Postingan

Mau jadi apa? #1

Gambar
Kalau sudah besar mau jadi apa? Pertanyaan yang satu itu pasti sering kita dapatkan saat kecil. Bagitu pula dengan saya, ketika saya ikut ibu ke sekolah tempatnya mengajar, banyak guru-guru yang bertanya kepada saya. Dan semangat saya menjawab ingin jadi Dokter dan Pendongeng. Karena menurut saya saat itu menjadi dokter itu tidak akan pernah sakit dan menjadi pendongeng itu akan selalu diperhatikan.   Keren bukan? Kemarin saya sudah bercerita tentang mempersiapkan diri.   Memangnya apa yang sedang saya persiapkan dan untuk apa?   Mempersiapkan masa depan, masa yang tak pernah saya tahu apa yang akan terjadi, masa yang akan terjadi, masa pencerminanku di masa yang sebelumnya. Maka untuk itu saya harus mempersipakan diri mulai dari sekarang, lebih tepatnya memantapkan hati dan tujuan.   Mau jadi apa?   Kalau tahu mau jadi apa, maka saya akan tahu apa tujuan dan apa yang akan serta harus saya lakukan nanti.

Mempersiapkan Masa Depan

Gambar
Hallo, Assalamu'alaikum.. Sudah lama rasanya saya nggak ngeblog disini, beginilah kalau punya empat blog, kalau lagi 'anteng' di satu blog terus aja nongkrong disana. Alhamdulillah pagi ini saya dapat hidayah buat nulis di blog sulungku ini. Oh ya, sekarang saya sedang melaksanakan Ujian Sekolah, alhamdulillah saya sudah menginjak kelas tiga tingkat akhir *yipieeee* dan sebentar lagi insyaAllah segera lulus dan menjadi mahasiswa, amiin. Oke, kebiasaan tidak fokus. Merancang masa depan, itulah tujuan saya sekarang. Menginjak kelas tiga SMA, usaha saya harus semakin besar. Belajar, belajar, dan belajar. Namun ada saja rasa malas yang bergelantungan, kesal rasanya melihat diri sendiri yang sering kali malas. Saya sadar ketika saya malas, dimana seharusnya saya belajar lebih ekstra, justru malah sebaliknya--bermalas-malasan tak mau mengerjakan apapun. Tapi bagaimana pun itu, saya harus tetap bersyukur, karena masih diberikan perhatian orang tua, walaupun terkadang s...

Happily ever after!

Gambar
“Happily ever after!” Itulah hal pertama yang akan kami ucapkan saat Tuhan memberikan kesempatan kami untuk bertemu kembal. Tiba-tiba saja aku teringat adik sekaligus teman terhebat yang pernah aku mliki, kurang lebih sudah 5  tahun kami tidak bertemu. Semenjak keputusannya pergi meninggalkanku untuk hidup bersama nenek di Makassar. Jarak dan waktu menjadi penghalang diantara kami. Aku tidak tahu apa yang membuat dia memutuskan untuk tinggal bersama nenek, karena sebelumnya kami sudah berjanji tidak akan meninggalkan satu sama lain.

Para Laksana Negeri Indonesia

Gambar
Hallo! Salam Pramuka! Yups, kali ini aku akan menceritakan kembali tentang keluarga keduaku ini. Sudah lama rupanya aku tak merawat blogku ini. Dua puluh tiga November lalu, tepat pukul 09.34 Waktu Indonesia bagian Barat. Kami melaksanakan kegiatan yang merupakan program kerja terakhir masa bhakti kami, lebih tepatnya masa pengabdianku selama satu tahun ini mendapatkan amanah besar yang harus aku emban. Ya, walaupun hanya aku sendirian yang mengatur dan melaksanakannya, namun itu tak mengurungkan niatku untuk melantik adik-adikku menjadi seorang Laksana—tingkatan di Gerakan Pramuka Penegak setelah Bantara. Sebenarnya kegiatan ini tanpa ada sebuah persiapan, karena planning yang seharusnya dilaksanakan minggu depan. Namun berhubungan minggu depan aku ada keperluan yang tidak mungkin aku tinggalkan, terpaksa aku melaksanakannya hari itu juga. Tanpa mengeluarkan proposal untuk pembiayaan yang kami perlukan untuk kegiatan ini, dengan segenap niat, dan bantuan dari Kak Indra, Kak...

Pilih yang mana?

Gambar
Ada yang mundur lalu gugur, dan kembali mencari jalan yang lain. Ada yang berhenti lalu diam tak beraksi, dan terus memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Ada yang maju lalu melangkah dan terus melangkah, dan pada akhirnya mendapatkan apa yang menjadi tujuan. Menyakinkan diri sendiri untuk suatu keputusan jalan hidup bukanlah perkara yang mudah, namun percaya atau pun tidak, saat kita mundur, waktu akan terus bertambah dan kesempatan untuk mencapai hasil semakin lama. Saat kita diam tidak melakukan hal apapun hanya memikirkan apa yang akan terjadi nanti, sadarilah itu hanya akan membuang waktu dan kesempatan saja, tak akan ada yang berubah. Dan ketika kita terus maju, melangkah dan terus melangkah semakin besar, saat itu pula kita sudah menjadi pemenang, setidaknya untuk diri sendiri.

SOLERAM

Gambar
What you think at first time, if you hear 'Soleram'? Yups! Indonesia traditional's song. This song from Riau, the little island in Indonesia. Do you know what the purpose in that song? Let's find out! Soleram.. soleram. Soleram anak yang manis. Anak manis janganlah dicium sayang, kalau dicium merahlah pipinya. That is one of lyrics, when have a messege to child for keep her respect, keep her self,  and maintain 'shy' for her culture. Sebagaimana firman Allah Swt  قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ Artinya : "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (An-Nur : 30)

Choice and Change

Gambar
Hallo!!! Happy New Year 2015.. Alhamdulillah akhirnya sampai juga di penghujung tahun dan kembali mengawali tahun yang baru. Mari kita ucapkan alhamdulillahirabbil a'lamin dan bismillahhirrahmannirrahim untuk mengawali tahun ini. Semoga berkah dan nikmat tahun kemarin bisa kita rasakan kembali di tahun sekarang. Amiin.. Oke untuk postingan pertamaku di tahun ini aku ingin me-review resolusiku di tahun 2014 dan membuat resolusi baru untuk 2015 mendatang. Sengaja aku mengambil judul Choice and Change karena bagaimana pun ini adalah sebuah pilihan, dan saat kita memilih dan memutuskan saat itulah adanya sebuah perubahan. Perubahan menjadi lebih baik tentunya. Tidak semua resolusiku akan kubahas, hanya beberapa saja yang menurutku memberikan perubahan besar dalam hidupku.