Mencintai Wanita
Aku benar-benar seorang wanita. Tapi sepertinya aku mencintai wanita. Ini dia wanita yang membuatku jatuh cinta.
Dia sangat cantik. Warna kulitnya yang dibilang putih tidak, dibilang hitampun tidak. Tapi dia terlihat sangat manis setiap aku melihatnya. Rambutnya yang dibiarkan terurai membuatnya semakin menarik untuk dipandang. Selain cantik, dia juga sangat pandai. Apalagi kelihaiannya memainkan kuas-kuas dan memadukan warna-warna yang sangat serasi membuat lukisannya memenangkan kejuaraan. Suaranya pun tak kalah merdu dengan Rossa. Tipe lagu apapun selalu enak didengar saat dia nyanyikan. Sungguh..
Entahlah dari mana dan karena apa aku mulai menyukainya. Yang pasti, senyumnya yang manis membuat sebagian pipinya terangkat ke atas dan matanya yang menyipit membuat mataku tak ingin menoleh kemana-mana. Dia wanita yang sangat pendiam dan pemalu.
Dua puluh tahun telah berlalu, aku hidup bersamanya. Setiap hari melihat dan memperhatikannya. Tetap sama, namun gurat putih di sudut matanya sudah mulai terlihat, sebagai pertanda penjalanannya sudah lama. Usianya kini sudah tak muda lagi. Tapi semangat dan aura kecantikannya tetap terpancar jelas di wajahnya. Sungguh aku jatuh cinta pada wanita itu.
Dan wanita itu adalah IBU.Ya, wanita itu adalah ibuku, aku jatuh cinta padanya. Pada pribadinya. Walaupun tak jarang pemahan kami tak pernah sejalan. Selalu kontra. Tapi aku tetap mengagumi dan akan tetap mencintainya. Sungguh... Cintaku lebih besar dari yang Ibu tahu, karena aku tak pernah memberi tahukannya.
Komentar
Posting Komentar