan untukmu. Kau seakan menganggapku tak ada disampingmu. Aku geram, namun aku sayang. Jus yang dia minum hanya tinggal setengahnya. Sepertinya kau sangat menyukainya. “20... 21... 22... 23... 24...” tinggal setetes lagi. Tubuhmu terjatuh. “25” hitungan ke-25, tak lagi terdengar nafasmu. Maafkan aku Josh. Diikut sertakan dalam #FF111 oleh  @RedCarra |  FF dengan topik 25 via  @siputriwidi

Untuk Ibu, di hari ibu yang sudah terlewat

Seberntar lagi hari ibu. Apa yang sudah kalian siapkan untuk menyambut hari ibu? Atau mungkin kalian tak mengingatnya sama sekali? Oh sungguh malang sekali. Mungkin untukku, tak akan ada yang spesial. Namun sangat sederhana dan cukup membuatku bahagia. Aku mencintai ibu, walau sering kali ibu menjengkelkanku, lebih tepatnya aku yang menjengkelkan ibu. Aku mencintai ibu, walau tak banyak sifat atau selera yang sama. Aku mencintai ibu, walau sering kali kami cekcok setiap malam karena berebut channel TV. Aku masih mencintai ibu, walaupun rambutnya sudah memutih, giginya kuning-kuning, tete nya kempes, bahkan tak punya apa-apa. Aku tetap mencintai ibu. Namun sayang, ibu tak pernah mengetahui seberapa besar aku mencintainya. Aku tak berani untuk mengungkapkannya. Semoga kau tak seperti aku, pengecut yang tak punya nyali. Bahkan untuk menyatakan kasih sayang dan cinta. Selamat Hari ibu. Aku sayang ibu. Bagaimana menurutmu? :)