Kangen



Pernah merasakan bagaimana rasanya kangen? Saat terbiasa bersama, namun seketika harus berbeda. Menjalankan kepentingannya masing-masing.

Berawal dari keterbiasaan bersama yang tak disengaja. Bisa bersama karena ikatan pergaulan yang ada. Mungkin bisa dikatakan satuan kegiatan. Bukan, ini bukan masalah cinta ataupun lelaki. Semua teman disini, ya walaupun ada beberapa yang memiliki hubungan khusus tak disengaja. Biarlah.

Setiap langkah hidup selalu memiliki pilihan, masih kuingat jelas ketika dia bercerita padaku layaknya seorang adik yang meminta saran pada kakaknya. Antara rela dan tak rela. Tapi mungkin ini memang yang harus dia lakukan. Aku tak mungkin melarangnya, terlalu posesif. Terpaksa kubilang semua tergantung padamu.

Minggu-minggu pertama tak ada masalah pada diriku, semua normal seperti biasa. Menjelang bulan ke-2, semua mulai terasa berbeda. Bukan hanya pada diriku, namun semua keadaan ini. Hampa sekali.

Terpaksa, aku harus membiasakan semua ini. Kuterima. Mungkin ini yang namanya sayang pada adik, ketika ketiadaannya menjadi tanda tanya untukku. Ketika perubahannya menjadi kecemasan untukku, dan ketika keberhasilannya menjadi kemenangan untukku. Namun rindu terlalu menjerat dalam nadiku.

It’s just feeling, everything will be okay. Sesekali aku melihat poster dinding kamarku.
Oke, it’s just feeling. I must happy for this. I just missing you dear.

Kangen,

Hallo D, I'm missing you. Wish you will better, and me too. Love you.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah