Untuk Si Tukang Tidur
Dear adik kecilku yang selalu kecil,
Apa kabar?
Apa kau masih menjadi si tukang tidur?
Haha sepertinya tidak ya, kau sudah punya kekasih bukan?
Aku turut bahagia ya.
Malam ini begitu dingin ya. Aku sedang merindukanmu.
Apa kau pun merindukanku?
Mungkinkah jawabannya masih ya?
Semoga..
Malam ini tak ada bulan, begitupun dengan si bintang.
Semua terlihat lebih gelap.
Tapi untungnya tak ada si kilat dan petir yang seakan membelah langit malam.
Bagaimana malammu disana?
Aku rindu saat kita duduk berdua diatas genting rumah nenek.
Dingin yang menusuk kalah dengan lilin yang kita nyalakan.
Susu jahe hangat dan seperti biasa, kacang rebus Bang Toing.
Seketika kita memanjatkan harapan, seperti di film-film,
walaupun tak ada bintang yang jatuh.
Hahaha lucu sekali, aku rindu saat itu dik.
Apa kau masih ingat pernyataan kita dulu?
Mencintai dan dinikahi satu pria yang sama.
Ya, siapa lagi pria itu jika bukan si Sioux.
Haha sungguh tak akan mungkin.
Hai dik,
walaupun kau tak menjadi si tukang tidur,
setidaknya kau tetap adik kecilku.
Aku merindukanmu, saat ini tepatnya.
Apa kabar?
Apa kau masih menjadi si tukang tidur?
Haha sepertinya tidak ya, kau sudah punya kekasih bukan?
Aku turut bahagia ya.
Malam ini begitu dingin ya. Aku sedang merindukanmu.
Apa kau pun merindukanku?
Mungkinkah jawabannya masih ya?
Semoga..
Malam ini tak ada bulan, begitupun dengan si bintang.
Semua terlihat lebih gelap.
Tapi untungnya tak ada si kilat dan petir yang seakan membelah langit malam.
Bagaimana malammu disana?
Aku rindu saat kita duduk berdua diatas genting rumah nenek.
Dingin yang menusuk kalah dengan lilin yang kita nyalakan.
Susu jahe hangat dan seperti biasa, kacang rebus Bang Toing.
Seketika kita memanjatkan harapan, seperti di film-film,
walaupun tak ada bintang yang jatuh.
Hahaha lucu sekali, aku rindu saat itu dik.
Apa kau masih ingat pernyataan kita dulu?
Mencintai dan dinikahi satu pria yang sama.
Ya, siapa lagi pria itu jika bukan si Sioux.
Haha sungguh tak akan mungkin.
Hai dik,
walaupun kau tak menjadi si tukang tidur,
setidaknya kau tetap adik kecilku.
Aku merindukanmu, saat ini tepatnya.
Komentar
Posting Komentar