Pesan Ramadhan 8 #Ke-2 [Edisi Ramadhan]

Para Peserta yang mengikuti Pesan Ramadhan 8 saat Pembukaan


Assalamu'alaikum..
Enggak terasa, puasa sudah memasuki hari ke-12 lagi saja, ya..
Dan sudah 3 hari saya menelantarkan blog ini *elus-elus laptop*

Oke, sekarang aku mau sharing aja deh tentang adik-adikku di Pesan Ramadhan 8. Enggak tahu? Coba baca tulisanku 7 hari yang lalu, pasti kalian enggak akan bertanya-tanya apa itu Pesan Ramadhan 8.

Dari sejak ada ajakan dari kawan di lingkungan rumah untuk (kembali) mengadakan Pesantren Kilat, aku sangat antusias. Jujur, semenjak SMA aku sudah jarang sekali berkumpul dengan pemuda-pemudi di kampungku, walaupun untuk sekedar berbincang. Pesantren Kilat ini memang sudah rutin selalu diadakan di kampungku, tapi semenjak kakak-kakak pengurus bekerja dan sudah berumah tangga, mereka jarang lagi mengadakan kegiatan-kegiatan islami untuk mengisi libur Ramadhan anak-anak kampung.

Sebelumnya aku pernah menjadi pengajar untuk Pesan Ramadhan ke-7, tapi minat anak-anak sangat kurang, bahkan semakin hari peserta menjadi semakin menyusut. Dan dari saat itu aku mulai patah semangat untuk mengajar, pada akhirnya setelah SMA aku memilih untuk ikut Pesantren Kilat di alun-alun kota. Selama 2 tahun berturut-turut aku belajar di alun-alun kota, dan selama itu pula tak ada kegiatan yang bisa mengisi liburan anak-anak kampung selama Ramdhan.

Oke, kembali ke topik..
Kurang lebih 9 hari setelah pembukaan Pesan Ramadhan 8 ini, aku dan kawan-kawanku sudah mulai mengajar. Kami saling membagi tugas. Untuk tahun ini kami memiliki inovasi baru, yaitu mengenai pelajaran yang diberikan, dimana biasanya yang diberikan hanya pelajaran tentang keagamaan, sekarang kami tambah dengan pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kesenian. Tidak hanya dari segi pelajarannya saja yang kami rubah, namun metode pembelajarannya pun sedikit berbeda. Untuk metode pembelajaran kami sengaja menggunakan teknologi yang sudah ada, seperti infokus, laptop, dan speaker. Kami memberikan cuplikan film-film pendek dan video surat-surat pendek serta doa-doa. Alhamdulillh metode ini disukai anak-anak.

Cukup efektif memberikan pelajaran pada anak-anak melalui metode seperti ini. Walaupun masih saja tetap ada anak yang main-main, bahkan sering jahil pada teman-temannya yang sedang memperhatikan. Kalau caraku menyikapi hal seperti itu cukup panggil anaknya untuk kedepan dan mempraktikan materi yang sedang aku beri. Sungguh menyenangkan, apalagi saat aku memiliki jadwal mengajar kelas Abu Bakar, dimana semua anak-anaknya belum sekolah, walhasil aku harus ekstra sabar dan tenang untuk menghadapi mereka. Walau terkadang aku kesal dan marah, untuk menghindari hal itu aku hanya tersenyum dan mengelus dada. Ya... mengajar anak kecil itu memang ada asyik tersendiri.

Oke, ini sudah kepanjangan, ya? Hehehe
Sebenarnya banyak sekali cerita-cerita menarik yang (wajib) bisa kuceritakan. Tapi biar kalian penasaran, aku simpan dulu, sekarang aku harus tadarusan dulu, keburu ngantuk soalnya, hehehe.

Pokoknya, menjadi volunteer teacher di Pesan Ramadhan 8 ini, aku bisa mendapatkan banyak pelajaran yang sangat berharga, aku tak hanya mengajar disini, tapi aku juga diajarkan disini. Terkadang pelajaran hidup tak selalu kita sadari prosesnya, namun itulah kuasa Allah Swt. Menakjubkan, dimana saat kita mengeluh, marah, lelah, dan rasanya ingin segera selesai, disana pula kita sedang belajar, bagaimana caranya bersabar, tawakal, ikhlas, bersyukur dan berkorban.

Wajib diingat : Buat kalian yang bukan muslim, tenang saja, kalau mau ikut mengajar seperti aku, itu bisa. Kalian tinggal datang saja ke sekretariat yang mengadakan kegiatan seperti Pesantren Kilat di lingkungan rumah kalian masing-masing.

The most important : KALO DIAJAK BUAT IKUT MENJADI PENGAJAR ATAU PANITIA PESANTREN KILAT, JANGAN NOLAK! DIJAMIN SERU! :D

Sekian dulu tulisanku kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian yang membaca. Selamat menajalankan ibadah puasa untuk yang menjalankan, dan semoga berkah dan rahmat Allah Swt selalu tercurah kepada kita semua. Amiin Yaa Rabbal A'lamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mempertahankan, haruskah?

UN, No worry!

Lagu Paling Romantis : Adera - Lebih Indah