Yang penting niatnya dulu [Edisi Ramadhan]
Assalamu'alaikum...
Bagaimana
puasa ke-tiganya?
Semoga
tetap lancar dan berkah ya.
Oke,
untuk kali ini saya ingin membahas mengenai niat. So, apa itu niat?
Niat
itu sendiri adalah maksud atau tujuan. Nah karena ini adalah bulan Ramadhan,
tak ada salahnya 'kan saya membahas mengenai niat. Saya ada sedikit cerita lucu
dan menarik untuk dibahas mengenai niat. Mungkin hal ini jarang sekali dibahas,
dan terkadang tanpa disadari kita mempelajarinya. Sebut aja anak ini Nurul. Dia
anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Kedua kakaknya laki-laki.
Sejak
dini, Nurul sudah diajarkan mengaji oleh orang tuanya, terlebih ibu. Dia mulai
belajar dari Iqra, lalu Juz'Amma, dan selanjutnya Al-Qur'an. Alhamdulillah selama
itu dia lancar dan bisa menghafal beberapa surat-surat dalam Al-Qur'an, begitu
pun dengan do'a-do'a yang dipakai untuk kegiatan sehari-hari. Dia mengikuti
beberapa sekolah khusus belajar Al-Qur'an dan perkumpulan-perkumpulan di mesjid
kampungnya. Sampai suatu hari ada perayaan untuk memperingati hari besar Islam,
yaitu Isra Mi'raj atau hari lahirnya Rasulullah Saw, disana ada penampilan dari
kakak-kakak yang akan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang sudah dihafalnya
dengan nada yang sangat indah, yang sering disebut qiraah.
Acara itu dilaksanakan malam hari setelah salah Isya. Nurul menonton di balkon rumah, karena kebetulan letak masjid tepat di depan rumahnya. Dia menonton ditemani ibu, dan saat dia memperhatikan salah satu kakak yang membacakan ayat Al-Qur'an dia berkata pada ibunya, dan jelas ibunya sangat bangga mendengar anaknya berkata begitu.
"Nanti, kalo ngaji Nurul sudah lancar dan bagus, aku mau menghafal dan membacakannya didepan semua warga kampung, seperti Kak Reni, Bu."
Namun
sayang, setelah dia menginjak bangku SMP, dia sudah jarang sekali ikut mengaji
di mesjid dan madrasah, karena terlalu sibuk belajar. Sampai akhirnya dia SMA
dan beranjak dewasa, hal itu belum juga terlaksana. Bahkan sekarang do'a-do'a
untuk sehari-hari saja lupa, kecuali melihat kembali buku bacaannya.
Nurul
tidak melupakan hal itu, sampai beranjak dewasa, dia masih mengingat hal itu
dan ingin sekali melaksanakannya. Tapi dia merasa malu pada semua orang rumah,
terlebih ibu. Karena sudah lama dia jarang membaca Al-Qur'an di rumah, lebih
seringnya dia membaca di sekolah saat waktu senggang. Entah kenapa rasa malu
itu Nurul rasakan, padahal setiap kali dia akan membaca Al-Qur'an dia sangat
senang sekali. Bahkan sekarang, saat melaksanakan puasa, untuk tadarus setiap
subuh pun dia selalu pelankan suaranya, takut ada yang mendengar, malu.
Jauh
dari hal itu, Nurul sangat ingin sekali. Niat sudah ada, namun keberanian untuk
melawan rasa malu itu masih membelenggu hatinya. Tapi dia bertekad,
"Jika aku tak mampu melakukan itu sekarang, aku tak akan salahkan ibu atau diriku. Tapi jika anakku kelak memiliki niat mulia seperti itu dan tidak bisa melaksanakannya, jelas aku akan sangat menyalahkan diriku sendiri.Untuk sekarang, aku hanya ingin memfokuskan pada diriku sendiri, memperbaiki diri, menjilbabkan hati, dan meneguhkan niat, dan yang lebih penting mendekatkan diri pada Allah Swt."
Apa
kalian pernah merasakan seperti itu, atau mungkin pernah mengalaminya? :)
Tak
masalah, benar kata Nurul, jika niat yang pernah ada belum terlaksanakan,
mungkin ada kekurangan pada diri kita. Apa itu iman kita, atau hati kita. Yang
terpenting sekarang niatnya dulu, Alhamdulillah jika niat itu dapat
terlaksanakan. Bukankah sudah jelas dalam Al-Qur'an juga (aku lupa ayat dan
suratnya, tapi yang jelas ada) "Jangankan ibadahnya, sudah niat pun itu
ada pahalanya. Tapi alangkah lebih baik dan sempurna jika kita bisa
melaksankannya dan terus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari".
Jadi,
pada intinya, jika kita memang memiliki niat yang baik dan jelas untuk
kepentingan yang baik juga, kenapa perlu malu. Jalankan saja, Alhamdulillah
jika sudah bisa melaksanakannya, tapi jika belum, ya tak apa.. lebih baik
perbaiki diri dulu. Toh tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri :)
Oke..
sekian dulu tulisanku malam ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Semangat
dalam menjalankan ibadah puasanya, semoga lancar sampai selesai. Pokoknya
Hamasah untuk semuanya! ^^
Akhirul
salam...
Wassalamu'alaikum
Wr. Wb...

Komentar
Posting Komentar