Tak Sekedar Seorang Teman

Dear Yhora,
Wanita perkasa yang (masih) memiliki hati.

Duh yhor, sungguh aku tak pernah terpikir akan menjadi temanmu. Bahkan sampai dekat dan menjadi teman curahan hati. Aku masih ingat ketika pertama kali mendengar namamu dari teman. Kalau tidak salah saat itu ada pertandingan olahraga se-kabupaten di kota kita. Tak kusangka, saat aku mengunjungi salah satu pertandingan bela diri lebih tepatnya beladiri Tarung Derajat AA Boxer aku mendapatkan berita tentang sosokmu. Ternyata kau seorang atlit dan saat itu juga terbesit dalam pikiranku bahwa usiamu lebih atas dariku. Terbayang dengan jelas sekali badanmu yang gagah, karena kau seorang petarung. Dan yang mungkin akan membuatmu tertawa adalah aku pikir kamu adalah sosok wanita yang perkasa dan tak mau tahu tentang seorang laki-laki.

Tak lama dari pertandinganmu usai, organisasi yang aku ikuti mengadakan sebuah pelantikan untuk anggota baru. Termasuk aku. Benar ternyata, dunia memang selebar daun kelor. Saat aku dan kawanku mengumumkan pelantikan ini ke kelasmu, tak ku sangka kau akan tertarik untuk mengikutinya. Hahaha aku selalu ingin tertawa jika mengingat hal ini. 

Tepat saat hari-H, selama pelantikan kita banyak bercengkrama. Dan saat itu juga aku baru tau bahwa kau seusia denganku. Bahkan kelasmu bertetangga dengan kelasku. Setelah berkenalan ternyata kau adalah orang yang humble dan supel. Tak butuh waktu lama untuk bisa dekat denganmu. Cuhat, ngobrol, ketawa, jail, semua mulai kita jalani. Sungguh aku tak percaya akan seperti ini.
Kau tau, saat kau mulai berani bercerita tentang pria, aku sungguh kaget dan tak percaya. Aku senang mendengarkanmu bercerita, aku senang menemani waktu kosongmu untuk menunggu jam latihan tiba. Aku bahkan senang menghabiskan waktu di sanggar bersamamu dan berbagi kisah.

Aku sungguh kaget saat mendapatkanmu sakit. Masih kuingat jelas, kau memintaku untuk mengantarmu pulang karena kondisimu sangat buruk. Tapi sayang, saat itu aku tak bisa meninggalkan pelajaran, jadi aku hanya bisa mengatarkanmu sampai gerbang sekolah. Maafkan aku.

Mungkin kau akan bilang lebay padaku karena menuliskan semua di blog-ku ini. Atau mungkin kau akan marah karena telah menceritakan ini semua pada para pembaca setiaku. Tapi aku harap itu tidak terjadi. Aku hanya ingin mereka tau, bahwa aku memiliki teman sebaik dan sepengertian dirimu. Sungguh aku sangat kagum dengan kerendahan hati mu. Aku sangat kagum dengan kesabaranmu. Bahkan semua yang kau anggap kurang, justru aku mengganggapnya sebagai sebuah kekaguman yang sangat.

Dan yhor, aku harap pertemanan kita tak berakhir sampai SMA saja. Aku harap kau tak akan melupakanku dan aku harap kau tetap menjaga persahabatan kita ini. Dan ku posting foto kita saat perkemahan waktu itu. Walaupun wajah terlihat kusut dan tak terurus, tapi sungguh aku menyukai foto ini. Sebuah kebahagiaan yang tak terkira. Oh ya, satu lagi. Terimakasih sudah mau menjadi teman sekaligus guruku. Terimakasih sudah mengajakku masuk dalam duniamu. Sungguh aku tak akan melupakan semua yang kita lakukan. HAHAHA
Salam Lengket ! *ngupil*colek yhora*plaak* BOX! :D

 Aku dan Yhora saat Pekemahan di Situ Cibeureum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah