Kesehatan menjelang puasa [Edisi Ramadhan]


Assalamu'alaikum.. ya akhi.. ya ukhty..
Bagaimana puasa hari pertamanya? Semoga lancar ya..

Oh ya sampai lupa, ada sebagian yang puasanya dari hari sabtu ya? Tapi tak masalah, toh sama-sama beribadah ya. Mau mulai hari sabtu ataupun hari minggu ya sama saja ya. Saling menghormati saja, itu lebih berkah dan termasuk ibadah.

Tak akan banyak yang akan aku sampaikan disini, hanya sedikit bercerita mengenai pengalamanku menjelang bulan Ramadhan tahun ini. Enggak kok, enggak panjang, hanya mengbutuhkan beberapa paragraf saja untuk kali ini.

Ramadhan ini tak seperti tahun sebelumya, iya, sedikit berbeda. Bulan Ramdhan kali ini aku mendapatkan cobaan dari Allah Swt yang lumayan berat. Pertama, orang-orang rumah jatuh sakit, kecuali aku, ibu dan kakakku yang pertama. Bapak jatuh sakit semenjak pulang kerja dari Bandung. Ya.. mungkin karena cuaca yang buruk dan kondisi tubuh bapak yang memang sudah seharusnya beristirahat. Memang seharusnya bapak tidak lagi pergi bekerja, apalagi kerja dengan cukup menguras banyak tenaga. Tapi, tipikal bapak yang tak bisa berdiam diri, membuat dia tak mau berhenti untuk bekerja. Padahal bapak sudah memasuki tahun ke-3 dari kepensiunannya. Ya, itu artinya bapak tidak lagi bekerja, sudah saatnya istirahat dan menikmati jerih payahnya selama ini.

Lalu, kakak ke-2 ku jatuh sakit saat pulang ke rumah. Ya, dia tak tinggal di rumah, karena harus kuliah di luar daerah kami tinggal. Sebenarnya, saat dia pulang kondisinya baik-baik saja, namun karena dia kurang memperhatikan pola hidupnya, jadi dia jatuh sakit. Kebiasaannya makan tak teratur dan cenderung makan makanan yang pedas, serta tak sering minum air putih, ditambah kebiasaannya merokok membuat kondisi tubuhnya turun secara langsung. Sepulang dari menjemputku dari rumah sakit bapak dirawat, sakitnya mulai terasa. Dan ya.. dia jatuh sakit. (cup..cup.. lekas sembuh, Kak.. Pak..)

Aku cukup kewalahan menhadapi ini, karena semalaman tadi aku tak tidur sama sekali, menunggu bapak karena takut membutuhkan sesuatu. Kakakku mengalami panas tinggi, aku tak tahu harus berbuat apa, tanpa berpikir panjang aku hubungi saudaraku yang kebetulan ahli kesehatan. Alhamdulillah beberapa saat panasnya turun, namun saat menjelang sahur panasnya kembali tinggi. Tapi tak masalah, semalaman aku baca buku yang selama ini aku abaikan.. judulnya Rasulullah is My Doctor, karya Jerry D. Grey. Ya.. lumayan bisa membantuku, ada beberapa ramuan yang bisa aku buat untuk mengatasi panas tinggi kakak. Salah satunya membalurkan bawang putih yang dicampur sedikit oil ke permukaan kaki.

Tapi alhamdulillah, malam ini keadaan kakak dan bapak mulai membaik, namun yang kukhawatirkan kondisi ibu, karena harus menunggu bapak di rumah sakit sepanjang hari dan malam. Jujur, aku merasa menjadi anak yang sangat tak berguna, karena tak bisa mengabdikan diri kepada orang tua. Namun.. mau bagaimana lagi, aku memiliki tanggung jawab yang besar untuk kegiatan Ramadhan yang rutin aku laksanakan setiap tahunnya. Tapi alhamdulillah, bapak dan ibu bisa mengerti hal itu. Namun tetap, aku pasti menemani bapak dan ibu jika ada waktu yang senggang.

Ya.. walaupun cobaan dari Allah Swt untuku cukup berat, namun harus bagaimana lagi, aku tak mungkin menawar. Aku hanya harus menjalani dan terus berdoa kepada-Nya. Setidaknya dengan cobaan ini aku bisa belajar lebih, dan harus tetap mengucap syukur. Karena kenikmatan dari Allah Swt tak ada yang bisa didustakan.

So, pada intinya.. kesehatan itu penting guys. Apalagi jika cuaca sedang tidak bersahabat, walaupun tak enak, tapi untuk kesehatan apa kalian masih ingin menawar jika keadaan sudah seperti ceritaku di atas? :)

Sedikit tips dari(pengalaman)ku, coba perhatikan kondisi tubuh kalian saat menjelang puasa. Terlebih makanan yang harus kalian konsumsi. Ada baiknya kalian bisa konsultasikan pada dokter gizi, mereka pasti akan banyak memberikan bantuan untuk kelangsungan kesehatan kalian. Kalo aku sih.. air minum khususnya sangat dijaga, perbanyak air minumlah, tapi jangan sampai air segalon diabisin juga.. Ya.. setidaknya mulut kalian tak sampai kering. Ini terbukti dari pengalamanku, setiap hari aku rutin minum air putih minimal 1 gelas setiap pagi hari saat bangun tidur, walaupun saat berangkat sekolah aku tak sarapan itu tak masalah untuk perutku, justru aku bisa berkonsentrasi penuh saat belajar.

Nah saat menjalankan bulan puasa, aku rutin (minimal) minum air putih 2 gelas saat buka puasa, 4 gelas saat malam (2 gelas setelah selesai salat tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur), dan 2 gelas saat sahur. Pokoknya usahakan banyak minum air putih deh, karena menurut artikel salah satu dokter ahli gizi air putih itu minimalnya bisa menetralisir tubuh kita dari bakteri, jadi bisa meminimalkan tumbuhnya penyakit.

Oke sepertinya hanya itu yang ingin aku sampaikan untuk pengalamanku menjelang puasa tahun ini. Semoga bermanfaat dan berkah. Dan satu lagi.. habis sahur usahakan mengaji.. kalo bisa sih khatamkan Al-Qur'an.. hehe. Selamat berjumpa di tulisanku selanjutnya.. Semoga Allah Swt memberkahi kita semua :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah