Akhir Sebuah Cerita Cinta

Kita tidak pernah tau bagaimana cinta memulai. Bahkan untuk mengartikannya pun kita masih tak kuasa. Yang pasti kekuatan sebuah cinta selalu menggetarkan seantero tubuh, membekukan sebuah rasa, mematungkan segenap jiwa. Tapi terkadang kita sering terjerat dalam sebuah kepekatan cinta. Saat kita tafsir bahwa cinta bisa membahagiakan, namun yang sering terjadi tak seperti yang diharapkan.

Aku sering tertawa jika melihat seorang yang sedang dirundung cinta. Sungguh terlihat konyol dan lucu sekali dimataku. Terlebih melihat teman yang sama sedang dirundung masalah cinta, bagiku bagaikan melihat stand up comedy love secara langsung. Tingkah laku mereka seperti salting, senyum-senyum sendiri, sering nglamun sendiri, waktu habis sama ng-stalk TL gebetan daaan banyak lagi. Hahaha geli sendiri rasanya.

Tetapi aku terkadang bingung juga. Banyak teman yang bercerita tentang cinta, namun sepertinya mereka belum mengetahui secara pasti apa itu memang sebuah cinta atau hanya kagum semata. Dan... jrengg jreng!! Alhasil mereka mudah bosan dan labil. Hmmm... sungguh konyol bukan? :D

Seringkali juga teman yang bercerita tentang rasa dan perhatian. Mereka dan mungkin kamu juga, dirundung keresahan baru dalam pikiran bahkan terkadang membuat jantung naik-turun tak teratur. Takkan jauh lagi, masalah ini sering menimpa para gadis-gadis, yaitu PHP alias pembberi harapan palsu. Yups! Kalian tak akan aneh lagi bukan dengan istilah yang satu ini? Disini, sering kali wanita dibuat bingung sama feelingnya. Kenapaa?? Karena biasanya rasa seperti ini menimpa orang-orang yang baru p-u-t-u-s! Dan saat menemukan sosok yang baru, yang bisa membuat pandangan berpaling dari sang mantan. Dan sosok itu membuat kamu kocar-kacir kebingungan sama perhatian yang dia lakukan. Dari sanalah timbul yang namanya rasa. Tapi apa yang kita dapatkan setelah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan dekat? Tak jarang kita hanya mendapatkan ampasnya saja. Alias hanya o-m-o-n-g-a-n!


Nahh.. nah.. nah.. mulai deh galau lagi. Awalnya niat mau move on dari mantan, eh taunya malah balik lagi. Bahkan jadi DUA KALI LIPAT ! Dan biasanya nih kalau cewe, ngomongin alias gossipin dan lebih parah lagi nyalahin. "Dia sih ngasih harapan aja! Sama aja kayak cowo-cowo lain." atau "Udahlah aku cukup tau aja! Dasar cowo itu PHP" atau "Bosen dong harus nunggu lama-lama buat ditembak. Nembak duluan? Gila aja! Aku itu cewe, bisanya cuma berharap dan menunggu. Cowo ga pernah ngerti sih." Kalau kamu senyum berarti merasakan. Iyaakan?? Iyakaan? :p


Dan jreeng jreeng!! Kubu cowo nggak mau kalah nih kayaknya. Mereka pun menceritakannya. "Dasar aja cewenya kege-eran." atau "Ah biasa aja ko, cewenya aja berlebihan. Lebaaay" atau bahkan "Ahh gengsi dong kalau harus bilang duluan. Tapi ga ada rasa juga. Cuma te-ma-n!".

So, kalian bisa lihatkan bagaimana akhir sebuah cinta? Memang tak selamanya begitu, tapi kebanyakan ya begitu. Lucu sekali menurutku. Sulit rasanya jika harus menyalahkan salah satu diantaranya. Jika salahkan cowo, pasti cuma alasan lama nggak nembak-nembak dan nggak akan jauh pasti ujung-ujungnya bilang "Aku wanita yang cuma bisa nunggu dan berharap. Nggak mungkin mulai duluan." dan "Cewe mana sih yang nggak akan berharap kalau cowonya bertingkah beda, tambah perhatian, dan sering bilang sayang, cinta, daan banyak lagi."


Kalian bisa lihatkan bagaimana akhir sebuah cerita cinta dunia remaja? Berakhir menyakitkan. Selalu!

Itu masih di dunia remaja, bagaimana dunia orang tua? Beda dunia, beda zaman dan sudah pasti beda pembahasan dan permasalahannya. Cekidot!


Jika kita bicara orang tua, pasti langsung berpikir pada rumah tangga dan anak-anak. Tak lagi memikirkan kebahagiaan sendiri atau masih cinta atau sudah pudar dan tak ada sama sekali. Sama halnya cerita para remaja yang kuceritakan diatas tadi. Merekapun memiliki sebuah masalah. Lebih besar, lebih hebat, dan lebih rumit. Tak jarang, banyak pasangan suami istri yang baru menikah dalam hitungan bulan sudah cerai. Sungguh, masalah yang menimpa akan lebih runyam, ruwet dan akhirnya rusak.


Kalian pasti tahukan pasangan suami istri Habibie dan Ainun? Yang akhir-akhir ini sedang booming karena novel dan filmnya? Apa kalian bisa simpulkan bagaimana akhir cerita cinta mereka? Habibie kehilangan sosok seorang Ainun yang selama bertahun-tahun mendampinginya. Aku yakin kalian bisa menyimpulkannya. Cinta mereka memang sejati, namun apakan sebuah kesejatian bisa menghapus sebuah kehilangan? Tidak bisa, bukan? Disini aku tidak akan menanyakan kembali pada kalian. Biarkanlah pikiran kalian yang menanyakan semua yang sudah terjadi selama ini yang menanyakannya.

Jadi kesimpulannya adalah, kodrat manusia tak akan lepas dari sebuah anugrah besar yang Tuhan berikan, tak lain adalah cinta. Dan dari sinilah semua masalah dan kebahagiaan muncul. Cinta memang tak selalu diawali dengan sebuah kebahagiaan, tak jarang diawali dengan sebuah kesengsaraan. Tapi, cinta PASTI dan SELALU diakhiri dengan sebuah kesakitan. Sekalipun itu adalah cinta sejati, namun tak akan bisa menghapus sebuah kehilangan.

Cinta itu indah, tak pernah menyakitkan. Yang menyakitkan itu adalah kehilangan; atas sebuah nama cinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah