Akan Membosankan Jika Dibaca
Untuk kalian yang bersedia membaca,
terimakasih. Dan untuk kamu yang memiliki seorang teman, mungkin wajib untuk
membacanya. Aku tak ingin menyebut ini sebuah renungan, terlalu formal dan
membosankan. Mungkin ini hanya sebuah flashback, tapi bukan flashback mantan
ya. Ya ini hanya sebuah tulisan yang membuatku berpikir kembali kemasa lalu,
mencoba untuk mengingat-ingat hal-hal terbaik yang pernah terjadi, yang mungkin
telah lama terkubur. Dan sekarang aku ingin menggalinya kembali. Mengenang dan
mengenang.
Memang sangat bodoh jika mengenang
masa lalu. Tapi bagiku, khususnya pertemanan aku dan teman-temanku ini sangat berharga. Semoga teman-temanku sudi membaca dan menemukan tulisan ini. Tak jarang
kita bertengkar dengan teman, sering bahkan. Tak jarang pula kita sering
terbesit rasa untuk meninggalkan mereka. Bahkan mungkin ada yang sampai
memutuskan hubungan, tak ada komunikasi sama sekali. Bagiku itu adalah hal yang
lebih bodoh.
Banyak sekali alasan yang keluar
saat kita ingin meninggalkannya. Sama saja saat ingin bilang putus sama pacar.
Banyak alasan-alasan yang mungkin memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tapi
bagaimana dengan teman? Sulit rasanya, dan itu tidak mungkin. Dan untuk kamu
nih yang mungkin sedang ada masalah sama teman atau sahabat. Pastikan ada rasa
buat ga berteman lagi sama dia gara-gara temanmu egois, culas, butuh tak butuh
alis BTB, teman makan teman alias TMT, daaaaan banyak lagi.
Aku pun sama pernah bahkan sedang
dirundung kasus seperti itu, dan itu adalah hal yang biasa terjadi dalam sebuah
hubungan pertemanan. Tulisan ini aku buat bukan untukmu saja, tapi aku
khususkan untuk diriku sendiri sebagai seorang teman, supaya aku akan tetap
meningat dan mengingatnya kembali. Tak hanya itu, aku pun ingin kalian yang
membaca tulisan ini bisa mendapatkan pelajaran dan pemikiran yang menurutku mencerahkan
kembali pikiran. Dan semoga kamu sudi untuk membaca tulisan ini lebih lanjut.
Apa kau pernah berpikir bagaimana
perasaan temanmu saat kau sakit dan kau tak sekolah ?
Dia sangat mengkhawatirkan keadaanmu, dia tak ingin kau ketinggalan
pelajaran. Dan saat kau sudah pulih, dia
rela memberikan catatannya untuk kau pelajari. Dan tanpa kau sadari, itulah
sebuah kasih sayang dan kepeduliannya padamu.
Apa kau pernah berpikir bagaiman
perasaan temanmu saat kau jatuh cinta, padahal dia sedang dirundung masalah
yang membuat bathinnya resah?
Dia justru sangat bahagia ! Tapi bagaimana denganmu? Apa kau peduli
dengan masalahnya? Tidak ! Kau justru bercerita dan bercerita tanpa henti. Tak
memberikannya kesempatan untuk bercerita bahkan berbicara. Apa yang dia
lakukan? Apa dia tak mendengarkan ceritamu? Atau bahkan dia marah-marah? Tidak
! Dengan sabar dia mendengarkan ceritamu. Dia hanya tersenyum.
Apa kau pernah berpikir bagaimana
perasaan temanmu saat kau sakit hati gara-gara gebetanmu tak membalas cintamu,
padahal dia sendiri ingin sekali bercerita tentang kebahagiannya karena
terselesaikannya masalah?
Dia tak berani bercerita karena melihatmu menangis tak henti. Kau
bercerita tentang semua kesakitan hatimu. Lagi-lagi ! Kau tak memberikannya
kesempatan untuk bercerita. Dia justru sangat peduli dan mengerti akan
keadaanmu. Sungguh !
Apa kau pernah berpikir bagaimana
perasaan temanmu saat kau bilang ‘Bego banget sih lo!’ atau ‘Lo nggak ngerti
perasaan gue!’ atau ‘Lo nggak tau bagaimana rasanya diposisi gue!’ dan banyak
lagi.
Dia justru hanya tersenyum. Memang untuk bercanda, tapi tetap itu akan
membuat hatinya teriris.
Apa kau pernah berpikir bagaimana
perasaannya saat orang yang dari dulu dia suka ternyata sama dengan orang yang
kamu suka sekarang?
Dia merelakannya ! Untukmu ! Ya, kamu. Walaupun sangat berat, tapi sulit
sekali dia untuk berbicara. karena kau tak pernah memberikannya kesempatan
untuk bercerita. Dia hanya ingin melihat temannya bahagia. Dan kau? Bahagia
dengan orang yang sama temanmu sayangi. Sungguh !
Dan apa kau pernah berpikir
bagaimana perasaannya saat kau meninggalkannya karena dia mulai berani
berbicara semua keluhan dan cerita-cerita yang selama ini terkunci rapat di
ujung bibirnya?
Dia sangat sakit ! Sangat sakit ! Sungguh, sebenarnya dia tak ingin
membicarakan semuanya. Tapi ingat ! Dia juga seorang manusia, yang memiliki
perasaan. Sesungguhnya dia tak ingin pertemanan kalian putus begitu saja.
Pikirlah kembali..
Dan terakhir, apa kau tau bagaimana
perasaannya saat dia mendengar laporan-laporan buruk tentang perilakumu yang
membuat banyak orang sakit hati dengan kata-katamu?
Sungguh dia tak rela ! Dia tak rela mendengar semua perkataan orang-orang
tentangmu. Ya ! Kamu ! Kamu yang telah meninggalkannya hanya karena dia
bercerita yang sebenarnya. Kamu yang sudah tak peduli lagi bahkan memang tidak
peduli akan perasaannya selama ini. Sungguh sahabat !
Dan sekarang untuk kamu yang katanya seorang teman...
Apa kau pikir dirimu masih pantas untuk dihargai akan perasaanmu,
sedangkan kau sendiri tak paham akan sifatmu yang tak ingin menghargai perasaan
orang lain dan membuat sakit hati banyak orang yang mendapatkan kata-katamu
yang tinggi itu?
Kalau aku egois, lantas mengapa kau meninggalkanku saat aku mulai bertindak
akan semua perasaanku ? Dan jika memang aku egois, sudah dari dulu aku
meninggalkanmu karena kau pun tak lebih sepertiku, yaitu seorang teman yang
egois !
Tapi, apa kau tak memikirkan pertemanan yang selama ini kita jalin?
Kebersamaan yang kita buat? Kenangan yang kita ukir? Apa kau rela kehilangan
semua itu? Kau rela kehilangan seorang teman hanya karena sebuah keegoisan yang
tak berguna? Sungguh bodoh sekali !
Aku mohon, pikirkan kembali saat kau ingin berbicara.
Hargai perasaan orang lain, tak semua orang bisa menerima sifatmu !
Ini hidup kawan, bukan dongeng ataupun cerpen yang bisa kau atur semaumu
!
Dan jika aku memang bukan seorang teman yang baik bagimu, seorang teman
yang tak pernah memberimu sebuah kebahagiaan, tinggalkan saja aku. Semoga kau
mendapatkan seorang teman yang lebih baik dariku.
Satu yang perlu kau tahu. Sayangku, kepedulianku lebih besar dari yang
kau tahu. Karena aku tak pernah memberi tahumu. Sungguh.. sampai waktu
berhenti.
-Temanmu
yang tak berguna-

Komentar
Posting Komentar