Postingan

Earth Day Camp #GreenerationForum

Gambar
Assalamu'alaikum. Ah ya, saya ingin membayar janji saya kemarin di   postingan sebelumnya . Ya perkemahan yang belum sempat saya ceritakan bagaimana rencana dan kegiatannya. Oke, berawal dari perjalanan saya bisa bergabung dalam perkemahan untuk memperingati hari Bumi kemarin yang ke-45 kemarin. Sebenarnya dari pertengahan bulan Januari lalu, saya diajak oleh salah seorang teman saya untuk berpartisipasi dalam acara perayaan Hari Bumi. Jujur sebelumnya saya tidak pernah merayakan Hari Bumi secara khusus, kalau pun merayakan, mungkin sekedar untuk mengurangi penggunaan barang yang bisa merusak bumi kita ini. Berawal dari ajakan teman itu saya sebenarnya tidak terlalu tertarik, karena bagi saya mungkin itu hanya akan membuang waktu dan tenaga saya, maka dari itu saya tidak terlalu mencari tahu mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan nanti. Karena saat itu saat masih duduk di bangku kelas 3, dimana sebentar lagi saya akan menghadapi ujian, walhasil komunikasi kami teputus dan...

Am I Fall in Love?

Gambar
Hallo, Assalamu'alaikum. Setelah enam hari saya tidak menulis disini, alhamdulillah akhirnya diberikan kesempatan kembali untuk bercerita kembali. Sekarang tepat pukul 00:43 WIB. Iya, saya belum terlelap. Memang terlihat egois, tidak memberikan waktu istirahat pada tubuh. Tapi tidak sebenarnya, sudah lumayan lama saya beristirahat selepas dari perkemahan kemarin.   Perkemahan?   Oh ya, saya lupa belum menceritakannya. Mungkin waktu lain akan saya paparkan. So, sekarang apa yang akan saya bahas?   Love, again?   Yups! Memang klasik sih dan mungkin sudah bosan ya membaca tentang cinta, atau mungkin tak ada bosannya? Tak masalah, itu tergantung selera kalian, sekarang yang pasti saya ingin membahasnya lagi. So, why I choose that? Mungkin, kemarin lusa tepatnya. I'm feeling different. Tapi saya tak begitu terlarut dalam rasa itu, insyaAllah saya ingin tetap teguh pada apa yang saya pegang. But for now, I want to tell about it, just little bit.

Kakakku Sayang

Pukul 21:55 WIB. Sudah larut malam rupanya, baru saja seorang perempuan mengingatkan saya untuk segera istirahat, namun saya tak menurut, masih asik dengan kegiatan saya, menulis. Oh ya, malam ini saya ingin menceritakan menganai kakak saya, yang paling tua, tertua diantara kami berdua. Panggil saja dia Kak D. Kalau di rumah sih saya memanggilnya Aa, panggilan kakak laki-laki dalam bahasa Sunda. Dia bukan lelaki istimewa, dia termasuk yang paling beruntung diantara kami karena hidungnya termasuk dalam kriterian   "mancung".   Saya tidak tahu usianya berapa, yang pasti November kemarin menginjak 29 tahun. Perawakannya jangkung, ya sekitar 173 centimeter. Sayang, ototnya tak begitu berisi dan membentuk tubuh yang maskulin, semenjak dia tidak rutin lagi berolahraga. Dia masih kuliah, disalah satu universitas di Jawa Barat, mengambil jurusan olahraga, seperti apa yang diinginkannya.   Apa tidak salah usia 29 belum lulus kuliah?   Ya, jelas tidak. Sebelumnya dia s...

Izinkan saya bercerita

Gambar
Khusus untuk malam ini, akan saya persempahkan kepada jiwa yang tak tahu diri ini. Maka, izinkan saya bercerita mengenai apa yang belum sempat saya ceritakan. Ketika semua kebohongan harus terpaksa dilakukan, yang katanya demi kebaikan, padahal sebenarnya karena sudah terlanjur salah. Ketika keadaan memaksa untuk melakukan, padahal jiwa tak ridha untuk hal yang tidak diinginkannya. Ketika perasaan harus dikubur dalam-dalam, padahal hati teriris sakit dan kalbu tak tahan untuk mengatakan. Ketika semua harus bisu, padahal ingin sekali mengutarakan semua kejahatan. Ketika semua harus pura-pura buta, padahal mata jelas melihat dan memberontak. Izinkan saya bercerita mengenai apa yang ingin saya ceritakan. Bahwa saya ingin sekali berkata jujur tanpa ada paksaan bahkan tekanan dari sudut manapun. Ingin menyetarakan karena sesungguhnya tak ada yang benar dan salah, melainkan diri kita masing-masing yang membuat kesalahan itu menjadi hal mendasar untuk dijadikan sebuah yan...

UN, No worry!

Gambar
UN, No worry! Munkin seharusnya saya mempostingkan tulisan saya ini sebelum melaksanakan UN, tapi dikarenakan waktuku saat itu padat oleh berbagai jam belajar, so bolehkan kalau saya baru menuliskannya sekarang? Boleh saja ya, biar cepet hehe. Alhamdulillah 3 hari kemarin saya dapat melewati dan menyelesaikan Ujian Nasional, yang minggu-minggu ini menjadi perbincangan diberbagai media. Awalnya saya sangat takut dan tak percaya diri, karena bagaimana pun ujian kali ini akan sangat menentukan nasib saya dimasa yang akan mendatang. Walaupun pemerintah sudah merubah keputusannya namun tetap saja, lulus dari sekolah namun tidak lulus UN? Oh sungguh itu bukan hal yang sangat diharapkan, apalagi untuk mengulangnya tahun depan.

Mau Jadi Apa? #2

Gambar
Assalamu'alaikum. Bagaimana kabar kalian? Semoga tetap sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Lumayan lama rupanya saya tidak meneruskan tulisan saya  kemarin , semoga kalian bersedia untuk melanjutkannya. Oke setelah perjuangan selama 3 hari kemarin, Ujian Nasional sekarang tak begitu menakutkan bagi saya karena Alhamdulillah Kemendikbud membuat keputusan baru untuk kelulusan, namun tetap saja saya merasa awas, jangan sampai harus mengulang tahun depan,   naudzubillahimindzalik. Cerita saya kemarin mengenai IPDN ya? FYI, setelah surfing and search saya jatuh cinta pada institut yang satu ini. Besar sekali harapan saya untuk dapat menjadi bagian dari mereka. Namun sayang walaupun sudah banyak informasi yang sudah saya dapatkan mengenai penerimaan Calon Praja dan teknis seleksinya, saya belum begitu puas, karena ada beberapa pertanyaan yang sangat ingin saya ketahui. Sampai akhirnya saya mencari para Praja yang sedang study disana. Alhamdulillah kakak-kakak IPDN itu...

Mau jadi apa? #1

Gambar
Kalau sudah besar mau jadi apa? Pertanyaan yang satu itu pasti sering kita dapatkan saat kecil. Bagitu pula dengan saya, ketika saya ikut ibu ke sekolah tempatnya mengajar, banyak guru-guru yang bertanya kepada saya. Dan semangat saya menjawab ingin jadi Dokter dan Pendongeng. Karena menurut saya saat itu menjadi dokter itu tidak akan pernah sakit dan menjadi pendongeng itu akan selalu diperhatikan.   Keren bukan? Kemarin saya sudah bercerita tentang mempersiapkan diri.   Memangnya apa yang sedang saya persiapkan dan untuk apa?   Mempersiapkan masa depan, masa yang tak pernah saya tahu apa yang akan terjadi, masa yang akan terjadi, masa pencerminanku di masa yang sebelumnya. Maka untuk itu saya harus mempersipakan diri mulai dari sekarang, lebih tepatnya memantapkan hati dan tujuan.   Mau jadi apa?   Kalau tahu mau jadi apa, maka saya akan tahu apa tujuan dan apa yang akan serta harus saya lakukan nanti.