Am I Fall in Love?
Hallo, Assalamu'alaikum.
Setelah enam hari saya tidak menulis disini, alhamdulillah akhirnya diberikan kesempatan kembali untuk bercerita kembali. Sekarang tepat pukul 00:43 WIB. Iya, saya belum terlelap. Memang terlihat egois, tidak memberikan waktu istirahat pada tubuh. Tapi tidak sebenarnya, sudah lumayan lama saya beristirahat selepas dari perkemahan kemarin. Perkemahan? Oh ya, saya lupa belum menceritakannya. Mungkin waktu lain akan saya paparkan. So, sekarang apa yang akan saya bahas? Love, again? Yups!
Memang klasik sih dan mungkin sudah bosan ya
membaca tentang cinta, atau mungkin tak ada bosannya? Tak masalah, itu
tergantung selera kalian, sekarang yang pasti saya ingin membahasnya lagi. So,
why I choose that? Mungkin, kemarin lusa tepatnya. I'm feeling different. Tapi saya
tak begitu terlarut dalam rasa itu, insyaAllah saya ingin tetap teguh pada apa
yang saya pegang. But for now, I want to tell about it, just little bit.
Panggil saja S, dia teman terbaik saya.
Alhamdulillah kurang lebih kami sudah berteman tiga tahun lamanya. Pertemuan
dan perkenalan kami cukup unik, dimana saat itu saya berada pada dua pribadi
yang sangat berbeda. Between intovert and extovert. He's know me at the first
time, and of course I never know him, before our first conversation.
Semenjak malam itu, untuk ketiga kalinya saya
melihat dia, saya mulai berani untuk berbicara dan meresponnya. Karena
sebelumnya saya tidak pernah menjawab apapun selalin senyum, tawa ringan dan
anggukan kepala. It's so really different with myself. But, I don't know, I'm
feeling enjoyed with my changes. FYI saja, setelah ngobrol dan bercanda untuk
kedua kalinya, saya baru tahu siapa namanya. Seriously, I never brave to ask
his name. Dia benar-benar waggish man, senang sekali bercerita, bahkan
menurutku terhitung bawel, he's always joyful, and maybe that's makes me feel
comfortable too.
After our conversation, we're often
unrequited a message. And at the first time, we climb mountain together, before
a new years time. Dimana rencananya kami akan turun sebelum perayaan tahun
baru, tapi sayang, kami terjebak di atas gunung karena cuaca yang sangat tidak
mendukung. Hujan yang deras terus turun dan kabut yang membuat jalanan menjadi
gelap, dengan terpaksa kami harus tinggal lagi satu malam dan merayakan tahun
baru jauh dari keluarga. FYI, kami tidak hanya berdua, ada beberapa teman kami
juga yang ikut.
Benar kata pepatah, dengan berkemah,
melakukan segala aktivitas bersama akan lebih cepat dan mudah untuk mengenal
pribadi dari masing-masing karakter kita. Dia terhitung jago memasak, lelaki
yang insyaAllah bisa diandalkan, suka bernyanyi yang entah apa liriknya, dan
dia benar-benar ahli dalam hal panjat-memanjat. Namun sayang, dia sedikit
pemalas dan berantakan. Satu lagi yang aku tahu tentang dia setelah perkemahan
kemarin, dia lelaki yang teguh pada apa yang dia inginkan, tak melihat keadaan
fisik dan keadaannya sendiri.
I never think too much about him, because my
schedule really heavy. But sometimes, when I'm take a rest and muse, he always
come. I don't know what the mean of it. Astagfirullahaladzim.
Astagfirullahaladzim. Astagfirullahaladzim. Maafkan kekhilafat hamba Ya Allah.
Kuatkan, kuatkan. Saya tak
ingin jika sampai terlarut, apalagi sampai melanggar janji sendiri. Saya
percaya pasti ada waktu yang lebih indah untuk hal itu.
Am I fall in love? InsyaAllah I'm still fall
in love with Allah Swt, to be closer, more deeply, and insyaAllah stay
istiqomah.
Dear S,
you're the best partner, friend, and you're
the best soulmate.
I never know about my feeling, of course about yours too.
I never know about my feeling, of course about yours too.
But I believe, me or you can still together.
Still here with me, because two is better than one :)

Komentar
Posting Komentar