Apapun itu

Hanya ikan mati yang akan mengikuti aliran sungai. Karena dia sudah kehilangan segalanya, jiwa serta ruhnya sudah tidak berada lagi dalam jasadnya. Hal itu bukanlah sebuah priadi diriku. Bukan sama sekali. Namun, aku pun haris seperti daun yang tak pernah marah pada angin. Menerima pada semua keadaan, memahami dengan pemahaman yang benar, dan bersyukur dengan semua yang diberikan, dimiliki.

Tapi untuk sekarang, dimana aku selalu menjadi ikan yang tak mengikuti arus air, bahkan menentang arus sungai, sepertinya harus mencoba menjadi sebuah daun yang selalu menerima semua keadaan dan itu sama dengan aku harus menjadi ikan mati tak berguna (mungkin).

Kakakku pernah bilang..

"Jika Tuhan memberikan kesempatan hidup pada seluruh manusia selama 100 hari, maka aku akan meminta pada Tuhanku agar aku hidup selama 99 hari. Bukan karena aku bosan hidup di dunia, atau aku lelah dengan semua persoalan dunia, namun karena aku tidak mau meraskan sebuah kehilangan, satu detik pun. Dunia, cerita, dan cinta tak pernah menakutkan, namun sebuah kehilangan yang membuat rasa takut itu tumbuh; dimana kebiasaan yang selalu dilakukan tak bisa kita lakukan."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah