Mabuk Rumus

Hmm.. rasanya sudah satu minggu aku tak memposting di blogku ini. Sungguh tak ada ide dan mood untuk menulis, karena aku sedang mabuk (bukan mabuk minuman apalagi cinta). Kurang lebih satu minggu aku tak menulis, apapun itu. Dan untuk kali ini, moodku kembali membaik. Yaa mungkin karena keisengangku mengajak adik kelasku untuk battle (bukan tetris), yang akhirnya keterusan. Dia meminta lagi untuk battle denganku dengan tema yang sudah ditentukan. Yaitu 'Mabuk Pelajaran'.

Aku sengaja memilih tema seperti itu karena memang aku sedang dimabuk dengan pelajaran yang semakin hari, semakin membosankan. sungguh! Apalagi dengan rumus. Jujur, dari TK sampai (mungkin) sekarang aku sangar menyukai hitungan. Pernah saat SMP dulu, aku mampu mengisi satu LKS matematika tanpa satu soal pun yang terlewatkan. I Love Math. Itulah yang sering aku ucapkan pada guru matematikaku. Dan kalimat itu sangat mujarab untuk mendapatkan hati para guru. Karena menurutku, para guru akan berpendapat jika anak yang menyukai dan pandai dalam matematika pasti akan pintar dalam segala hal pelarajan. Apalagi keluwesanku dalam berbicara, terkadang membuat para guru mangap.

Dari kecil aku memang sering diajarkan bapaku matematika dan PKn. Dulu (mungkin sampai sekarang) aku dan bapa sering nonton Bang karni Ilyas di Indonesia Lawyers Club TvOne. Keluwesankku dalam berbicara bisa jadi disebabkan karena sering nonton ILC.Aku senang jika bapa mengajakku untuk berdebat; layaknya Ruhut Sitompul dan pengacara Eyang Subuh (nah lho).

Tapi, semenjak aku naik kelas dua SMA, membuat semua menjadi berubah. Lebih tepatnya, saat pertama kali belajar Fisika dengan Bu Yayu dan Matematika bersama Bu Haeli. Percaya atau tidak aku mabuk! Ya, mabuk. Mabuk rumus! Jika fisika, aku masih mengerti karena memang begitulah seharusnya. Tapi untuk metematika, apalagi bab peluang. Menurutku itu sangat tidak ada gawe alias kejaan. Buat apaan coba ngitung-ngitung akan terjadi munculnya koin dan gambar bersamaan? Nggak ada kerjaankan? Toh pas kerjapun aku yakin nggak mungkin ngitung-ngitung kyak begituan.

Lebih parah lagi fisika, pake ngitung MATAHARI segalaaa!!! Pake rumus yang super duper panjanglah, kali tinggi, kali empang, kali deres, dan kali-kali lainnya. Sweaaaar aku MABUUUK!!!

Dan karena hal itu, membuatku sering melamun dan tidur di kelas. Bahkan ada tugas pun aku tak ingin untuk meliriknya, apalagi mengerjakannya. Sungguh! Temanku pun sampai menggeleng-gelengkan kepala. Ini lebih parah dari menggelengkan kepala saat dugem. trio Macan pun kalah. Menggeleng-gelengkan kepalanya pke muter-muter sealun-alun kota, sampai berantakan, ancuur tak tersisa yang utuh. Dan bertanya "Trias, trias.. mengapa kau tak mengerjakan tugas? Apa kau tak takut Ibunda Yayu marah?"

So, untuk mengatasi dan menyembuhkan mabukku itu dan untuk menjawab semua pertanyaan temanku adalah ; Aku tak akan menjadi seorang ahli fisika ataupun matematika, apalagi menjadi guru yang bergelut dalam pelajaran itu. Lets smile and keep woles.

Sekian cerita absurdku, aku sedang dirundung mabuk rumus lagi kyaknya. Untuk kalian yang tidak menyukai tulisanku ini, cukup lirik pojok kiri atas, ada tanda silang, dan silahkan tekan. Ini hanya sebuah argumen, aku hanya ingin mencurahkannya saja. Dan terimakasih telah bersedia membaca =D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah